Emak-emak Cicurug Sukabumi demo tuding aliran air dialihkan ke kebun milik PT MBI

- Redaksi

Jumat, 10 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emak-emak Cicurug Sukabumi tuding aliran air dialihkan ke kebun milik PT MBI - Ist

Emak-emak Cicurug Sukabumi tuding aliran air dialihkan ke kebun milik PT MBI - Ist

sukabumiheadline.com -.Puluhan perempuan dari sejumlah RW di Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mendatangi kantor desa. Mereka datang untuk menyuarakan protes keras terkait krisis air bersih yang kian parah, Jumat (10/7/2026).

Salah seorang warga, Herman Gemol mengungkapkan, aksi yang didominasi kaum ibu ini bukan tanpa alasan. Mereka menuding adanya dugaan pengalihan aliran air bersih yang seharusnya menjadi hak warga, namun justru dialirkan ke area perkebunan milik PT Mandiri Banana Indobesi (MBI).

“Dampaknya, warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti memasak, mencuci, hingga mandi. Ini bukan lagi soal kekeringan, ini soal keadilan. Air kami dipakai untuk kepentingan lain,” kata Herman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih jauh Herman menegaskan, warga mengeklaim mengantongi bukti fisik kuat, mulai dari jalur pipa hingga dokumentasi aliran air yang diduga sengaja diarahkan ke perkebunan.

“Bukti tersebut bahkan dibawa langsung saat aksi berlangsung, memperkuat dugaan adanya penyalahgunaan. Kalau dibiarkan, ini bukan hanya krisis air, tapi krisis kepercayaan,” tegas dia.

“Pasalnya, sumber air dari Gunung Gede yang selama ini menjadi pasokan utama melalui PAM swasta, dikenal tidak pernah mengalami kekeringan,” ungkap Herman.

Sementara itu, warga Desa Nanggerang saat ini mengalami krisis air. Padahal, air PAM swasta dari Gunung Gede itu tidak pernah habis. Namun, kata Herman, sekarang pengelolaannya melalui kepengurusan diduga tidak berjalan dengan benar. Di sisi lain, warga tetap membayar iuran setiap bulan.

“Warga membandingkan dengan sistem sebelumnya yang dinilai lebih adil. Dulu air itu digilir per jam, jadi semua kebagian. Sekarang malah tidak jelas,” kata Herman geram.

“Saat ini, warga justru kesulitan. Dasar tuntutan ini agar pengelolaan air bersih di Desa Nanggerang segera dievaluasi secara menyeluruh dan dikembalikan pada prinsip keadilan serta kepentingan publik,” pinta dia.

Sementara itu Kepala Desa Nanggerang, Unang Suwandi membantahbtudingan warga.

“Saya membantah tudingan tersebut. Saya menyatakan bahwa tidak ada pengalihan air sebagaimana yang dituduhkan warga. Tidak benar itu. Tidak ada pengalihan air ke perkebunan,” jelas Unang.

“Sumber mata air pegunungan yang dikelola oleh desa, ada Satgas dan pengurus untuk memonitor. Saya menilai warga tidak menberikan alasan yang sesuai substansi persoalan,” imbuhnya.

Pasalnya, kata Unang, fakta di lapangan menunjukkan adanya ketimpangan distribusi air yang nyata dirasakan masyarakat.

“Besok saya akan mengerahkan pengurus dan pengelolan serta satgas air untuk ke gunung, ke pusat sumber air. Untuk mengevaluasi memperbaiki saluran distribusi air,” katanya.

Sistem distribusi air, jelas Unang, sepenuhnya mengandalkan gravitasi alam sehingga sangat bergantung pada kondisi debit mata air di pegunungan.

“Memang sejak memasuki musim kemarau, tim teknis telah delapan kali naik ke gunung melakukan perbaikan. Namun, berbagai kendala terus terjadi sehingga pasokan air belum stabil,” paparnya.

“Baru dua hari normal, kemudian terjadi kendala lagi. Karena itu, besok tim kembali naik ke gunung untuk memaksimalkan perbaikan,” janjinya.

Berita Terkait

Infrastruktur listrik dan internet di wilayah Pajampangan Sukabumi belum merata
Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi minta PT Prosweal Indomax Parungkuda patuhi 20 poin rekomendasi
Perhutani KPH Sukabumi dan TNGHS komitmen lindungi kawasan hutan
Rania, bayi stunting di Cikidang Sukabumi akhirnya ditangani polisi
Ratusan ASN Kota Sukabumi diperiksa terkait judol Rp1,8 miliar
Innalillahi, rumah Sekdes di Kasepuhan Sinarresmi Sukabumi ludes terbakar
KDM: Terkesan Jawa Barat hanya Sukabumi, urus atuh ku nu di handap!
DPRD Kabupaten Sukabumi dalami perubahan APBD 2026

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 20:00 WIB

Infrastruktur listrik dan internet di wilayah Pajampangan Sukabumi belum merata

Kamis, 10 September 2026 - 23:00 WIB

Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi minta PT Prosweal Indomax Parungkuda patuhi 20 poin rekomendasi

Kamis, 10 September 2026 - 20:01 WIB

Perhutani KPH Sukabumi dan TNGHS komitmen lindungi kawasan hutan

Rabu, 9 September 2026 - 17:10 WIB

Rania, bayi stunting di Cikidang Sukabumi akhirnya ditangani polisi

Selasa, 8 September 2026 - 21:27 WIB

Ratusan ASN Kota Sukabumi diperiksa terkait judol Rp1,8 miliar

Berita Terbaru

Sebuah rumah bergaTaufiq Ismail membaca puisi di Kota Sukabumi - Fadli Zon

Kultur

Kala penyair legendaris Taufiq Ismail baca puisi di Sukabumi

Minggu, 13 Sep 2026 - 21:42 WIB

Ilustrasi vape - sukabumiheadline.com

Regulasi

BNN minta semua jenis vape dilarang

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:21 WIB