sukabumiheadline.com – Siapa tak mengenal Cindy Fatika Sari, seorang artis peran, model, dan penyanyi-penulis lagu Indonesia yang kini menetap dan berkewarganegaraan Kanada.
Perempuan kelahiran 18 Desember 1978 di Malang, Jawa Timur, ini aktif di dunia hiburan Tanah Air sejak 1992 hingga 2024.
Kehidupan pribadi
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Cindy menikah dengan aktor Tengku Firmansyah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada 11 Maret 1999.
Cindy dan Tengku Firmansyah menikah Sukabumi, karena alasan kesederhanaan dan keinginan untuk meresmikan hubungan secara khidmat. Bahkan, seperti dikutip sukabumiheadline.com dari Chanel Muslim, pernikahan yang didokumentasikan oleh KUA Sukaraja ini digelar tanpa resepsi mewah maupun bulan madu.
Dari hasil pernikahan dengan pria berdarah Aceh itu, pasangan ini dikaruniai 3 anak, termasuk anak perempuan bernama Tengku Syaira Anataya yang kini dikenal sebagai aktris. Kemudian pada 6 Desember 2003, Syaira punya adik kembar, yakni Tengku Omar Atalla dan Tengku Kianu Zimraan.

Pada 2024, Tengku dan Cindy memutuskan untuk berhenti dari dunia hiburan dengan berpindah tempat tinggal ke Edmonton, berpindah kewarganegaraan Kanada bersama suaminya, dan memilih menjalani kehidupan yang lebih tenang jauh dari sorotan media. Sejak mereka tinggal di sana, Cindy memilih untuk bekerja paruh waktu di sebuah ritel pakaian.
Karier musik, model dan aktris

Dalam bermusik, Cindy mengusung genre rock alternatif, ia bernaung di bawah label Aquarius Musikindo.
Namun, jauh sebelumnya, alumni Pemroduksian Video di Art Institute of Dallas ini mengawali kariernya di dunia hiburan dengan berpartisipasi dalam kompetisi Gadis Sampul 1992. Cindy berhasil meraih juara ketiga pada ajang tersebut.
Kemudian, Cindy bersama Vincent, Ungke, dan Donny membentuk grup band yang bernama Gallery, sebuah band Indonesia yang muncul pada 1998. Mereka berasal dari Bandung dan beraliran musik yang menggabungkan ska dengan rock alternatif, dengan nuansa ceria, energi kuat, dan vokal perempuan yang khas.
Cindy kerap dibandingkan dengan Gwen Stefani (No Doubt) karena gaya vokal dan citra visualnya. Lagu Terkenal adalah single dari album debut Gallery yang dirilis pada 1998. Lagu ini Cepat diterima oleh publik karena enerjik dan ceria. Liriknya ringan dan mudah diingat oleh pendengar masa itu.
Sering diputar di radio serta MTV lokal pada era akhir 90-an. Karena satu lagu ini saja yang benar-benar populer, banyak media dan fans menyebut Gallery sebagai contoh one-hit wonder Indonesia.
Namun pada 2002, Cindy memilih untuk merilis album solonya dengan judul Kala Kunanti. Album yang diproduksi oleh Aquarius Musikindo ini berisikan sepuluh buah lagu. Seluruhnya ditulis sendiri oleh Cindy berdasarkan pengalaman hidupnya.
Kala Kunanti merupakan lagu andalan dari album ini, dengan gaya pop rock yang lebih personal dibanding saat ia di Gallery. Pada 2005, Cindy merilis album kedua yang bertajuk A Gift From Heaven. Album tersebut berisikan sepuluh lagu beraliran pop rock, dengan tujuh di antaranya merupakan hasil karya Cindy sendiri.
Setelah sempat vakum cukup lama dari panggung musik, Cindy kembali bersama suaminya, Tengku Firmansyah, membentuk band bernama Green Light pada sekira 2008. Band ini mengusung pop rock, dan salah satu singlenya berjudul Putus Saja.
Cindy dan suami menjajal kembali aktivitas rekaman dan promosi untuk band tersebut, berusaha menyusul energi yang sempat hilang setelah fase Gallery dan solo awalnya. Namun band ini tidak setenar Gallery maupun album solo Cindy, dan tidak banyak terdengar di chart utama setelah itu.
Karier akting
Cindy sempat menjadi presenter di program televisi seperti Ekspresi, Visi Musik, dan Inbox. Selain itu, ia membintangi banyak sinetron populer Indonesia, seperti Cerita Cinta, Cintaku Tembus Waktu, Pintu Hidayah, Hidayah, hingga Bawang Putih Bawang Merah.
Di film, Cindy juga tampil di beberapa film layar lebar seperti Move On (2015) dan My Idiot Brother (2014). Perannya di berbagai drama/sinetron membuatnya dikenal tidak hanya sebagai penyanyi, tetapi sebagai tokoh selebritas multitalenta di layar kaca Indonesia.
Diskografi
Kala Kunanti (2002) dan A Gift From Heaven (2005).
Singel
Aku Ingin, Bila Waktu Bicara (bersama Tengku Firmansyah), Bukan Tempatku, Dry, Hadiah untuk Teman, Jelaga, Metamorfosa, Menembus Awan, Usai Sudah, dan Kala Kunanti.
Selain itu, Satu Sosok, Cinta Untukmu, Ku Ingin Engkau Tahu, Banyak Pilihan, Ini Salahku, Kau (1999), Rela, Sensitif, Keinginan Jiwa, dan Terlambat (2005).
Di dunia seni peran, Cindy telah membintangi puluhan judul film hingga sinetron televisi, antara lain My Idiot Brother Mama Angel (2014), Move On (2015), My Idiot Brother 2: Angel, Kami Semua Punya Mimpi Mama Angel, 172 Days Umi Zira (2023), dan banyak lagi.
Kemudian untuk serial televisi, Cindy pernah berperan debut dalam Senja Makin Merah Hanny Karya, dan Mutiara Cinta Siska (1995). Lalu dalam serial Bidadari yang Terluka Santi (1997), Cintaku Tembus Waktu (2000), Buah Hati yang Hilang (2001), dan Cerita Cinta dan Di Langit ada Sejuta Bintang (1999-2002).









