Mengenal Kapitan Sim Keng Koen, Cabang Atas Kakek Buyut Miliarder asal Sukabumi

- Redaksi

Kamis, 28 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keluarga besar Sim Keng Koen di Sukabumi. l Istimewa

Keluarga besar Sim Keng Koen di Sukabumi. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Sim Keng Koen, adalah seorang Kapitan Cina sekaligus birokrat berlatar belakang Tionghoa Indonesia yang juga merupakan pendiri dari keluarga Lauw-Sim-Zecha, bagian dari ‘Cabang Atas’ di Hindia Belanda (kini Indonesia).

Sim Keng Koen kemudian menikahi Fransisca Louisa Zecha, seorang perempuan berlatar belakang Indo-Bohemia yang merupakan mantan istri dari atasannya, Lauw Tek Lok yang merupakan Letnan Cina Bekasi.

Sim Keng Koen, Kapitan-tituler Cina
Letnan Cina Batavia dengan masa jabatan 1880–1887 dari Daerah Pemilihan Batavia. Ia kembali terpilih pada masa jabatan 1887–1889 dari daerah pemilihan yang sama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, ia terpilih sebagai Kapitan Cina Sukabumi untuk masa jabatan 1892–1899, menggantikan Lauw Tjeng Kie, Letnan Cina, untuk Daerah Pemilihan Sukabumi.

Profil dan Silsilah Sim Keng Koen 

Informasi dihimpun sukabumiheadline.com, Sim Keng Koen lahir di Batavia, Hindia Belanda, dan meninggal dunia di Sukabumi, sesuai penugasan terakhirnya.

Sim Keng Koen berkebangsaan Indonesia. Dari pernikahannya dengan Louisa Zecha, ia dikaruniai empat orang anak, yakni Sim Tjeng Bouw, Betsy Lembor Nio Sim-Zecha, Piet Tjeng Ho Sim-Zecha, dan Chester Tjeng Soan Lauw-Sim-Zecha.

Ia juga memiliki cucu bernama Che Engku Chesterina dan cicit yang kemudian menjadi miliarder, Adrian Lauw Zecha.

Baca Juga :  Wu Lai Tjang, miliarder asal Sukabumi diabadikan jadi nama masjid di Tangerang

Karier Sim Keng Koen 

Sim memulai karirnya sebagai sekretaris pribadi dari Letnan Lauw Tek Lok, salah satu tokoh Tionghoa Indonesia terkemuka pada paruh kedua abad ke-19.

Setelah tidak bekerja untuk Lauw, Sim ditunjuk sebagai Letnan Cina di Kong Koan Batavia pada tahun 1880. Jabatan tersebut merupakan bagian dari birokrasi sipil Hindia Belanda. Ia lalu diangkat menjadi Kapitan Cina pada tahun 1887, dan diberhentikan dengan hormat pada tahun 1889.

Bersama istrinya, Louisa Zecha, Sim menetap di Sukabumi, sebuah kota di dataran tinggi Priangan di Jawa Barat.

Pada tahun 1892, ia ditunjuk sebagai pemimpin komunitas Cina di Sukabumi dengan pangkat Kapitan-tituler Cina.

Namun, ia kemudian mengajukan pengunduran diri karena merasa sudah terlalu tua, dan akhirnya disetujui oleh pemerintah Hindia Belanda pada 1899.

Kemudian pada 1906, Sim resmi digantikan oleh keponakan tirinya, Lauw Tjeng Kie, yang diangkat menjadi Letnan Cina Sukabumi, karena pangkat untuk pemimpin komunitas Cina di Sukabumi diturunkan dari Kapitan menjadi Letnan setelah Sim pensiun.

Sosiolog Mely G. Tan menyebut Sim sebagai pemimpin komunitas Cina di Sukabumi yang paling terkemuka. Hal itu karena sebagian besar berkat popularitas dari istrinya.

Pada saat terjadi pemberontakan di Tambun pada akhir abad ke-19, tetapi militer Hindia Belanda tidak melakukan tindakan apapun, Sim menemani Zecha untuk bertemu dengan para pemberontak guna menegosiasikan penyerahan diri.

