SUKABUMIHEADLINE.com I CIKAKAK – Atlet surfing asal Kabupaten Sukabumi, Dede Suryana, baru saja meraih Medali Perunggu untuk kontingen Jawa Barat dalam gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 di Papua.
Selancar ombak merupakan salah satu cabang olahraga ekshibisi yang dipertandingkan di PON XX Papua 2021, dilaksanakan mulai Rabu 22 – 23 September 2021 di Pantai Skouwsae Kota Jayapura.
Dede Suryana turun di nomor Shortboard Putra dan harus bersaing dengan 17 peselancar dari 13 provinsi lainya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Finalnya berlangsung tadi siang (Rabu) alhamdulillah saya bisa menyumbangkan medali perunggu untuk Provinsi Jawa Barat,” ujar Dede Suryana kepada sukabumiheadline.com saat dihubungi, Kamis (23/9/2021) lalu.
Ia menambahkan, di babak semifinal bersaing ketat dengan peselancar dari Nusa Tenggara Timur. Berbeda skor tipis, hanya terpaut 7 poin, Dede gagal melaju ke babak final dan harus puas dengan Medali Perungu.
“Alhamdulillah senang saya masih bisa bertanding dan masih bisa mempersembahkan Medali Perungu untuk Jawa Barat, dan bisa mengharumkan nama daerah asal saya Kabupaten Sukabumi di ekshibisi PON Papua XX,” ujarnya.

Masa Kecil Dede Suryana
Peselancar berusia 35 tahun asal Kabupaten Sukabumi, dan ayah dari dua anak, ini merupakan warga Jl. Raya Cisolok km 8, kampung Bojongasih RT 01/08, Desa/Kecamatan Cikakak.
Dede adalah surfer kebanggaan Indonesia, ia lahir empat bersaudara dan ayahnya adalah seorang petani di Cimaja. Dede lahir pada 11 Oktober 1985.
Belajar Surfing Sejak Kecil
Dede belajar surfing sejak masih belia bersama teman kakaknya sekaligus atlet windsurfing Jawa Barat, Dicky Zulfikar, dan sekaligus memberikan papan surfing pertama kepada Dede untuk bermain dan belajar surfing.
Pada awalnya, Dede Suryana tidak mengharapkan lebih dari bermain surfing, apalagi dengan perlengkapan surfing yang tidak memadai dan kondisi ekonomi orang tua yang tidak mendukung untuk berkarir di dunia surfing. Namun, setelah melihat kemajuan seorang surfer asal Bali bernama Rizal Tanjung dan Wayan Betet Merta, yang keliling dunia hanya bermodalkan papan surfing-nya, Dede merasa terispirasi untuk terjun lebih dalam menggeluti dunia surfing ini, dan meraih cita-citanya untuk pergi keluar negeri.

Dede dan Prestasi
Dede mulai mengikuti kejuaraan daerah dan nasional sejak tahun 2003 silam. Pada tahun 2010, Dede sudah fokus berkembang mengikuti seri kejuaraan dunia, dan ia juga beberapa kali merasakan juara I dan II. Saat memasuki tahun 2013, dirinya juga mulai mengikuti event kejuaraan di Asia dan pada tahun 2014 dan 2016 dirinya mendapat juara umum di level kejuaraan Asia.
Bicara soal prestasi yang diraih Dede Suryana, sudah cukup banyak. Untuk kategori nasional, pada 2008 dia berhasil meraih juara pertama di Indonesian Championship Kuta Festifal Surfing sekaligus menempatkan Dede di ranking pertama Surfer terbaik Indonesia Surfing Champuonship (ISC).
Untuk level internasional, Dede berhasil menyabet gelar Asian Beach Game dia berhasil mendapatkan juara pertama, dan juara pertama dalam Japan ProSurfing Association (JPSA).
Cita-cita Keliling Dunia Tercapai
“Gara-gara surfing ini saya bisa lihat dunia luar, keliling dunia beberapa kali dan membawa nama Indonesia,” ungkap Dede.
Dede menceritakan, saat mengunjungi beberapa negara di dunia, Indonesia adalah salah satu negara yang diakui sebagai surga untuk dunia peselancar.
“Ini bukan saya yang bicara lho, di Brazil sendiri kalau ada kompetisi juaranya dikirim ke Indonesia sebagai hadiahnya. Dan banyak peselancar mengakui tanah air kita ini adalah kiblat untuk berselancar,” katanya.
Bahkan, tambah dia, untuk anak usia belia di luar negeri, sangat mendambakan untuk bisa mencicipi surfing di Indonesia. Menurutnya, selain ombak di Indonesia banyak memiliki daya tarik dengan karakteristik pantainya.