20.4 C
Sukabumi
Senin, Juli 22, 2024

5 kecamatan terluas dan tersempit, persentase terhadap luas Kabupaten Sukabumi

sukabumiheadline.com - Kabupaten Sukabumi merupakan daerah terluas...

Piala Presiden 2024 hari ini, Persib vs Borneo FC, kans debut pemain anyar Maung Bandung

sukabumiheadline.com - Punggawa anyar Maung Bandung berpotensi...

Kenali Nama 12 Puncaknya, 5 Fakta Gunung Salak di Sukabumi – Bogor Disebut Keramat

Gaya hidupKenali Nama 12 Puncaknya, 5 Fakta Gunung Salak di Sukabumi - Bogor Disebut Keramat

sukabumiheadline.com l Fakta Gunung Salak sebagai gunung yang tak asing lagi bagi warga di wilayah Kabupaten Sukabumi dan Bogor, Jawa Barat. Hal itu karena keberadaan terletak di perbatasan kedua kabupaten tersebut.

Namun, bagaimana dengan fakta-faktanya yang lain? Gunung yang secara geografis terletak di wilayah Bogor dan Sukabumi dengan ketinggian 2.211 mdpl ini kerap kali menjadi perbincangan masyarakat.

Diketahui, sejak tahun 2003, gunung ini dikelola sebagai Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS).

Gunung yang populer di Jawa Barat ini sendiri memiliki berbagai fakta unik dan menarik untuk dibahas.

Merangkum dari berbagai sumber, berikut fakta Gunung Salak yang membuat wisatawan berpikir seribu kali mendaki salah satu puncaknya. Simak tulisan berikut.

Sebagian pendaki lokal sudah tak asing lagi dengan puncak puncak pendakian di Gunung Salak.

Diketahui Gunung Salak memiliki lebih dari 7 puncak. Namun lebih dikenal di antaranya Puncak 7 (Fajar Kencana), Puncak 8 (Benteng Merah), Puncak 9 (Benteng Hijau), Puncak 10 (Salak Impesa), Puncak 11 (Sumbul), dan Puncak 12 (Keramat).

Hanya, puncak yang biasanya dinikmati para pendaki meliputi Puncak 1 (Puncak Manik) dan Puncak 2 (Puncak Prabu). Puncak Salak 1 inilah yang memiliki ketinggian 2.211 mdpl dan banyak diburu pendaki.

Namun, jangan salah. Medan untuk mencapai puncak Gunung Salak itu terkenal terjal dan menantang. Apalagi Gunung Salak masih terkenal keramat di kalangan warga lokal Sukabumi dan Bogor.

Baca Juga:

Cinta Laura Punya 11 Sekolah di Pelosok Kampung, Salah Satunya di Kaki Gunung Salak

Sejarah Terbentuknya Kawah Ratu, Warga Sukabumi Wajib Tahu

Bikin Panik, 5 Remaja Cicurug Sukabumi Hilang Ditemukan Selamat

Puncak tersebut diketahui jarang dikunjungi oleh wisatawan karena dianggap angker dan memiliki medan yang sulit dilalui.

Untuk jalur pendakiannya ada 6 Jalur Pendakian Gunung Salak. Kawasan ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Di antaranya, jalur pendakian Ajisaka dengan perjalanan 140 menit, Cidahu 90 menit, Pasar Rengit 70 menit, dan Cimalati 120 menit. Seeta Curug Pilung dan Curug Nangka.

1. Masuk dalam Gunung Berapi yang Aktif

Puncak Gunung Salak di perbatasan Kabupaten Sukabumi dan Bogor. l Istimewa
Puncak Gunung Salak di perbatasan Kabupaten Sukabumi dan Bogor. l Istimewa

Hingga saat ini, Gunung Salak masih tercatat sebagai salah satu gunung yang aktif di Indonesia. Gunung Salak sendiri pernah meletus sebanyak 7 kali sejak tahun 1600-an hingga 1900-an.

Terakhir kali meletus pada tahun 1938 berupa erupsi freatik di Kawah Cikuluwung Putri. Sedangkan pada tahun 1966 merupakan erupsi terbesar yang terjadi. Baca lengkap: Dua Kali Meletus dan Berulangkali Erupsi, Mengenal Gunung Salak dari Catatan Sejarah

2. Memiliki Banyak Curug

Pesona alam Gunung Salak tetap tak bisa terlewatkan meskipun kerap dianggap angker. Apalagi keindahan curug-curugnya yang luar biasa.