Baca Juga :  Mengintip konten Orientation magazine Hong Kong milik miliarder asal Sukabumi teman Rupert Murdoch

Mereka akhirnya berhasil membuat para pemberontak menyerahkan diri tanpa intervensi militer.

Pengaruh Sim di Sukabumi sangat besar hingga komunitas Cina di sana memundurkan perayaan Cap Go Meh agar dapat diadakan bersamaan dengan perayaan ulang tahun Sim.

Lokasi pemakaman Sim Keng Koen di Sukabumi. l Istimewa
Lokasi pemakaman Sim Keng Koen di Sukabumi. l Istimewa

Meskipun tidak ditemukan dokumentasi berupa gambar-gambar pendukung, namun belakangan Pemerintah Kota Sukabumi menemukan sebuah lokasi makam bersejarah.

Disebutkan, jika Makam tersebut merupakan persemayaman terakhir Kapitan Sim Keng Koen yang terletak di Jalan Kapitan, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu.

Adrian Zecha, pemilik jaringan hotel di 20 negara asal Sukabumi. l Istimewa
Adrian Zecha, pemilik jaringan hotel di 20 negara asal Sukabumi. l Istimewa

Seperti dijelaskan sebelumnya, Kapitan Sim Keng Koen adalah kakek buyut tiri dari Adrian Lauw-Zecha, pendiri dari Aman Resorts. Baca lengkap: Kenalkan, Adrian Zecha asal Sukabumi Pemilik Jaringan Hotel di 20 Negara

Adrian Zecha lahir di Sukabumi pada 1933. Dia tumbuh besar di keluarga Tionghoa terhormat, juga kaya raya.

Mely Tan dalam The Chinese of Sukabumi (1963) menyebut, keluarganya dikenal sebagai ‘cabang atas’ yang merujuk pada keluarga Tionghoa tajir melintir dan sukses di Indonesia.

Sayangnya, status sosial keluarganya di Sukabumi yang terhormat hancur pada tahun 1956-1957, setalah Presiden Sukarno menasionalisasi perusahaan-perusahaan swasta di Indonesia. Akibatnya bisnis keluarganya terpaksa diambil negara. Baca lengkap: Roda Hidup Berputar, Pria Sukabumi Ini Diusir dari Indonesia Tapi Malah Jadi Konglomerat

Berita Terkait

Reinwardt pendaki pertama Gunung Gede, sekarang ditutup karena aktivitas vulkanik meningkat
Fatimah Al-Fihri, pendiri universitas tertua di dunia dan pengaruhnya di bidang pendidikan
Alasan Ruben Onsu mualaf, Shalat Ied bareng Igun dan bangun mushala di Sukabumi
Muslim Sukabumi mau puasa Syawal? Ini tanggal, fadhilah dan panduan lengkapnya
Mengenang Gatot Taroenamihardja, Jaksa Agung RI pertama tokoh antikorupsi dari Sukabumi
Hasil rukyatul hilal di Sukabumi, 1 Syawal 1446 H jatuh pada Senin 31 Maret 2025
Mengenang kiprah Wisjnu Mouradhy, jurnalis dan tokoh film nasional asal Sukabumi era 1940
Masih binggung? Jangan abaikan aturan qadha dan fidyah bagi yang batal puasa Ramadhan ini

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 00:01 WIB

Reinwardt pendaki pertama Gunung Gede, sekarang ditutup karena aktivitas vulkanik meningkat

Selasa, 1 April 2025 - 20:44 WIB

Fatimah Al-Fihri, pendiri universitas tertua di dunia dan pengaruhnya di bidang pendidikan

Senin, 31 Maret 2025 - 21:56 WIB

Alasan Ruben Onsu mualaf, Shalat Ied bareng Igun dan bangun mushala di Sukabumi

Senin, 31 Maret 2025 - 10:00 WIB

Muslim Sukabumi mau puasa Syawal? Ini tanggal, fadhilah dan panduan lengkapnya

Minggu, 30 Maret 2025 - 00:01 WIB

Mengenang Gatot Taroenamihardja, Jaksa Agung RI pertama tokoh antikorupsi dari Sukabumi

Berita Terbaru