sukabumiheadline.com – Lansia perempuan di Kabupaten Sukabumi hidup lebih panjang ketimbang laki-laki. Sebagian besar pria Sukabumi berumur hanya sampai 74 tahun saja. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) 2026. Pada usia 0 hingga 74 tahun jumlah laki-laki lebih banyak ketimbang perempuan.
Dikutip sukabumiheadline.com, Selasa (5/5/2026), jumlah penduduk Sukabumi untuk kelompok usia 0 – 4 tahun berjumlah 225.182 jiwa, terbagi 114.898 jiwa laki-laki dan 110.284 jiwa perempuan. Baca selengkapnya: Menghitung jumlah Gen Beta di Sukabumi, sang digital native sejati
Dominasi jumlah laki-laki di Sukabumi juga mendominasi kelompok usia 10 sampai 14 tahun, ada 112.569 laki-laki dan 108.378 perempuan, atau total 220.947 jiwa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sedangkan pada kelompok usia 15-19 tahun, dominasi jumlah laki-laki masih berlanjut, ada 118.143 jiwa pria dan 111.759 jiwa wanita, total 229.902 jiwa. Baca selengkapnya: Jumlah Gen Alpha Sukabumi: Karakteristik dan tantangan si pembawa perubahan

Selanjutnya pada kelompok usia 30 – 34 tahun, jumlah penduduk pria masih mendominasi dengan 115.025 jiwa, sementara penduduk perempuan pada kelompok usia ini sebanyak 109.489 jiwa, total 224.514 jiwa.
Dominasi jumlah penduduk pria terhenti pada kelompok usia 40 – 44, terdiri dari 98.337 pria dan 99.010 wanita, total 197.347. Data pada kelompok usia ini menunjukkan jumlah perempuan lebih banyak 673 jiwa. Dominasi perempuan bertahan hingga kelompok usia 50 – 59, pada kelompok usia ini, jumlah laki-laki 74.070 jiwa dan perempuan 76.040 jiwa, total 150.110 jiwa.
Pada kelompok usia 60 – 64, terdapat 126.895 jiwa, di mana 63.963 jiwa di antaranya laki-laki dan perempuan 62.932 jiwa. Kemudian untuk kelompok usia 65 – 69 tahun, jumlah penduduk pria masih dominan sebanyak 48.183 jiwa, sedangkan wanita 46.078 jiwa, total 94.261 jiwa.
Dominasi populasi pria masih dominan hingga kelompok usia 70 – 74. Pada kelompok usia ini, ada 32.174 jiwa laki-laki dan 30.905 jiwa perempuan, total 63.079 jiwa.
Namun, memasuki kelompok usia 75 lebih, kondisi kembali berbalik. Dari sebanyak 58.954 jiwa penduduk Sukabumi pada kelompok usia ini, 28.093 jiwa di antaranya adalah lansia laki-laki, sementara lansia perempuan berjumlah 30.861 jiwa.
Untuk informasi, total penduduk Kabupaten Sukabumi pada 2025 untuk semua kelompok usia, adalah 1.444.445 jiwa laki-laki dan 1.407.662 jiwa perempuan, total 2.852.107 jiwa.
Baca Juga: Nama terpopuler pria dan wanita di Indonesia dari generasi Baby Boomer, XYZ – Alpha
Mengapa perempuan lebih panjang umur?
Tidak ada hasil penelitian yang menunjukkan alasan wanita Sukabumi lebih panjang umur ketimbang pria. Namun, secara umum seperti dirangkum sukabumiheadline.com dari jurnal ilmiah di website resmi University of Utah Health dan dan artikel di Healthy For Life Meals, berikut adalah sejumlah alasan mengapa perempuan hidup lebih lama.
Wanita cenderung memiliki umur lebih panjang daripada pria karena kombinasi faktor biologis (hormon estrogen, kromosom XX), gaya hidup yang lebih sehat, dan sistem imun yang lebih kuat.
Hormon estrogen pada wanita bertindak sebagai antioksidan yang melindungi jantung, sementara perilaku pria yang cenderung lebih berisiko (merokok, alkohol) dan jarang ke dokter memperpendek usia mereka.
Dengan demikian, poin-poin utama mengapa wanita cenderung hidup lebih lama, adalah:
Faktor Biologis (Genetika & Hormon)
- Kromosom XX: Wanita memiliki dua kromosom X (XX), sedangkan pria XY. Kromosom X kedua berfungsi sebagai cadangan jika satu kromosom X rusak, memberikan perlindungan ekstra terhadap penyakit genetik.
- Estrogen: Hormon seks wanita, estrogen, berperan sebagai antioksidan yang membantu melindungi kesehatan jantung dengan mengatur kolesterol baik dan mengurangi kerusakan sel.
- Sistem Imun: Kelenjar timus wanita cenderung bekerja lebih baik dalam jangka waktu yang lebih lama, memproduksi sel-T yang lebih kuat untuk melawan penyakit dibandingkan pria.
Gaya Hidup dan Perilaku
- Manajemen Risiko: Pria cenderung terlibat dalam pekerjaan berisiko tinggi dan gaya hidup berbahaya, seperti merokok dan konsumsi alkohol, yang secara signifikan mengurangi harapan hidup.
- Kesehatan Preventif: Wanita lebih cenderung mencari bantuan medis, melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, dan memiliki kesadaran lebih tinggi akan kesehatan.
- Kematian Bayi: Secara statistik, bayi laki-laki memiliki risiko kematian yang sedikit lebih tinggi saat lahir dan seringkali lahir prematur dibandingkan bayi perempuan.
Meskipun faktor-faktor ini secara umum berlaku secara global, perbedaan umur panjang juga dipengaruhi oleh lingkungan, gaya hidup, dan akses terhadap layanan kesehatan.









