Hareudang, Ternyata Sukabumi Salah Satu dari 5 Daerah Terpanas di Jawa Barat

- Redaksi

Kamis, 24 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi bencana kekeringan. l Istimewa

Ilustrasi bencana kekeringan. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Jawa Barat (Jabar) dikenal dengan cuacanya yang sejuk. Cuaca sejuk tersebut dirasakan karena, sebagian besar wilayah yang ada di Jawa Barat berada di kawasan dataran tinggi.

Provinsi Jawa Barat memiliki 18 wilayah kabupaten, dan 9 wilayah kota. Nyatanya, tidak semua dari 27 wilayah kabupaten dan kota di Jawa Barat tersebut memiliki suhu dan cuaca sejuk.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, menunjukkan ketinggian wilayah di setiap wilayah kabupaten dan kota di Jabar, dengan ukuran Meter Di Atas Permukaan Laut (MDPL).

Terdapat lima wilayah di Jabar, yang mempunyai ketinggian wilayah yang rendah dari permukaan laut.

Berikut daftar 5 wilayah terpanas di Jawa Barat, dikutip sukabumiheadline.com dari laman Provinsi Jawa Barat Dalam Angka 2023.

5. Kabupaten Karawang

Wilayah terpanas kelima di Jabar, ditempati oleh Kabupaten Karawang yang mempunyai ketinggian wilayah 17,95 MDPL.

4. Kabupaten Sukabumi

Kabupaten Sukabumi menjadi wilayah terpanas keempat di Jabar, yang memiliki ketinggian wilayah 15,55 MDPL.

Baca Juga :  Jalan Nasional Bergelombang di Cicurug Sukabumi, Dua Pekan 11 Pemotor Kecelakaan

3. Kabupaten Pangandaran

Ada Kabupaten Pangandaran sebagai wilayah terpanas ketiga di Jabar, yang mempunyai ketinggian wilayah 6,96 MDPL.

2. Kota Cirebon

Di posisi kedua wilayah terpanas di Jabar adalah Kota Cirebon, yang memiliki ketinggian wilayah hanya 4,66 MDPL.

1. Kabupaten Indramayu

Kabupaten Indramayu menjadi wilayah terpanas pertama di Jawa Barat. Hal ini dapat dilihat dari Kabupaten Indramayu yang mempunyai ketinggian wilayah hanya 2,08 MDPL.

Berita Terkait

KDM akan hitung ulang dampak penggunaan material tambang untuk Tol Bocimi
Setelah ajak tinggalkan zakat, Menag minta maaf: Rukun Islam, wajib ditunaikan
Iuran BPJS Kesehatan dinaikkan, Menko PMK: Agar tak rugi terus
BGN: Sekolah bisa tolak Program MBG, kami tidak memaksa
MUI: Perjanjian dagang RI-AS langgar UU
BGN: Banyak mitra SPPG mark up harga bahan baku Program MBG
Direktur RSUD Jampang Kulon Sukabumi: Dokter spesialis suka kabur
PDIP: Rp769 triliun anggaran Program MBG, Rp223,5 triliun ambil dari dana pendidikan

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 21:39 WIB

KDM akan hitung ulang dampak penggunaan material tambang untuk Tol Bocimi

Senin, 2 Maret 2026 - 03:39 WIB

Setelah ajak tinggalkan zakat, Menag minta maaf: Rukun Islam, wajib ditunaikan

Minggu, 1 Maret 2026 - 03:43 WIB

Iuran BPJS Kesehatan dinaikkan, Menko PMK: Agar tak rugi terus

Jumat, 27 Februari 2026 - 19:30 WIB

BGN: Sekolah bisa tolak Program MBG, kami tidak memaksa

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:00 WIB

MUI: Perjanjian dagang RI-AS langgar UU

Berita Terbaru

Ilustrasi musim kemarau - sukabumiheadline.com

Sains

Kapan mulai musim kemarau 2026? Ini prediksi BMKG

Rabu, 4 Mar 2026 - 08:00 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131