Kereta wisata KA Jaka Lalana mulai 14 Desember, Kabupaten Sukabumi tidak siap

- Redaksi

Jumat, 5 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com – Pengoperasian kereta pariwisata KA Jaka Lalana relasi Jakarta-Bogor-Sukabumi-Cianjur tinggal menunggu hitungan jari, kereta yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) tersebut dijadwalkan meluncur pada 14 Desember 2025. Baca selengkapnya: Jakarta-Bogor-Sukabumi-Cianjur dilayani Kereta Wisata Jaka Lalana mulai 14 Desember

Namun di sisi lain, publik menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi secara umum tidak atau belum melakukan upaya konkret, mempersiapkan daerahnya menyambut wisatawan luar daerah yang diprediksi bakal meningkat signifikan. Baca selengkapnya: Turis ke Sukabumi akan dilayani kereta wisata KA Jaka Lalana

Di sisi lain, penataan kawasan wisata di wilayah utara penting sebagai kanalisasi agar wisatawan tidak hanya mengunjungi wilayah selatan. Alih-alih berlibur menikmati pemandangan alam, kemacetan parah di lokasi berulangkali dikeluhkan wisatawan. Baca selengkapnya: 5 kesan negatif berwisata ke Sukabumi menurut wisatawan luar daerah

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Stasiun KA di Sukabumi disinggahi Kereta Wisata Jaka Lalana 

Stasiun KA Cicurug - Ist
Stasiun KA Cicurug – Ist

Kereta Wisata Jaka Lalana akan berangkat dari Stasiun Gambir dan berhenti di total 17 stasiun.

Sementara itu, ada 6 stasiun di wilayah Sukabumi (5 kabupaten dan 1 kota) yang akan disinggahi, yakni Cicurug, Cibadak, Cisaat, lalu memasuki Stasiun KA Kota Sukabumi. Selanjutnya, Stasiun KA Gandasoli dan Cireunghas.

Dengan demikian, kereta ini tidak singgah di Stasiun Cigombong di Kabupaten Bogor, dan Stasiun Parungkuda di Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga: Pilih KA Jaka Lalana, trik liburan Tahun Baru ke Sukabumi bebas macet versi Dirlantas Polri

Kabupaten Sukabumi siap menerima lonjakan jumlah wisatawan?

Pemkab Sukabumi diminta berbenah

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Agus Mulyadi berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi berbenah menyambut wisatawan yang diprediksi jumlahnya bakal meningkat signifikan.

Baca Juga :  Kabupaten Sukabumi berapa? Kemenkes ungkap 3 kelompok penyandang HIV terbanyak

Pria yang juga pengusaha restoran tersebut berharap segera dilakukan penataan dari mulai stasiun hingga kawasan wisata.

“Penataan kawasan wisata unggulan Cicurug, Cidahu yang mempunyai daya tarik tinggi bagi pelancong dari Bogor dan Jakarta,” kata Agus Mulyadi kepada sukabumiheadline.com, Kamis (4/12/2025).

“Potensinya ada kawasan wisata di sekitar Gunung Salak,” tambah owner Restoran Umi Tambakan, Cigombong, Kabupaten Bogor itu.

Baca Juga: 12 tempat wisata di Sukabumi favorit warga Jakarta versi perusahaan transportasi

Wisata mengunjungi objek wisata gunung - sukabumiheadline.com
Wisata mengunjungi objek wisata gunung – sukabumiheadline.com

Agus juga menyarankan agar disiapkan sarana transportasi dari stasiun KA ke tempat wisata.

“Transportasi menuju lokasi harus disiapkan. Waktu tempuh ideal tidak lebih dari 30 menit dari satasiun KA,” pungkasnya.

Senada dengan Agus, Gilang Permadi, salah seorang warga berharap agar Cicurug –salah satu setasiun disinggahi KA Jaka Lalana– berbenah. Dari mulai stasiun KA hingga tempat-tempat wisata.

“Mesti bersolek Cicurugnya, feeder dari stasiun menuju tempat-tempat wisata penting banget, atau ya secara sekarang ojek online sih ya di mana-mana,” harap Gilang.

“Intinya ya Sukabumi secara keseluruhan mesti bersolek,” imbuhnya.

Rekomendasi artikel: Harga tiket Kereta Wisata Jaka Lalana: Jadwal dan stasiun di Sukabumi yang disinggahi

Pemkab Sukabumi tidak siap

Sementara itu dihubungi terpisah, Ketua Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Sukabumi Raya, Irman Firmansyah, meminta Pemkab Sukabumi tidak hanya fokus menata kawasan wisata di wilayah selatan. Menurutnya, sejumlah kawasan wisata di utara juga mendesak dibanahi.

“Di Cicurug, pasar tumpah Cimalati tiap Minggu mengganggu akses. Penting juga membenahi akses jalan, terutama ke area wisata. Selain itu, perlu ada pusat informasi wisata di stasiun-stasiun di Sukabumi,” kata dia, Jumat (5/12/2025).

Baca Juga :  Perang opini Kuasa Hukum nelayan Ciemas Sukabumi dan Kades Mandrajaya

Senada dengan Agus, Irman menyarankan sarana transportasi ke tempat wisata dipersiapkan. “Kendaraan wisata. Kalau di stasiun Sukabumi mah ada angkot charteran.

“Cisaat ada ojek, mungkin angkot akan menyusul meniru Kota Sukabumi. Cisaat, stasiunnya udah bagus juga. Kalau Cibadak akses buruk. Macet dan semrawut, jadi harus dibenahi. Kota Sukabumi lama-lama dibenahi, stasiun utamanya pindah ke Selakaso,” papar Irman.

Sementara itu, terkait kesiapan Sukabumi menyambut operasional kereta wisata, Irman menilai Pemkab Sukabumi hanya fokus kawasan wisata di wilayah selatan.

“Sebenarnya itu terefleksi dari perencanaan pariwisata kabupaten. Fokusnya jangan hanya Palabuhanratu dan Ciletuh, sementara cicurug gak digarap,” jelasnya.

“Ada program tahun 2029, tapi tidak jelas. Padahal, Cicurug itu etalase kabupaten sebelah barat, dan akses terdekat dari ibu kota untuk pariwisata,” sesal pemerhati kesejarahan itu.

Baca Juga: Fikih rekreasi: Islam menganjurkan piknik

Wisatawan mengunjungi objek wisata pantai - sukabumiheadline.com
Wisatawan mengunjungi objek wisata pantai – sukabumiheadline.com

“Cicurug juga tidak terdampak bencana alam, alias aman bagi wisatawan tapi seperti tidak sadar. Padahal, Perumda Pesona Pariwisata Kabupaten Sukabumi juga kan di situ, tetapi betah garap program yang tidak jelas,” kata Irman.

“Selatan itu belum siap secara infrastruktur, dan belum aman dari bencana. Strategi wisata yang baik adalah mengutilisasi iddle asset, sambil pengembangan bertahap yang potensial. Jangan satu kaki,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Cicurug Yudi Budimansyah, hingga tulisan ini diterbitkan tidak menjawab upaya konfirmasi, sejak Kamis (4/12/2025), terkait kesiapan wilayahnya menyambut wisatawan.

Demikian dengan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, juga tidak menjawab upaya konfirmasi terkait program dan kesiapan menyambut operasional Kereta Wisata Jaka Lalana relasi Jakarta Cianjur, via Bogor dan Sukabumi.

Berita Terkait

Mimpi buruk ibu tiri: Dari tragedi Arie Hanggara 1984 hingga Nizam asal Sukabumi 2026
Usia Harapan Hidup warga Kabupaten Sukabumi 75,12 tahun, kalah dari Garut dan Pangandaran
1 tahun Asep Japar-Andreas: Ranking IPM Kabupaten Sukabumi tetap jeblok
Kabupaten Sukabumi bukan favorit investor, meskipun punya jalan tol dan SDM/SDA melimpah
Sejarah, konsesi 50 tahun dan persentase pemegang saham Jalan Tol Ciawi-Sukabumi
Jumlah organisasi kemasyarakatan di Sukabumi: Kabupaten 666 ormas, kota?
Penduduk Sukabumi didominasi laki-laki, tapi mayoritas berumur pendek
Sukabumi berapa? Merinci pemkot dan pemkab pemilik saham bjb se-Jawa Barat dan Banten

Berita Terkait

Minggu, 22 Februari 2026 - 03:49 WIB

Mimpi buruk ibu tiri: Dari tragedi Arie Hanggara 1984 hingga Nizam asal Sukabumi 2026

Jumat, 20 Februari 2026 - 04:32 WIB

Usia Harapan Hidup warga Kabupaten Sukabumi 75,12 tahun, kalah dari Garut dan Pangandaran

Selasa, 17 Februari 2026 - 17:12 WIB

1 tahun Asep Japar-Andreas: Ranking IPM Kabupaten Sukabumi tetap jeblok

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:13 WIB

Kabupaten Sukabumi bukan favorit investor, meskipun punya jalan tol dan SDM/SDA melimpah

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:30 WIB

Sejarah, konsesi 50 tahun dan persentase pemegang saham Jalan Tol Ciawi-Sukabumi

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131