Innalillahi, Warga Gaza Antre Makanan Malah Dirudal Israel

- Redaksi

Sabtu, 2 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasukan Israel menembaki warga di Bundaran Nabulsi di Gaza, Palestina. l Istimewa

Pasukan Israel menembaki warga di Bundaran Nabulsi di Gaza, Palestina. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Tragedi memilukan terjadi di Bundaran Nabulsi di Gaza, Palestina. Pasukan Israel menembaki warga Gaza ketika warga tersebut sedang mengerumuni truk-truk bantuan yang mengangkut makanan.

Diberitakan Aljazeera, Kementerian Kesehatan Palestina mencatat setidaknya 112 orang tewas dan lebih dari 750 orang lainnya luka-luka atas serangan tersebut.

Atas kejadian berdarah yang memilukan itu, beberapa negara turut mengecam aksi pasukan israel tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kementerian Luar Negeri Palestina bereaksi terhadap insiden tersebut dalam sebuah unggahan di platform media sosial X. Palestina menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu “mengabaikan pembantaian di bundaran Nabulsi” dan mengatakan bahwa Netanyahu merupakan “wajah politik” dari Itamar Ben-Gvir, menteri keamanan nasional sayap kanan Israel.

Reaksi Negara Arab dan China 

Reaksi keras atas kekejaman Zionis pun datang dari Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning. Ia mengatakan bahwa Beijing terkejut dengan insiden tersebut dan mengutuk keras pembunuhan tersebut.

“China mendesak pihak-pihak terkait, terutama Israel, untuk segera melakukan gencatan senjata dan mengakhiri pertempuran, dengan sungguh-sungguh melindungi keselamatan warga sipil, memastikan bantuan kemanusiaan dapat masuk dan menghindari bencana kemanusiaan yang lebih serius,” kata Mao, Jumat (1/3/2024).

Mao pun menekankan, bahwa Israel wajib menghormati hukum internasional.

Demikian dengan Kementerian Luar Negeri Qatar, Doha mengatakan bahwa pihaknya mengutuk “dengan sangat keras” pembantaian keji yang dilakukan oleh penjajah Israel” dan menyerukan “tindakan internasional yang mendesak” untuk menghentikan serangan di Gaza.

Baca Juga :  Israel Hancurkan Bangunan Warga Palestina di Yerusalem, 13 Orang Terluka

“Pengabaian Israel terhadap nyawa warga Palestina pada akhirnya akan merusak upaya internasional yang bertujuan untuk mengimplementasikan solusi dua negara dan dengan demikian membuka jalan bagi perluasan siklus kekerasan di wilayah tersebut,” demikian pernyataan Qatar

Demikian pula, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengutuk kematian tersebut dan menegaskan kembali “perlunya mencapai gencatan senjata segera”.

Jeddah memperbarui “tuntutannya kepada masyarakat internasional untuk mengambil posisi tegas untuk mewajibkan Israel menghormati hukum kemanusiaan internasional, segera membuka koridor kemanusiaan yang aman, mengizinkan evakuasi korban terluka dan memungkinkan pengiriman bantuan.

Turki menuduh Israel melakukan “kejahatan kemanusiaan lainnya” dan mengutuk warga Palestina di Gaza yang mengalami “kelaparan” saat warga sipil berjuang untuk mendapatkan pasokan makanan yang paling mendasar.

“Ini fakta, bahwa Israel menargetkan warga sipil tak berdosa yang sedang mengantri bantuan kemanusiaan adalah bukti bahwa [Israel] bertujuan secara sadar dan kolektif untuk menghancurkan rakyat Palestina,” kata Kementerian Luar Negeri Turki.

Di Iran, pihak berwenang menggambarkan insiden tersebut sebagai “serangan biadab oleh rezim Zionis”.

Reaksi Barat

Dari belahan barat, Menteri Luar Negeri Prancis, Stephane Sejourne menyatakan bahwa negaranya tak akan menerapkan ‘Standar Ganda’ dalam konflik yang terjadi antara Israel dengan Palestina.

Pihaknya akan turun melakukan penyelidikan independen atas apa yang dilakukan oleh Israel.

Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa para pencari bantuan Palestina “menjadi sasaran tentara Israel” dan menyatakan “kecaman keras terhadap penembakan ini.”

Baca Juga :  Israel Ingin Jalin Hubungan dengan Arab Saudi dan Indonesia dalam Kesepakatan Abraham

Uni Eropa dan Jerman bergabung dalam seruan untuk melakukan penyelidikan Ursula von der Leyen, presiden Komisi Eropa, mengatakan pada hari Jumat bahwa ia sangat terganggu oleh gambar-gambar dari Gaza, maka setiap upaya harus dilakukan untuk menyelidiki apa yang terjadi dan memastikan transparansi.

Sebelumnya, diplomat tertinggi Uni Eropa, Josep Borrell, yang memposting di X, mengecam insiden tersebut sebagai “pembantaian”.

Menteri luar negeri Spanyol, Italia, Belgia dan Portugal juga berbicara menentang kematian para pencari bantuan. Jerman, pendukung setia Israel, bergabung dengan seruan untuk menuntut “penjelasan” dari Israel.

“Orang-orang menginginkan pasokan bantuan untuk diri mereka sendiri dan keluarga mereka dan mendapati diri mereka tewas,” tulis Menteri Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock, di X.

“Laporan-laporan dari Gaza mengejutkan saya. Tentara Israel harus menjelaskan sepenuhnya bagaimana kepanikan massal dan penembakan bisa terjadi.”

Sementara, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan bahwa Washington sedang memeriksa mengenai pembunuhan tersebut dan bahwa insiden tersebut akan mempersulit upaya-upaya untuk menengahi gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

Sementara itu, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengadakan pertemuan darurat tertutup pada hari Kamis malam, namun gagal mengeluarkan pernyataan yang mengutuk pembunuhan tersebut setelah AS keberatan untuk menyalahkan Israel.

Wakil Duta Besar AS untuk PBB Robert Wood mengutuk kematian tersebut sebelum memasuki ruangan, namun setelah keluar, ia mengatakan bahwa AS “tidak memiliki semua fakta di lapangan”.

Berita Terkait

Iran nyatakan perang skala penuh vs Israel dan AS cs, Donald Trump siap
700 lebih perusahaan bangkrut, 800 antre! PHK massal di AS
Arab Saudi dan UEA butuh 1,5 juta lebih pekerja bidang AI
Mohammed Taufiq Johari: Dari Unisba Bandung jadi Menpora Malaysia, magang di Garut, istri WNI
Suasana Natal di Gaza yang penuh keprihatinan
Fenomena ratusan sinkhole di Turkiye, pernah terjadi di Sukabumi, ini pemicunya
Pemukim Yahudi di Tepi Barat bertambah signifikan, PBB murka
Korupsi Rp556 miliar, eks Menteri Olah Raga China dihukum mati

Berita Terkait

Kamis, 1 Januari 2026 - 11:00 WIB

Iran nyatakan perang skala penuh vs Israel dan AS cs, Donald Trump siap

Rabu, 31 Desember 2025 - 03:20 WIB

700 lebih perusahaan bangkrut, 800 antre! PHK massal di AS

Senin, 29 Desember 2025 - 01:43 WIB

Arab Saudi dan UEA butuh 1,5 juta lebih pekerja bidang AI

Jumat, 26 Desember 2025 - 21:09 WIB

Mohammed Taufiq Johari: Dari Unisba Bandung jadi Menpora Malaysia, magang di Garut, istri WNI

Jumat, 26 Desember 2025 - 03:00 WIB

Suasana Natal di Gaza yang penuh keprihatinan

Berita Terbaru

Kasim, buruh migran asal Sukabumi mengadu nasib di Benua Amerika awal abad ke-19. - Tropenmuseum

Khazanah

Kisah Kasim, pria berkutil asal Sukabumi jadi TKI sejak 1919

Kamis, 1 Jan 2026 - 12:32 WIB

Ilustrasi suasana belajar di kampus - sukabumiheadline.com

Pendidikan

Daftar jurusan kuliah paling dibutuhkan pada 2030

Kamis, 1 Jan 2026 - 07:38 WIB