Dalam Gunung Salak terdapat beberapa curug, di antaranya Curug Cigamea, Curug Seribu, Curug Ngumpet, Curug Pangeran, Curug Nangka, Curug Luhur, dan lainnya.

Saat akan menuju curug pun banyak pemandangan hutan asri yang disuguhkan dan dapat dilihat sepanjang perjalanan.

Baca Juga: 

5 Bukit Indah di Wilayah Utara Sukabumi, Murmer dan Cocok untuk Berakhir Pekan

Mencari Ketenangan? Kunjungi 5 Lokasi Wisata Alam di Utara Sukabumi Ini

Suguhan Keindahan, Sejauh Mata Memandang dari Helipad Kabandungan Sukabumi

3. Dipercaya Sebagai Gunung yang Angker dan Pantangan

Para pendaki Gunung Salak di perbatasan Kabupaten Sukabumi dan Bogor. l Istimewa
Para pendaki Gunung Salak di perbatasan Kabupaten Sukabumi dan Bogor. l Istimewa

Gunung Salak sempat dianggap sebagai gunung terangker oleh masyarakat di Jawa Barat. Hal tersebut dikarenakan banyaknya para pendaki yang hilang dan meninggal dunia saat mendaki puncak Gunung Salak.

Bahkan, peristiwa mistis kerap terjadi di gunung tersebut menurut warga setempat. Banyak pula penduduk yang percaya bahwa lereng Gunung Salak dijaga oleh makhluk gaib. Baca lengkap: Asal-usul Nama dan 5 Cerita di Balik Kemegahan Gunung Salak Sukabumi

Makhluk tersebut dipercaya adalah seorang raja paling terkenal sepanjang zaman berwujud Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi. Baca lengkap: Mengenal 3 Pasukan Elite Prabu Siliwangi dan Kampung Setan di Gunung Salak Sukabumi

Gunung Salak memiliki beberapa pantangan yang tak boleh dilanggar ketika dikunjungi. Seperti memetik bunga anggrek sembarangan dan menanyakan keberadaan buah salak di Gunung Salak.

Hal itu disebabkan, nama Gunung Salak berasal dari bahasa sansekerta ‘Salaka’ yang memiliki arti perak sehingga berarti ‘Gunung Perak’ bukan berasal dari buah salak.

Baca Juga:

Mengenal 5 Makam Keramat yang Berada di Gunung Salak Sukabumi-Bogor

4. Rumah Bagi Beragam Flora dan Fauna

Gunung Salak menjadi wilayah yang kaya akan keanekaragaman flora dan fauna dengan vegetasi hutan lebat yang dimiliki. Salah satu flora yang paling terkenal adalah tanaman anggreknya.

Anggrek di sana memiliki banyak jenis yang eksotis, tumbuh merata dan tersebar di seluruh bagian Gunung Salak.

Kawasan Gunung Salak juga menjadi rumah yang nyaman bagi banyak fauna. Dengan kondisi hutan yang lembab dan jarang dijamah manusia, ada banyak reptil seperti ular ular sanca kembang, ular siput dan ular tangkai.

Selain binatang reptil, terdapat juga katak pohon, ayam hutan merah, bunglon, burung kuda dan lainnya. Beberapa fauna yang termasuk langka misalnya adalah macan tutul, owa jawa, surili dan juga elang jawa.

5. Terlarang untuk Dunia Penerbangan

Tragedi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak pastinya tak dapat dilupakan. Pesawat yang membawa penumpang sebanyak 54 orang tersebut mengudara di atas Gunung Salak.

Namun, pesawat menghilang tiba-tiba di radar dan hilang kontak. Naasnya pesawat tersebut menabrak salah satu dinding gunung yang terjal.

Pesawat itu pun langsung hancur berkeping-keping karena melaju dengan kecepatan ratusan kilometer per jam sehingga tak ada satu pun penumpang yang selamat dalam peristiwa maut tersebut.

Bagi dunia penerbangan, kawasan tersebut dianggap maut dan tidak boleh dilalui. Korban Sukhoi di Gunung Salak adalah salah satu dari sekian banyak kejadian pesawat atau helikopter jatuh di wilayah ini.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer