sukabumiheadline.com – Generasi Z atau Gen Z, adalah kelompok manusia terbaru yang lahiir setelah Generasi Milenial. Gen Z dikenal dengan kemampuannya mengolah segala sesuatu dengan internet.
Di Indonesia sendiri, internet hadir di sekitar 1990an dan menjadi sesuatu yang komersil sejak 1994.
Gen Z yang lahir pada kurun 1997-2012, saat ini sudah memasuki umur 20an yaitu umur di mana orang rata-rata sudah memikirkan jenjang karier, keuangan, serta masa depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perlu diketahui bahwa setiap generasi memiliki keunikan, perbedaan perspektif, dan karakter dalam membicarakan karier impian.
Misalnya, generasi milenial cenderung memilih kebebasan dan fleksibilitas. Sedangkan, Gen Z cenderung memikirkan keamanan dan kestabilan walaupun tetap mencintai kebebasan dan fleksibilitas waktu.
Berikut adalah ulasan mengenai 10 karakteristik dan ekspektasi Gen Z yang wajib dipahami oleh para orang tua di Sukabumi, terutama yang memiliki anak yang lahir dalam kurun 1997-2012, dirangkum sukabumiheadline.com dari berbagai sumber.
Baca selengkapnya: Selalu ada Sukabumi, ini 5 kabupaten dan kota paling ramai dan sepi penduduk 2024
1. Tidak bisa “hidup” tanpa internet
Kelompok manusia ini lahir ketika internet dengan mudah dapat diakses oleh banyak orang hampir tanpa hambatan. Karenanya, Gen Z menjadi generasi paling cakap dalam menggunakan internet.
Kecakapan tersebut bahkan dapat dikatakan menjadi skill atau kemampuan utama para generasi ini. Dengan kemampuan ini, Gen Z cenderung tertarik kepada industri dengan modal utama internet seperti start-up.
Sekalipun masuk ke dalam perusahaan konvensional atau pemerintahan, Gen Z diharapkan mampu mengubah sistem yang ada menjadi lebih mudah dan instan agar dapat dengan mudah diakses dan digunakan banyak orang.
Jadi jangan heran, ketersediaan kuota internet dan atau jaringan Wi-Fi dan hotspot, seakan menjadi “nyawa” bagi mereka.
Rekomendasi Redaksi: Ada 221 ribu balita dan 51 ribu lansia, ini jumlah penduduk Sukabumi menurut kelompok usia
2. Keamanan jadi prioritas
Banyak masalah dan konflik kepentingan yang terekspos dan viral di media sosial, membuat Gen Z merasa bahwa rasa aman adalah hal penting dan prioritas.
Mudahnya akses informasi dari internet dan kemampuan yang baik dalam menggunakan internet membuat mereka sering kali mengetahui sebuah berita dengan cepat.
Hal-hal viral di internet yang tidak selamanya memuat hal baik, membuat mereka merasa bahwa rasa aman adalah hal penting terutama untuk berkarier. Karenanya, mereka akan cenderung mencari tempat kerja dan lingkungan yang aman dari ancaman, kekerasan verbal, kekerasan seksual, dan sebagainya.
Selain itu, rasa aman juga meliputi keterbukaan perusahaan terhadap aduan karyawan serta ketegasan perusahaan mengatasi tindak kejahatan di lingkungan kerja.
Rekomendasi Redaksi: Generasi muda layak jadi Bupati Sukabumi, nomor 5 masih sibuk keliling dunia
3. Peduli kesehatan mental
Gen Z juga cenderung memilih tempat kerja yang peduli terhadap isu kesehatan mental bagi pegawainya. Maraknya kasus bunuh diri, depresi, kegiatan menyakiti diri sendiri, dan berbagai macam kondisi gangguan kejiwaan yang terjadi menyebabkan Gen Z menyadari pentingnya kesehatan mental.
Perusahaan dapat menunjukan kepedulian terhadap isu kesehatan mental ini dengan membentuk sistem kerja work-life balance. Sistem yang dapat menjamin kebahagiaan karyawan dengan tidak memaksakan jam kerja yang terlalu lama.
Adanya apresiasi dan hak-hak karyawan seperti cuti, jaminan kesehatan, dan keperluan lainnya pun menjadi pertimbangan Gen Z ketika melamar kerja.
Rekomendasi Redaksi: 5 Wanita Sukabumi dan Hobi Kerennya
4. Toleransi
Dilansir dari Tirto.id, Generasi Z ini adalah generasi yang paling beragam, unik, dan berpengaruh. Keberagaman dalam kelompok manusia terbaru ini membuat toleransi sebagai hal yang sering digencar-gencarkan.
