sukabumiheadline.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menyerahkan 179 pohon dari 73 jenis tanaman langka Nusantara kategori Least Concern dalam daftar merah IUCN kepada masyarakat di Kabupaten Sukabumi melalui program BRIN Peduli Lingkungan.
Penyerahan yang dikemas dengan penanaman pohon dilakukan di Kecamatan Jampang Tengah oleh jajaran pemerintah daerah serta tokoh masyarakat di Kabupaten Sukabumi.
Tanaman yang diserahkan merupakan hasil kegiatan penelitian Organisanisasi Riset Ilmu Pengetahuan Hayati – BRIN bekerjasama dengan PT Astra Internasional TBK., di antaranya terdapat tanaman endemik jawa Pinanga javana dan tanaman yang terancam punah di alamnya yaitu Mangifera casturi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Kebun Raya Cibinong Arief Hidayat mengatakan program penanaman kali ini disamping bertujuan untuk mengkonservasi tumbuhan langka Nusantara juga sekaligus mengenalkan kembali flora yang menjadi identitas daerah tersebut.
Flora identitas provinsi Jawa Barat yaitu Gandaria (Bouea macrophylla ) dan untuk flora identitas Kabupaten Sukabumi adalah Gutta Percha (Palaquium gutta).
Arif berharap agar semua tanaman yang diberikan bisa dirawat sehingga proses konservasi bisa berlanjut dengan melibatkan semua lapisan masyarakat.
“Kedua flora identitas tadi dapat dilestarikan setidaknya dengan cara menanam di halaman kantor pemerintahan,” katanya.
Tokoh masyarakat Jampang Tengah, Abdurohman mengapresiasi program BRIN tersebut merasa karena akan berdampak pada terlindunginya flora asli Jawa Barat yang sudah langka dan hampir punah.
“Saya punya cita-cita ingin mengembalikan suasana alam seperti dahulu lagi, ketika wudhu kita menggunakan pancuran mata air pegunungan, ketika ingin makan ikan tinggal ngambil ke sungai. Mudah-mudahan dengan penanaman ini dapat mengembalikan kelestarian alam,” harapnya.
Program BRIN Peduli Lingkungan tidak berhenti sampai penanaman, karena secara berkala akan dimonitor pertumbuhannya. Jika ada yang mati akan disulam dengan pohon baru. Hal ini dilakukan guna memastikan dan mengajak masyarakat akan pentingnya kelestarian alam terhadap nilai manfaat baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Gutta Percha
Gutta-percha adalah bahan yang berasal dari pohon percha yang digunakan dalam kedokteran gigi dan medis. Gutta-percha juga dikenal sebagai getah perca.
Gutta-percha memiliki berbagai kegunaan, di antaranya sebagai bahan pengisi saluran akar gigi, bahan tambalan permanen di saluran akar, bahan untuk mengoleskan obat ke kulit, bahan untuk menutupi pembalut basah, dan bahan untuk membuat instrumen bedah.
Selain itu, getah Percha juga dimanfaatkan untuk bahan untuk membuat bola golf, bahan untuk membuat aksesoris, dan bahan untuk melapisi kabel bawah laut.
Gutta Percha memiliki karakteristik sebagai berikut: Biokompatibel, Tahan lama, Tidak mudah ternoda, Waterproof, Mudah dipadatkan.
Beberapa waktu lalu, Gutta Gercha asal Kabupaten Sukabumi, tetiba menggegerkan dunia. Hal itu terjadi setelah banyak warga di daratan Eropa dan Amerika menemukan bongkahan Percha berbentuk bulat dengan tulisan TJIPETIR di tepian pantai. Baca selengkapnya: Ingat Gutta Percha Tjipetir tercecer di laut Eropa? Ini 18 kecamatan di Sukabumi penghasil getah karet
Gandaria

Gandaria, dalam bahasa Latin Bouea macrophylla Griff, atau nama lokal lainnya jatake atau kundang. Selain Indonesia, tanaman ini juga terdapat Malaysia. Tanaman ini juga tumbuh di daerah tropis, dan banyak dibudidayakan di Sumatra dan Thailand.
Tanaman dari ordo Sapindales dan famili Anacardiaceae tersebut dimanfaatkan buah, daun, dan batangnya. Buah gandaria berwarna hijau saat masih muda, dan sering dikonsumsi sebagai rujak atau campuran sambal gandaria. Buah gandaria yang matang berwarna kuning, memiliki rasa kecut-manis dan dapat dimakan langsung.
Daunnya yang masih muda digunakan untuk sayuran, khususnya untuk lalap. Buahnya berair, rasanya manis-masam. Tumbuhan ini bisa langsung dimakan seusai dipetik dari pohonnya. Sedangkan sewaktu masih muda, buahnya bisa dibuat sambal, rujak, dimakan langsung atau untuk lalap.
Gandaria adalah flora identitas Sukabumi, Jawa Barat. Kayunya dapat digunakan untuk membuat sarung keris dan daunnya digunakan untuk obat. Batang gandaria dapat digunakan sebagai papan.
Tanaman yang memiliki nama lain, Bouea gandaria Bl, ini tumbuh dengan baik dari ketinggian 5-800 mdpl maupun di hutan dataran rendah dengan ketinggian 300 mdpl, tetapi dalam pembudidayaan telah berhasil ditanam pada ketinggian sekira 850 m dpl.