27.6 C
Sukabumi
Sabtu, April 13, 2024

Blueberry, sniper cantik Rusia pembantai tentara Ukraina

sukabumiheadline.com - Sosok Blueberry sangat misterius. Namun,...

Soal tangan buruh wanita asal Bojonggenteng Sukabumi putus, Latas: Disnaker harus proaktif

sukabumiheadline.com - Paskakecelakaan kerja yang terjadi di...

Leluhur Adrian Zecha, Karena Sim Keng Koen Perayaan Cap Go Meh di Sukabumi Dimundurkan

KhazanahLeluhur Adrian Zecha, Karena Sim Keng Koen Perayaan Cap Go Meh di Sukabumi Dimundurkan

sukabumiheadline.com l Sim Keng Koen, adalah seorang Kapitan Cina sekaligus birokrat berlatar belakang Tionghoa Indonesia yang juga merupakan pendiri dari keluarga Lauw-Sim-Zecha, bagian dari ‘Cabang Atas’ di Hindia Belanda (kini Indonesia).

Sim Keng Koen kemudian menikahi Fransisca Louisa Zecha, seorang perempuan berlatar belakang Indo-Bohemia yang merupakan mantan istri dari atasannya, Lauw Tek Lok yang merupakan Letnan Cina Bekasi.

Lokasi pemakaman Sim Keng Koen di Sukabumi. l Istimewa
Lokasi pemakaman Sim Keng Koen di Sukabumi. l Istimewa

Sim Keng Koen, Kapitan-tituler Cina
Letnan Cina Batavia dengan masa jabatan 1880–1887 dari Daerah Pemilihan Batavia. Ia kembali terpilih pada masa jabatan 1887–1889 dari daerah pemilihan yang sama.

Selanjutnya, ia terpilih sebagai Kapitan Cina Sukabumi untuk masa jabatan 1892–1899, menggantikan Lauw Tjeng Kie, Letnan Cina, untuk Daerah Pemilihan Sukabumi. Baca lengkap: Mengenal Kapitan Sim Keng Koen, Cabang Atas Kakek Buyut Miliarder asal Sukabumi

Berita Terkait: Begini Kemeriahan, Tahun Baru Imlek 2023 di Kota Sukabumi

Kakek Buyut Adrian Zecha

Seperti dijelaskan sebelumnya, Kapitan Sim Keng Koen adalah kakek buyut tiri dari Adrian Lauw-Zecha, pendiri dari Aman Resorts. Baca lengkap: Kenalkan, Adrian Zecha asal Sukabumi Pemilik Jaringan Hotel di 20 Negara

Adrian Zecha lahir di Sukabumi pada 1933. Dia tumbuh besar di keluarga Tionghoa terhormat, juga kaya raya.

Adrian Zecha. l Istimewa
Adrian Zecha. l Istimewa

Perayaan Cap Go Meh di Sukabumi Dimundurkan 

Mely Tan dalam The Chinese of Sukabumi (1963) menyebut, keluarganya dikenal sebagai ‘cabang atas’ yang merujuk pada keluarga Tionghoa tajir melintir dan sukses di Indonesia.

Untuk menghormati jasa-jasanya, perayaan Cap Go Meh di Kota Sukabumi Dimundurkan agar bertepatan dengan ulang tahun Sim Keng Koen.

Untuk informasi, istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkien yang bila diartikan secara harafiah bermakna 15 hari atau malam setelah Imlek. Cap memiliki arti sepuluh, Go adalah lima, dan Meh berarti malam. Baca lengkap: Apakah Hari Besar Konghucu? Warga Sukabumi Wajib Tahu 5 Hal tentang Cap Go Meh

Sayangnya, status sosial keluarganya di Sukabumi yang terhormat hancur pada tahun 1956-1957, setalah Presiden Sukarno menasionalisasi perusahaan-perusahaan swasta di Indonesia. Akibatnya bisnis keluarganya terpaksa diambil negara. Baca lengkap: Roda Hidup Berputar, Pria Sukabumi Ini Diusir dari Indonesia Tapi Malah Jadi Konglomerat

Prajurit Siliwangi yang Dikutuk Rp1 Juta per Ekor, Intip Cara Pembibitan Ikan Dewa di Leuwi Soro Sukabumi

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer