32 C
Sukabumi
Senin, Juni 24, 2024

Hamas Gencatan Senjata di Gaza, Hizbullah Tetap Gempur Israel dari Lebanon

sukabumiheadline.com l Milisi perlawanan Lebanon, Hizbullah dilaporkan...

Persib Pernah Rugi Rp18 Miliar, Glenn Sugita Bos Maung Bandung Berharta Rp29 Triliun

sukabumiheadline.com - Perjalanan Persib Bandung yang menjelma...

Dengan DNA 250 CC, Kawasaki Ninja Matic 160 Bakal Obrak Abrik Dominasi NMax dan PCX

sukabumiheadline.com l Pasar otomotif Indonesia kembali dihebohkan...

Mengenal Kampung Ciburuy Garut Dihuni Manusia Albino

NasionalMengenal Kampung Ciburuy Garut Dihuni Manusia Albino

SUKABUMIHEADLINES.com l Tidak banyak yang tahu jika di Kabupaten Garut, Jawa Barat, terdapat desa yang unik karena sebagian warganya memiliki kulit putih pucat dan rambut putih.

Menurut warga sekitar, orang-orang dengan ciri seperti itu merupakan generasi Walanda atau generasi Belanda yang diturunkan sejak zaman nenek moyang dahulu kala. Sebagian masyarakat di sana memang mempunyai ciri-ciri seperti di atas atau yang biasa disebut albino.

Kampung Ciburuy namanya, menurut masyarakat setempat, pada zaman dahulu kampung itu memang ditempati oleh banyak warga Belanda. Karenanya kini dikenal sebagai Kampung Bule atau Kampung Belanda.

Kehadiran penduduk berkulit dan berambut putih ini merupakan warisan dari nenek moyang mereka yang keturunan Belanda.

Tokoh kampung setempat mengatakan bahwa anak yang terlahir albino bukan lagi menjadi hal aneh bagi mereka, karena dulunya kampung tersebut dihuni orang-orang Belanda. Tak heran jika anak-anak albino pun seolah menjadi titisan yang akan terus berlanjut sampai anak cucu mereka.

Ujang Nana Suryana (33), seorang pemangku adat di Kabuyutan Ciburuy mengungkapkan bahwa keberadaan warga berkulit albino telah ada sejak berabad-abad silam, semenjak zaman Kerajaan Padjadjaran yang kemudian diwariskan para nenek moyang mereka zaman dahulu yang konon juga mempunyai gen albino.

“Saya tidak tahu bagaimana asal muasalnya. Yang jelas, warga di kampung ini dulunya satu keturunan. Makanya, sampai sekarang keturunan albino di sini masih ada,” ungkap Nana yang 2 anaknya juga berkulit albino, dikutip dari merdeka.com.

Uniknya, tidak semua keturunan mereka memiliki gen albino, menurut Nana, di keluarganya sendiri, hanya dua anaknya yang berkulit albino, yaitu Dewi Resmana (13) dan Jajang Gunawan (2,5). Sedangkan, ia dan sang istri berkulit sawo matang.

Meski begitu, Nana tidak tahu persis nenek moyang generasi keberapa yang memiliki kelainan gen itu. “Tidak jelas eyang atau buyut saya keberapa yang seperti itu. Cuma yang saya tahu ini disebut masalah gen,” terangnya.

Saat ini, kata Nana, total ada sembilan orang yang memiliki pigmen kulit dan rambut albino, mulai dari balita sampai manula. Jajang yang masih berusia 2,5 tahun menjadi penduduk albino paling muda. Sementara itu, Mak Entar yang berusia 60 tahun menjadi warga albino tertua.

Tujuh lainnya adalah Lukman Hakim (3), Dewi Resmana (13), Heri Agustin (15), Rosana (17), Firman (40), Isur Suryana (41), dan Asep (50).

Sementara, data WHO menyebut, angka preferensi albino di dunia saat ini adalah 1:17.000, yang berarti hanya ada 1 albino di antara 17.000 orang.

Jumlah penduduk Kampung Ciburuy yang saat ini mencapai sekitar 1.600 orang. Preferensi albinonya pun terhitung 1:178, yang berarti ada 1 albino di antara 178 orang normal. Hal itu menunjukkan bahwa angka albino di Ciburuy cukup tinggi.

Selain di Ciburuy, penduduk albino juga ada di Desa Pamalayan dan Siderang Datar, Kabupaten Garut.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer