Kebakaran hutan dan lahan di Sukabumi, 4 hektare hangus

- Redaksi

Jumat, 28 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi aktivitas pemadam kebakaran hutan - sukabumiheadline.com

Ilustrasi aktivitas pemadam kebakaran hutan - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Geulis,bKampung Ciroyom, Desa/Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menghanguskan sedikitnya 4 hektare ladang warga dan hutan bambu, sejak Selasa (25/8/2026).

Hingga Rabu (26/8/2026), dilaporkan kobaran api dengan asap pekat dilaporkan sempat melalap kawasan hutan di dekat Kampung Ciroyom tersebut. Api mulai terlihat sekitar pukul 18.00 WIB dan dengan cepat membakar ladang warga serta hutan bambu.

Kondisi vegetasi di lahan yang kering dan angin kencang, juga dinilai menjadi salah satu faktor terjadinya karhutla hingga membuat kobaran api mudah merambat. Bahkan, api dilaporkan sempat mendekati permukiman warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hanguskan 4 hektare lahan

Secara terpisah, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Pabuaran, Yogi menuturkan insiden ini bermula pada Selasa. Saat itu, kobaran api masih menyala dan dikhawatirkan terus merembet mendekati rumah-rumah penduduk.

“Berdasarkan informasi warga sekitar, terjadi kebakaran ladang warga dan hutan bambu yang menyebabkan area terbakar meluas sekitar 4 hektare,” ujar Yogi dalam keterangannya, dikutip Jumat (28/8/2026).

Di lokasi kejadian, tim gabungan yang terdiri dari P2BK Pabuaran, Damkar, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Tagana, Forkopimcam, serta warga setempat sempat berjibaku memadamkan api.

Atas insiden ini, Yogi memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Yogi menjelaskan, api menyebar dengan cepat karena dipicu oleh banyaknya vegetasi bambu dan kondisi lahan yang mengering.

Kendati demikian, Yogi menuturkan fokus utama petugas dalam proses evakuasi tersebut, yakni melindungi pemukiman warga dari rambatan api. Terkait pemicu kebakaran, otoritas terkait masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Penyebab kejadian masih dalam kajian,” jelas Yogi.

Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan lanjutan dari otoritas berwenang ihwal korban maupun penyebab pasti karhutla yang melanda kawasan Gunung Geulis di Sukabumi tersebut.

Berita Terkait

Jembatan Cipamatutan Sukabumi lapuk, retak, bolong dan rawan ambruk
Lecehkan 3 siswi PKL, PNS Dishub Kabupaten Sukabumi ini terancam penjara 5-15 tahun
Sukabumi jadi daerah dengan Tagana terbanyak
DPRD Kabupaten Sukabumi putuskan Renja 2027
Bukan satu, PNS Dishub Kabupaten Sukabumi diduga lakukan pencabulan terhadap 3 siswi PKL
DPRD Kabupaten Sukabumi setujui Perubahan APBD 2026
Oknum PNS Dishub Kabupaten Sukabumi diduga lecehkan siswi PKL
Kolaborasi haram dua pria Kalapanunggal dan Kabandungan Sukabumi maling domba

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 16:52 WIB

Jembatan Cipamatutan Sukabumi lapuk, retak, bolong dan rawan ambruk

Jumat, 18 September 2026 - 16:53 WIB

Sukabumi jadi daerah dengan Tagana terbanyak

Kamis, 17 September 2026 - 23:30 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi putuskan Renja 2027

Kamis, 17 September 2026 - 17:42 WIB

Bukan satu, PNS Dishub Kabupaten Sukabumi diduga lakukan pencabulan terhadap 3 siswi PKL

Rabu, 16 September 2026 - 21:37 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi setujui Perubahan APBD 2026

Berita Terbaru