Mau Merantau ke Luar Negeri? Selain Malaysia, Ini 5 Negara Banyak Ditinggali WNI

- Redaksi

Sabtu, 26 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WNI di Belanda. l Istimewa

WNI di Belanda. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com l Warga Sukabumi jangan takut merantau ke luar negeri. Tak hanya masih Benua Asia, tapi juga hingga Australia dan Eropa sekalipun, banyak warga negara Indonesia (WNI) tinggal di luar negeri.

Meskipun tentu saja tidak untuk menumpang hidup, setidaknya banyak tempat bertanya seputar negara yang baru ditinggali.

Beragam alasan WNI tinggal di luar negeri. Baik itu karena menikah dengan orang asing, menyelesaikan pendidikan, atau bahkan mencari nafkah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika selama ini yang kita tahu Malaysia, negara yang paling banyak ditinggali orang Indonesia karena diperkirakan ada sekira 2,5 juta WNI berada di sana. Dominan dari mereka ialah pekerja. Meski begitu, ada juga faktor historis yang menjadi alasan mengapa jumlah mereka begitu banyak di sana.

Sejarah mencatat, ada beberapa kejadian penyebab perpindahan WNI ke Malaysia. Di antaranya perpindahan orang-orang Bugis, Jawa dan lainnya ke wilayah Kesultanan Malaka dengan tujuan berdagang. Arus perdagangan di jalur Malaka dahulu begitu kuat sehingga menarik minat WNI untuk berdagang.

Selain berdagang, pada masa lalu, banyak yang menyelamatkan diri ke Malaysia. Seperti dilakukan penduduk Mandailing dan Minangkabau yang menghindari konflik Perang Paderi.

Nah, berikut adalah 5 negara yang banyak terdapat WNI, dirangkum sukabumiheadlines.com dari berbagai sumber.

Baca Juga :  Inspirasi Nora Amath, Muslimah Australia Melawan Diskriminasi

[1] Australia

Banyak WNI tinggal di Negeri Kanguru, Australia. Jika dilihat dari sejarahnya ternyata sudah banyak para pelaut kita dahulu melakukan penjelajahan di sepanjang garis pantai negeri kangguru itu.

Sejak 1.900-an, para pelaut Bugis dengan kapal Phinisi kebanggaannya pernah melakukan pelayaran ke Australia. Aktivitas pelayaran itu dijadikan rutinitas tahunan. Bahkan mereka rela menetap berbulan-bulan di sana. Konon, dari sinilah yang menyebabkan banyaknya orang Indonesia berada di Australia.

Di era modern saat ini juga banyak orang Indonesia hijrah ke Aussie untuk menempuh pendidikan atau bekerja. Bahkan beberapa di antaranya sudah menjadi warga negara setempat.

[2] Belanda

Sementara, di Benua Eropa, Belanda salah satu negara yang banyak dihuni WNI. Dari segi historis, di mana Belanda dulu merupakan penjajah Indonesia, faktor perbaikan ekonomi juga menjadi pendorong orang pribumi pindah ke sana.

Banyak WNI tertarik pindah ke Negeri Kincir Angin itu lantaran melihat tentara kompeni yang hidupnya sangat makmur. Tercatat, lebih kurang 395 ribu jiwa WNI menetap di sana.

Uniknya, sebagian besar orang Indonesia di sana adalah warga Maluku. Rata-rata mereka dulu adalah bekas atau keturunan para serdadu Koninklijk Nederlands Indisch Leger (KNIL) atau tentara Kerajaan Hindia Belanda.

Baca Juga :  Satudarah MC, Geng Motor asal Indonesia Paling Disegani di Eropa

[3] Hong Kong

Bukan berita baru jika Hong Kong merupakan negara tujuan bagi para buruh migran asal Indonesia. Ada sekitar 102.100 WNI menetap di Hong Kong untuk bekerja. Ada juga yang datang ke negara ini untuk menempuh pendidikan lanjut.

[4] Arab Saudi

Berikutnya, di Arab Saudi, terdapat sekira 1,5 juta warga negara Indonesia menetap dan bekerja. Sebagai negara dengan populasi penduduk mayoritas Muslim, tentu ada banyak WNI yang memutuskan menetap dan mencari peruntungan negeri kaya minyak itu.

[5] Suriname

Selain Indonesia, tentara kolonial itu juga memiliki tanah jajahan di Suriname. Guna memaksimalkan potensi negara kecil itu, dikirimlah orang-orang Indonesia untuk menjadi buruh tani di sana, yang kebanyakan berasal dari etnis Jawa. Saat itu cukup banyak orang Indonesia oleh Belanda dikirim ke Suriname, yakni sekira 15 persen dari total populasi.

Selesai masa penjajahan Belanda, banyak di antaranya memilih menetap di sana dalam jangka waktu lama bahkan masih eksis hingga saat ini.

Meski jauh dari tanah kelahirannya, orang-orang Jawa Suriname tetap setia melestarikan budayanya sebagai identitas asal mereka.

Berita Terkait

Kisah Alice Guo, warga China jadi wali kota di Filipina hasil palsukan identitas divonis seumur hidup
AS resmi masukan kelompok Islam ini ke dalam daftar organisasi teroris
Lumbung migas terbesar dunia, Presiden Venezuela ditangkap AS karena terlibat narkoba?
Trump tangkap Presiden Venezuela dikecam wali kota Muslim di AS ini
Iran nyatakan perang skala penuh vs Israel dan AS cs, Donald Trump siap
700 lebih perusahaan bangkrut, 800 antre! PHK massal di AS
Arab Saudi dan UEA butuh 1,5 juta lebih pekerja bidang AI
Mohammed Taufiq Johari: Dari Unisba Bandung jadi Menpora Malaysia, magang di Garut, istri WNI

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 02:39 WIB

Kisah Alice Guo, warga China jadi wali kota di Filipina hasil palsukan identitas divonis seumur hidup

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:28 WIB

AS resmi masukan kelompok Islam ini ke dalam daftar organisasi teroris

Minggu, 4 Januari 2026 - 17:03 WIB

Lumbung migas terbesar dunia, Presiden Venezuela ditangkap AS karena terlibat narkoba?

Minggu, 4 Januari 2026 - 16:05 WIB

Trump tangkap Presiden Venezuela dikecam wali kota Muslim di AS ini

Kamis, 1 Januari 2026 - 11:00 WIB

Iran nyatakan perang skala penuh vs Israel dan AS cs, Donald Trump siap

Berita Terbaru

Ilustrasi wartawan sedang wawancara narasumber - sukabumiheadline.com

Regulasi

Bolehkah wartawan dituntut pidana? Ini putusan terbaru MK

Senin, 19 Jan 2026 - 22:39 WIB