Mini Biografi Dede Suryana, Atlet Surfing Nasional asal Cikakak Sukabumi

- Redaksi

Senin, 27 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUKABUMIHEADLINE.com I CIKAKAK – Atlet surfing asal Kabupaten Sukabumi, Dede Suryana, baru saja meraih Medali Perunggu untuk kontingen Jawa Barat dalam gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 di Papua.

Selancar ombak merupakan salah satu cabang olahraga ekshibisi yang dipertandingkan di PON XX Papua 2021, dilaksanakan mulai Rabu 22 – 23 September 2021 di Pantai Skouwsae Kota Jayapura.

Dede Suryana turun di nomor Shortboard Putra dan harus bersaing dengan 17 peselancar dari 13 provinsi lainya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Finalnya berlangsung tadi siang (Rabu) alhamdulillah saya bisa menyumbangkan medali perunggu untuk Provinsi Jawa Barat,” ujar Dede Suryana kepada sukabumiheadline.com saat dihubungi, Kamis (23/9/2021) lalu.

Ia menambahkan, di babak semifinal bersaing ketat dengan peselancar dari Nusa Tenggara Timur. Berbeda skor tipis, hanya terpaut 7 poin, Dede gagal melaju ke babak final dan harus puas dengan Medali Perungu.

Alhamdulillah senang saya masih bisa bertanding dan masih bisa mempersembahkan Medali Perungu untuk Jawa Barat, dan bisa mengharumkan nama daerah asal saya Kabupaten Sukabumi di ekshibisi PON Papua XX,” ujarnya.

Atlet Surfing asal Sukabumi, Dede Suryana I Dede Suryana
Atlet Surfing asal Sukabumi, Dede Suryana I Dede Suryana

Masa Kecil Dede Suryana

Peselancar berusia 35 tahun asal Kabupaten Sukabumi, dan ayah dari dua anak, ini merupakan warga Jl. Raya Cisolok km 8, kampung Bojongasih RT 01/08, Desa/Kecamatan Cikakak.

Dede adalah surfer kebanggaan Indonesia, ia lahir empat bersaudara dan ayahnya adalah seorang petani di Cimaja. Dede lahir pada 11 Oktober 1985.

Belajar Surfing Sejak Kecil

Dede belajar surfing sejak masih belia bersama teman kakaknya sekaligus atlet windsurfing Jawa Barat, Dicky Zulfikar, dan sekaligus memberikan papan surfing pertama kepada Dede untuk bermain dan belajar surfing.

Pada awalnya, Dede Suryana tidak mengharapkan lebih dari bermain surfing, apalagi dengan perlengkapan surfing yang tidak memadai dan kondisi ekonomi orang tua yang tidak mendukung untuk berkarir di dunia surfing. Namun, setelah melihat kemajuan seorang surfer asal Bali bernama Rizal Tanjung dan Wayan Betet Merta, yang keliling dunia hanya bermodalkan papan surfing-nya, Dede merasa terispirasi untuk terjun lebih dalam menggeluti dunia surfing ini, dan meraih cita-citanya untuk pergi keluar negeri.

Atlet Surfing asal Sukabumi, Dede Suryana I Dede Suryana
Atlet Surfing asal Sukabumi, Dede Suryana I Dede Suryana

Dede dan Prestasi

Dede mulai mengikuti kejuaraan daerah dan nasional sejak tahun 2003 silam. Pada tahun 2010, Dede sudah fokus berkembang mengikuti seri kejuaraan dunia, dan ia juga beberapa kali merasakan juara I dan II. Saat memasuki tahun 2013, dirinya juga mulai mengikuti event kejuaraan di Asia dan pada tahun 2014 dan 2016 dirinya mendapat juara umum di level kejuaraan Asia.

Bicara soal prestasi yang diraih Dede Suryana, sudah cukup banyak. Untuk kategori nasional, pada 2008 dia berhasil meraih juara pertama di Indonesian Championship Kuta Festifal Surfing sekaligus menempatkan Dede di ranking pertama Surfer terbaik Indonesia Surfing Champuonship (ISC).

Untuk level internasional, Dede berhasil menyabet gelar Asian Beach Game dia berhasil mendapatkan juara pertama, dan juara pertama dalam Japan ProSurfing Association (JPSA).

Cita-cita Keliling Dunia Tercapai

“Gara-gara surfing ini saya bisa lihat dunia luar, keliling dunia beberapa kali dan membawa nama Indonesia,” ungkap Dede.

Dede menceritakan, saat mengunjungi beberapa negara di dunia, Indonesia adalah salah satu negara yang diakui sebagai surga untuk dunia peselancar.

“Ini bukan saya yang bicara lho, di Brazil sendiri kalau ada kompetisi juaranya dikirim ke Indonesia sebagai hadiahnya. Dan banyak peselancar mengakui tanah air kita ini adalah kiblat untuk berselancar,” katanya.

Bahkan, tambah dia, untuk anak usia belia di luar negeri, sangat mendambakan untuk bisa mencicipi surfing di Indonesia. Menurutnya, selain ombak di Indonesia banyak memiliki daya tarik dengan karakteristik pantainya.

Berita Terkait

Hari ini Persib vs Arema FC di Piala Presiden 2026, ujian pertama pemain asing baru
Pelatih Persija Shin Tae Yong dihukum 10 tahun larangan melatih
Nomor 1 asal Sukabumi, ini 5 pebulutangkis Indonesia dinaturalisasi negara lain
Argentina tuan rumah Piala Dunia 2030, ini daftar 6 negara lolos otomatis
Profil Inés Garcia Santos dan kisah cinta dengan pesepakbola Muslim Lamine Yamal
Membanding jumlah hadiah Piala Dunia diterima Spanyol dan Persib di Super League 2026
Final Piala Dunia 2026: Spanyol juara, Messi mati kutu, Enzo kartu merah, Inggris posisi 3
Persib resmi rekrut Mariano Peralta, cek profil dan statistik

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:52 WIB

Hari ini Persib vs Arema FC di Piala Presiden 2026, ujian pertama pemain asing baru

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:52 WIB

Pelatih Persija Shin Tae Yong dihukum 10 tahun larangan melatih

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:28 WIB

Nomor 1 asal Sukabumi, ini 5 pebulutangkis Indonesia dinaturalisasi negara lain

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:19 WIB

Argentina tuan rumah Piala Dunia 2030, ini daftar 6 negara lolos otomatis

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:26 WIB

Profil Inés Garcia Santos dan kisah cinta dengan pesepakbola Muslim Lamine Yamal

Berita Terbaru

Selfi Nafilah tampil berhijab - Instagram

Hikmah

Artis asal Sukabumi diselimuti duka

Selasa, 28 Jul 2026 - 02:23 WIB

Puncak Habibie terbakar - Ist

Sukabumi

Puncak Habibie Sukabumi terbakar, kobaran api kian meluas

Senin, 27 Jul 2026 - 22:36 WIB