Berada dalam generasi yang memiliki beragam latar belakang individu membuat generasi ini memiliki manusia yang lebih berpikiran terbuka dan fleksibel dalam menghadapi perbedaan.
Toleransi yang dimiliki Gen Z meliputi isu agama, ras, seksualitas, hingga perspektif politik dan sosial.
Perbedaan bukan hal yang asing karena mereka menemukannya dalam kehidupan sehari-hari secara langsung maupun melalui internet. Oleh karena itu, Gen Z pun berekspektasi untuk memiliki karier di dalam lingkungan kerja yang penuh toleransi dan fleksibilitas tinggi.
Mereka akan saling menghargai dan menghormati tanpa perlu memandang latar belakang masing-masing. Meskipun, tetap akan ada kesan individualis karena tidak ingin terlibat dalam urusan personal atau preferensi individu.
Hal tersebut juga membuat Gen Z tidak suka tempat kerja yang mengatur kehidupan personal seseorang yang berkaitan dengan agama, ras, suku, serta etnis.
Rekomendasi Redaksi: Gen Z ungkap 5 alasan Pemilihan Bupati dan Wali Kota Sukabumi 2024 tidak penting
5. Kompetitif
Salah satu karakteristik lain dari Gen Z di tempat kerja, menurut Betterteam, adalah karakter yang kompetitif. Hal ini karena mereka sudah terbiasa di lingkungan yang penuh kompetisi dan senang untuk menantang diri mereka sendiri dengan orang lain.
Karena itulah, mereka sangat menginginkan feedback untuk setiap hal yang dilakukannya. Hal ini dipercaya oleh mereka dapat membantu mereka berkembang lebih baik.
6. Lebih suka bekerja sendiri
Meskipun bekerja dengan orang banyak bukan menjadi masalah, tapi menurut Indeed, Gen Z lebih menyukai bekerja sendiri.
Hal ini selaras dengan jiwa kompetitif mereka yang terbentuk oleh lingkungan. Karakteristik ingin sukses tanpa bantuan orang lain pun menjadi salah satu faktornya.
Selain itu, dengan bekerja sendiri pun, mereka berpikir dapat menunjukkan kemampuannya secara langsung kepada perusahaan.
7. Menyukai komunikasi tatap muka
Meski dibesarkan di masa internet, Gen Z, menurut Empxtrack, lebih menyukai interaksi secara tradisional. Interaksi tatap muka dan langsung, membuat mereka nyaman dan pasti karena tidak perlu khawatir akan adanya interpretasi yang berbeda dari pesan yang mereka sampaikan.
Selain itu, ketika di tempat kerja pun, mereka akan cenderung lebih aktif ketika berdiskusi ketimbang generasi-generasi lainnya. Mereka pun lebih menginginkan percakapan yang to-the-point dengan atasan.
8. Terbuka terhadap perubahan
Besar di dunia yang terus berubah sepanjang waktu membuat Gen Z lebih terbuka terhadap perubahan yang terjadi. Sehingga, kebanyakan dari mereka dapat mudah beradaptasi dan fleksibel.
Selain itu, mereka pun menjadi pribadi yang resilien di tempat kerja. Bahkan, mereka pun cenderung untuk membuat perubahan di tempat kerja apabila ada hal yang bisa diperbaiki untuk membuat pekerjaan semakin efektif dan efisien.
9. Tertarik pada entrepreneurship
Banyak Gen Z tertarik untuk menjadi seorang entrepreneur. Hal ini karena, mereka melihat bagaimana orang dewasa di sekitar mereka yang terkena PHK ketika terjadi sebuah resesi ekonomi.
Hal ini mendorong mereka untuk menjadi bos bagi diri mereka sendiri dan tidak ingin bergantung pada orang lain ketika bekerja.
Banyak dari mereka pun yang memiliki pemikiran kreatif dan senang untuk memecahkan masalah, yang membuat mereka cocok untuk menjadi seorang entrepreneur.
10. Mahir dalam multitasking
Gen Z adalah generasi yang mahir dalam melakukan multitasking karena seringnya mereka membagi waktu untuk berbagai tugas yang ada.
Kemahiran mereka dalam melakukan multitasking pun terbantu oleh seringnya mereka menggunakan teknologi dan internet dalam mengerjakan tugas tersebut. Namun, kemampuan multitasking mereka bisa menguntungkan ataupun merugikan ketika di dunia kerja.
Terkadang, ada atasan yang lebih suka seseorang bekerja dengan fokus yang penuh pada pekerjaannya saja, bukan berganti fokus pada satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya.