Jalan Tol Bocimi Seksi 2 kembali ditutup total, kapan dibuka lagi?

- Redaksi

Rabu, 17 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gerbang Tol Bocimi Seksi 2. - Istimewa

Gerbang Tol Bocimi Seksi 2. - Istimewa

sukabumiheadline.com – Usai melayani arus mudik dan balik libur Idul Fitri 2024, Jalan Tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) Seksi 2 kembali ditutup total sejak Senin (15/4/2024) lalu.

Seperti diketahui, penutupan akibat musibah longsor di KM 64.600 yang terjadi sebelum Lebaran lalu. Jalan tol tersebut juga sempat kembali difungsikan satu arah pada saat arus mudik dan balik beberapa hari lalu.

Dibuka Juli 2024

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengatakan pihaknya baru akan menangani musibah longsor di Jalan Tol Bocimi KM 64.600 usai hari raya Idul Fitri tahun ini.

“Saya ingin full speed, setelah lebaran. Tapi ini sudah pada libur dan ini hari besar lebaran, saya kira kesempatan untuk libur dulu sampai tanggal 15, baru full speed untuk penanganan permanen,” imbuhnya.

Untuk penanganan permanen di lokasi jalur Tol Bocimi Seksi 2 yang terdampak longsor tersebut, diprediksi akan membutuhkan waktu sekira dua hingga tiga bulan. Dengan demikian, paling lambat jalan tol yang baru satu tahun diresmikan tersebut kembali beroperasi.

“Jadi, jalur yang dibuka sementara adalah Jalur B. Tapi, itu hanya arah dari Jakarta. Nah, sebelah sana yang difungsikan. Nanti kalau arus balik kita pakai satu arah, tapi hanya sebelah sana,” kata Basuki.

“Tadi ada dua opsi, kita tangani ini atau kita teruskan. Nah itu kan ada jembatan tuh, kita teruskan ke sini, cuman waktu safety kita masih berani tanpa jembatan, supaya lebih cepat kalau pembangunan jembatan dilakukan disini bisa lebih 5 bulan waktunya,” timpalnya.

Menurutnya, ini bukan gerakan tanah, tapi longsoran tanah timbunan saat pembangunan dulu. Karena curah hujan yang tinggi, kita lihat vegetasi di sekitarnya pohon-pohon pisang dan sebagainya masih tegak, berarti memang bukan gerakan tanah, tapi material longsoran saja.

Untuk itu, ia menilai peristiwa tersebut terjadi bukan karena konstruksi bangunan yang buruk. Tetapi, karena faktor cuaca atau curah hujan yang tinggi. Terlebih lagi, dititik lokasi kejadian terdapat timbunan tanah.

Pihaknya mengaku, akan berusaha untuk menangani secara temporer dan pada tiga hari ini, ia akan subpile. Setelah itu, pada Senin (8/4/2024) pihaknya akan monitor dan melalukan tes terlebih dahulu untuk bisa diupayakan Jalur B di Jalan Tol Bocimmi ini, dapat digunakan untuk jalur mudik.

Berita Terkait

Polisi grebek warung penjual miras di Sukabumi, pelaku diamankan
Jalan Kabupaten Sukabumi masih hancur, warga: Baligo Asep Japar ‘dicatat malaikat’, lebay
Pemburu satwa dilindungi di Jampang Kulon Sukabumi cabuti bulu Elang Brontok hidup
Ngeri! Rumah warga Sukabumi ambruk dipicu longsor
Gudang miras oplosan dan ilegal di Sukabumi digrebek polisi, ratusan botol disita
UI beri bantuan untuk pemulihan sosial dan lingkungan di Sukabumi
Trik pemuda Gunungguruh Sukabumi edarkan belasan ribu butir obat terlarang
Pimpinan DPRD: Terus berkarya untuk Indonesia dan Kabupaten Sukabumi

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 03:00 WIB

Jalan Kabupaten Sukabumi masih hancur, warga: Baligo Asep Japar ‘dicatat malaikat’, lebay

Minggu, 1 November 2026 - 16:43 WIB

Pemburu satwa dilindungi di Jampang Kulon Sukabumi cabuti bulu Elang Brontok hidup

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Ngeri! Rumah warga Sukabumi ambruk dipicu longsor

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Gudang miras oplosan dan ilegal di Sukabumi digrebek polisi, ratusan botol disita

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:00 WIB

UI beri bantuan untuk pemulihan sosial dan lingkungan di Sukabumi

Berita Terbaru

VinFast VF 3 - VinFast

Otomotif

Intip spesifikasi VinFast VF 3, SUV mungil versi termurah

Senin, 2 Nov 2026 - 18:23 WIB

Ilustrasi remaja perempuan dan orang tua memakai kacamata - sukabumiheadline.com

Kesehatan

Tips memilih kacamata minus berdasarkan usia

Senin, 2 Nov 2026 - 17:00 WIB