Modal Awal Rp500 Ribu, Kini Omzet Usaha Telur Pemuda Parungkuda Sukabumi Rp500 Juta Sebulan

- Redaksi

Rabu, 4 Januari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengusaha telur ayam asal Parungkuda, Imam Luzaini. l Istimewa

Pengusaha telur ayam asal Parungkuda, Imam Luzaini. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l PARUNGKUDA – Telur saat ini menjadi salah satu kebutuhan pokok yang tidak bisa dipisahkan dari keseharian masyarakat Indonesia, khususnya Sukabumi. Dari mulai untuk pelengkap makan pengganti ikan hingga industri skala besar seperti pabrik roti dan lainnya, membutuhkan telur.

Tak heran jika banyak pengusaha telur sukses cuan dengan hanya mengambil selisih pembelian dan penjualan yang terbilang tidaklah besar.

Namun, karena volume penjualan yang terus meningkat, banyak di antaranya pengusaha telur yang mampu cuan hingga ratusan juta Rupiah per bulan, meskipun usahanya tergolong usaha kecil dan skala kecamatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Imam Luzaini, pemuda asal Kampung Angkrong RT 42B/18, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sanggup meraup omzet usaha telur hingga Rp500 juta sebulan.

“Kalau omzet sebulan, total sampai lah 500 juta Rupiah,” kata pemuda lajang berusia 29 tahun itu kepada sukabumiheadline.com, Rabu (4/1/2023) dinihari.

Menurut Imam, ia memulai usaha telurnya sejak tahun 2014. Saat memulai usahanya, ia hanya mengeluarkan modal Rp500 ribu untuk membeli dua peti telur saja.

Diakuinya, usahanya terus berkembang hingga kemudian dipercaya menyediakan telur untuk sejumlah supplier dan e-warong untuk program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) dengan perputaran hingga 10 ton per bulan.

“Jadi dari dua peti itu setiap hari saya jual keliling kampung. Door to door gitu. Alhamdulillah, sekarang dalam sebulan saya sudah sanggup memasarkan enam hingga 10 ton telur per bulan,” jelas Imam yang kini setiap hari berjualan telur di kiosnya yang berada di Pasar Semi Modern (PSM) Parungkuda.

Target ke Depan

Pria yang juga memiliki usaha pangkas rambut, restoran dan wedding organizer (WO) ini berharap usaha telurnya semakin berkembang.

Karenanya, pria yang pernah bekerja sebagai chef di sejumlah hotel ternama di Indonesia, itu kini mulai berpikir melebarkan sayap usahanya hingga ke luar negeri.

Diakui Imam, saat ini ia tengah melakukan negosiasi dengan pihak pengusaha ayam petelur untuk memenuhi kebutuhan ekspor telur ke negeri jiran, Malaysia.

“Masih dalam tahap negosiasi dengan pihak kandang. Terutama soal ketersediaan stok telur karena kebutuhan untuk ekspor ke Malaysia enam sampai tujuh ton per pekan,” ungkap Imam.

“Saya kan harus memastikan kontinuitas agar ekspor lancar,” pungkasnya.

Berita Terkait

Top 5 merek smartphone paling laris di dunia 2026, didominasi produk HP China
Suka belanja di HERO Supermarket? Ternyata pemiliknya mualaf asal Sukabumi
Di Sukabumi Wamentan Alim minta hilirisasi kopi dan kakao dikebut
Profil dan harta Eddy Kusnadi Suriaatmadja, bos SCTV dan Indosiar, paling dermawan se-Asia
Januari-September 2026 penumpang KA Pangrango dari Sukabumi naik 613.678 orang
Menaker luncurkan program Tailor Made Training Batch 2 di Sukabumi
Besok becak listrik Prabowo dibagikan gratis di Sukabumi, cek spesifikasi, fitur dan harganya
Satu di Sukabumi, 65 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih dilengkapi cold storage

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Top 5 merek smartphone paling laris di dunia 2026, didominasi produk HP China

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Suka belanja di HERO Supermarket? Ternyata pemiliknya mualaf asal Sukabumi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Di Sukabumi Wamentan Alim minta hilirisasi kopi dan kakao dikebut

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Profil dan harta Eddy Kusnadi Suriaatmadja, bos SCTV dan Indosiar, paling dermawan se-Asia

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Januari-September 2026 penumpang KA Pangrango dari Sukabumi naik 613.678 orang

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB