Jalan Rusak Dikomentari Sinis Warga, Kali Ini di Kecamatan Simpenan Sukabumi

- Redaksi

Kamis, 31 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalan rusak di Cimalaka. l Facebook Rachmawati Rendra

Jalan rusak di Cimalaka. l Facebook Rachmawati Rendra

SUKABUMIHEADLINE.com l SIMPENAN – Kondisi jalan rusak kembali dikeluhkan warga Kabupaten Sukabumi. Setelah sebelumnya warga Kecamatan Sukalarang, kali ini giliran warga Kampung Cimalaka, Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan.

Unggahan oleh akun Rachmawati Rendra di media sosial Facebook mendapat berbagai respons dari netizen Sukabumi.

“Alhamdulillah dugika lecet,pegel” mah tos teu diraos da jalan licin batu (Alhamdulillah sampai saat lecet dan pegal pegal mah sudah tidak dirasa karena jalan licin dan berbatu-red),” tulisnya pada Senin (28/3/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“hawatos lami dijalan bade ka Desa Cimalaka.ke arah jalan simpenan nganggo jalan warung kiara.mugia aya pihak terkait anu tiasa merhatoskeun (kasihan lama di jalan mau ke desa Cimalaka, ke arah jalan Simpenan melalui jalan Warungkiara. Semoga ada pihak terkait yang memperhatikan-red),” lanjutnya, dikutip sukabumiheadline.com, Kamis (31/3/2022) dinihari.

Akun Edo Rizqi Suhendi malah memberikan komentar lucu dengan menyebut lebih baik dan membandingkan jalan mulus, tetapi banyak terdapat polisi tidur.

“Mending keneh kitu puguh nyeuri cangkeng oge,drpd leucir rentul tanggul baradag (lebih baik begitu sakit pinggang juga, dari pada mulus banyak terdapat tanggul besar-red),” kata dia.

Komentar sinis juga ditulis akun Ziar Lazuardi Fitriyana yang menyebut jika wilayah selatan Kabupaten Sukabumi hanya dijadikan jualan saat kampanye saja.

“Daerah selatan itu peliharaan calon Bupati utk jual janji saat pilkada.
Termasuk jual janji dua periode, tiga periode (daerah selatan itu peliharaan calon bupati untuk jual janji dua periode, tiga periode-red),” timpal Ziar.

Berita Terkait

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu
Kurun September-Oktober 2026 ada 86 kebakaran hutan di Sukabumi, sebagian karena iseng
DPRD Kabupaten Sukabumi minta DPTR naik kelas jadi A, tapi jangan sekadar berubah

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:26 WIB

Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:36 WIB

Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 01:30 WIB

Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terbaru