sukabumiheadline.com – Warga Sukabumi, Jawa Barat, mungkin sudah banyak yang mengetahui keberadaan Istana Presiden di kawasan Pantai Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Istana ini berdiri megah bak menantang gelombang, berlokasi di Tenjoresmi, Desa Citepus.
Namun, mungkin belum banyak yang tahu bagaimana suasana di sekitar istana yang dulu sering dikunjungi Presiden RI pertama, Ir. Soekarno, tersebut.
Untuk memasuki bagian dalam istana memang tidak bisa sembarangan. Namun, banyak wisatawan yang mengunjungi bagian pantai tepat di depan bawah bangunan yang diberi nama Pesanggrahan Tenjoresmi itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rekomendasi Redaksi: Mengenang Lie Kiat Teng, Mualaf dari Sukabumi Jadi Menteri Kesehatan dan Politikus PSII
Bekas vila
Meskipun statusnya milik negara, namun Istana Presiden Palabuhanratu tidak dibangun oleh pemerintah. Diketahui, bangunan tersebut pada awalnya milik Mayor Mantiri.
Informasi dihimpun, pada awalnya Presiden RI Pertama Soekarno jatuh hati dengan sebuah bangunan yang berdiri di atas tebing karang yang menghadap ke Teluk Palabuhanratu itu.
Baca Juga:

Setelah mencari tahu pemilik vila, bangunan di atas lahan sekira 1500 meter persegi itu Mayor Mantiri yang diberi nama Vaya con Dios.
Soekarno kemudian membeli lahan di sekitar lokasi yang jauh lebih luas. Kemudian, ia mengajak Mantiri untuk berunding. Peristiwa terjadi pada 1954 silam.
Dalam perundingan itu, mengajak Mantiri untuk tukar guling lahan. Karena melihat lebih luas lahan yang ditawarkan Bung Karno, akhirnya Mantiri menyetujui permintaan Bung Karno.

Lahan yang milik Bung Karno yang ditukar guling itu kemudian dikenal sebagai lokasi Hotel Bayu Amrta. Sedangkan vila milik Mantiri kemudian diberi nama Pesanggrahan Tenjo Resmi atau populer disebut sebagai Istana Presiden.
Mengutip dari laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, pembangunan Pesanggrahan Tenjoresmi melibatkan dua arsitek Indonesia, perancang Masjid Istiqlal, yakni F.S.Silaban, dan satu lagi adalah RM. Soedarsono.
Baca Juga:

Bangunan bernama Pesanggrahan Tenjoresmi ini memiliki fasad menghadap ke arah timur laut. Dari arah depan terlihat seperti bangunan berlantai satu. Tetapi jika dilihat dari arah laut, bangunan ini memiliki 3 tingkat, yaitu basement, lantai 1 dan 2.
Konon, tempat ini oleh Bung Karno dijadikan lokasi untuk bertemu secara metafisik dengan penguasa Pantai Selatan Nyai Roro Kidul.
Rekomendasi Redaksi: Mengenal Szetu Mei Sen, pria asal Sukabumi penerjemah kesayangan Bung Karno

Diketahui, Pesanggrahan Tenjo Resmi, Istana Presiden mengatakan dari sederet pergantian Presiden RI. Hanya Presiden Megawati lah yang pernah sengaja bermalam di pesanggrahan tersebut. Selepas itu, beberapa presiden hanya pernah singgah untuk beristirahat dan menyantap jamuan makan.
Baca Juga:
Diketahui, sepanjang berdirinya istana tersebut, sejumlah kepala negara pernah mengunjungi Pesanggrahan Tenjoresmi. Mereka antara lain, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Megawati Soekarnoputri, dan terakhir Joko Widodo. Selain itu, sejumlah menteri kabinet juga pernah mengunjunginya.
Salah satu yang menarik dari Istana Presiden ini, adalah ruangan utama yang memiliki kaca lebar di bagian kiri dan kanan menghadap ke Teluk Palabuhanratu.
Pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, kaca tersebut kemudian diganti dengan material kaca anti peluru. Namun demikian, SBY sendiri hingga berakhir masa jabatannya selama sepuluh tahun (dua periode) tidakk pernah mengunjungi Pesanggrahan Tenjoresmi.