Kronologis Remaja Cidahu Tewas Tawuran di Bojonggenteng Sukabumi, Kata Warga Pakuwon

- Redaksi

Rabu, 15 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamad, korban tewas dalam tawuran remaja di Bojonggenteng, Sukabumi. l Istimewa

Mamad, korban tewas dalam tawuran remaja di Bojonggenteng, Sukabumi. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Beredar di media sosial foto seorang remaja berusia 18 tahun yang disebut sebagai korban begal, tergeletak di atas dipan di ruang perawatan.

Tubuhnya memerah dilumuri darah hingga baju dan celana yang dikenakan basah dengan darah. Tampak dalam sejumlah video yang beredar, darah bercucuran dari luka berbentuk lubang menganga di bagian dada akibat luka bacok dengan senjata tajam.

Diketahui, korban bernama Mamad, warga Gang H. Rizwan, Pondokkaso, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Ia diketahui bukan korban begal, namun menjadi korban aksi tawuran remaja yang terjadi pada Selasa (14/11/2023) dinihari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Ada Mayat Pria Misterius di Toilet Wisata Kuliner Karang Taruna Sukabumi

Foto Mamad dengan narasi sebagai korban begal beredar di media sosial. l Istimewa
Foto Mamad dengan narasi sebagai korban begal beredar di media sosial. l Istimewa

Menurut warga di lokasi kejadian, RM (26), para pelaku tawuran sebelumnya janjian dengan lawannya di sekitar Lapang Sepak Bola Pakuwon, RT 005/001 Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Senin (13/11/2023) malam sekira pukul 23.00 WIB.

Namun, RM tidak mengetahui alasan tawuran menjadi bergeser sekira 200 meter dari Lapang Pakuwon ke arah Parakansalak.

“Enggak tahu kenapa tawuran jadi geser ke dekat permukiman warga, dekat Toko Beas. Mungkin mereka mencari tempat yang lebih terang,” jelas RM kepada sukabumiheadline.com, Rabu (15/11/2023) malam.

RM menambahkan, ada 15 remaja menunggu di lokasi, Lapang Pakuwon, sebelum kejadian. Sementara, dari pihak lawannya datang sekira 5 motor berpenumpang remaja yang masing-masing berboncengan dua dan tiga orang.

“Ada sekira 15 remaja di sini yang terlibat. 12 warga sini dan tiga orang warga Cidahu. Yang dari Cidahu itu memang katanya sengaja diminta datang ke sini,” jelas RM.

“Dari pihak yang datang sekira 10 orang, mereka baik motor boncengan. Ada lima motor,” imbuhnya.

Akibat kejadian tawuran tersebut, Mamad harus meregang nyawa akibat terkena luka bacok celurit di bagian dada.

“Meninggalnya bukan di lokasi saat kejadian,” pungkas RM.

Penjelasan Polsek Bojonggenteng

Senada dengan RM, Kapolsek Bojonggenteng Iptu Sopian mengatakan peristiwa berawal saat korban tengah minum kopi bersama dua temannya yang juga warga Cidahu yakni FS (17) dan AF (15) di tempat pencucian motor di wilayah Cidahu, pada Senin malam, sekira  pukul 23.00 WIB.

Sekira 15 menit berselang, Mamad menerima telepon dari temannya berinisial LT.

“Tidak diketahui pasti apa pembicaraan korban saat itu dengan LT, namun selanjutnya korban mengajak kedua teman minum kopi, yaitu FS dan AF untuk menuju ke rumah LT di wilayah Desa Cibodas,” kata Kapolsek.

“Setiba di rumah LT, diketahui oleh saksi (FS dan AF) bahwa di rumah tersebut ada kurang lebih 12 orang,” imbuh Sopian.

Baca Juga: 5 Fakta Wisatawan Bogor Tenggelam di Pantai Citepus Palabuhanratu Sukabumi

Selanjutnya, korban (Mamad) bersama FS dan AF diajak minum kopi oleh LT. Dari obrolan sambil minum kopi itu barulah diketahui tujuan LT mengundang mereka ke rumahnya karena ia tengah menunggu ada penyerangan.

Namun, meskipun FS dan AF tidak mengetahui serangan yang dimaksud oleh LT, Mamad bersama kedua temannya dari Cidahu serta belasan teman LT lainnya, menuju Lapang Sepak Bola Pakuwon dengan berjalan kaki.

“Setibanya di lapang sepak bola itu, kurang lebih 10 menit kemudian datang lima sepeda motor yang masing-masing motor dinaiki tiga orang, mendekat ke lapang sepak bola,” jelas Kapolsek Bojonggenteng.

“LT seketika memberi komando untuk menyerang, sehingga beberapa teman LT melempar bom molotov ke arah pengendara sepeda motor,” lanjut Sopian.

Ditambahkan Sopian, dari lima sepeda motor yang datang, hanya dua orang yang awalnya terlibat perkelahian dengan LT, hingga akhirnya berkelahi dengan korban.

“Dalam kejadian ini, korban terkena luka bacok celurit pada bagian dada dan meninggal dunia,” ungkap Sopian.

Berita Terkait

Kurun September-Oktober 2026 ada 86 kebakaran hutan di Sukabumi, sebagian karena iseng
DPRD Kabupaten Sukabumi minta DPTR naik kelas jadi A, tapi jangan sekadar berubah
Jual jaket ojol kurang Rp30 ribu, dua pria Sukabumi saling bacok
Penjual ratusan botol miras di Cibadak, Parungkuda, Nagrak, dan Cikembar disikat Polres Sukabumi
5 wisatawan asal Bekasi tenggelam di Pantai Cibuaya Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi minta Perumda AMTJM setor PAD Rp20 miliar
Sukabumi satu dari 10 daerah dengan jumlah lansia terbanyak, pengertian dan kriteria lanjut usia
Pria Gunungpuyuh dan Cikole Sukabumi jadi TO, terancam 20 tahun penjara

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:00 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi minta DPTR naik kelas jadi A, tapi jangan sekadar berubah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Jual jaket ojol kurang Rp30 ribu, dua pria Sukabumi saling bacok

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Penjual ratusan botol miras di Cibadak, Parungkuda, Nagrak, dan Cikembar disikat Polres Sukabumi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:00 WIB

5 wisatawan asal Bekasi tenggelam di Pantai Cibuaya Sukabumi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:00 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi minta Perumda AMTJM setor PAD Rp20 miliar

Berita Terbaru

Bendera negara Arab Saudi. l Istimewa

Internasional

Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat

Jumat, 16 Okt 2026 - 11:00 WIB

Ayah dan tiga anak asal Sukabumi, Jawa Barat, terlantar di Medan - Ist

Peristiwa

Pria asal Sukabumi dan tiga anaknya terlantar di Medan

Jumat, 16 Okt 2026 - 03:09 WIB