sukabumiheadline.com – Sheryl Sheinafia baru-baru ini membagikan momen spesial yang ia habiskan bersama sang ayah di Sukabumi, yang tak hanya menyentuh hati tetapi juga penuh makna. Dalam unggahannya, aktris dan penyanyi ini menunjukkan kebersamaan yang jarang terjadi antara dirinya dan sang ayah, yang dihiasi dengan aktivitas sederhana namun bermakna.
Dari 10 foto yang dibagikan, ia memamerkan momen yang menggambarkan hari itu dengan penuh kehangatan. Seakan mengungkapkan rasa rindu akan kebersamaan yang sudah lama tak terjalin, ia pun menulis dalam postingan tersebut bahwa momen tersebut sangat langka dan berharga.
“Spent the day with dad. Udah lama ngga adem ayem,” tulis Sheryl dalam caption-nya, dikutip sukabumiheadline.com, Jumat (8/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sheryl Sheinafia membagikan kepada para pengikutnya tentang pengalaman berharga yang ia alami bersama ayahnya. Dalam unggahan tersebut, terlihat jelas betapa berartinya momen tersebut bagi Sheryl.
Dengan penuh keceriaan, ia berbagi foto dan cerita tentang kegiatan yang mereka lakukan bersama, mulai dari bermain di sungai, panen labu bersama petani, makan mie ayam bersama, hingga botram atau makan bersama di rumah penduduk setempat.
Sheryl mengungkapkan bahwa waktu bersama ayahnya kini terasa lebih bermakna setelah sekian lama tidak menghabiskan waktu bersama. Ini merupakan kesempatan yang tidak datang setiap hari, mengingat rutinitas mereka yang sibuk, yang mengungkapkan betapa langkanya waktu yang dapat mereka habiskan bersama.
Sheryl membuka lebih dalam tentang mengapa momen tersebut terasa begitu spesial. Ia mengungkapkan bahwa sudah cukup lama dirinya tidak bisa menghabiskan waktu dengan sang ayah. Dalam beberapa kesempatan, perbedaan pendapat antara keduanya juga sering terjadi, membuat suasana tidak selalu harmonis.
Meski demikian, Sheryl merasakan kehangatan dalam waktu yang mereka habiskan bersama, menandakan bahwa momen tersebut terasa begitu langka dan berharga bagi keduanya. Waktu yang tidak hanya diisi dengan kegiatan, tetapi juga pemahaman dan kedamaian yang sulit didapatkan dalam keseharian mereka.
Memahami sudut pandang ayahnya

Seiring bertambahnya usia, Sheryl mulai menyadari bahwa berbagai hal yang dahulu sering jadi bahan perdebatan dengan sang ayah kini mulai bisa dimengerti. Ia menyadari bahwa pandangan hidup sang ayah sebenarnya membantunya tumbuh lebih kuat dan lebih bijaksana.
“Kadang masih suka beda pendapat. But the older I get, the more I see how much of me comes from him,” ungkap Sheryl.
Ia pun semakin menyadari bahwa cara sang ayah membentuk dirinya ternyata sangat berpengaruh dalam hidupnya, bahkan dalam cara berpikir dan bertindak.
Dalam postingannya, Sheryl juga menyebutkan beberapa pesan penting dari sang ayah yang menurutnya sangat berkesan dan menginspirasi. Salah satunya adalah nasihat mengenai pentingnya menjadi orang yang terus belajar dan tidak terburu-buru menjadi yang terbaik.
“Dulu aku sebel waktu dia bilang, ‘You’re a jack of all trades, but a master of none.’ Tapi ternyata itu yang bikin aku terus belajar, coba hal baru, dan bisa adaptasi,” kenangnya.
Menurutnya, pesan tersebut mengajarkan untuk tidak takut mencoba hal baru, meskipun tidak selalu menjadi ahli dalam satu bidang tertentu.
Memahami sikap keras ayah

Selain itu, Sheryl juga menceritakan bagaimana ia kini bisa memahami sikap keras sang ayah terhadapnya selama ini. Dulu, ia merasa sikap tersebut terlalu keras, namun seiring berjalannya waktu, ia menyadari bahwa semua itu dilakukan untuk kebaikannya.
“Baru sekarang aku ngerti, dia ngga pernah keras tanpa alasan. He just wanted us to be strong in our own way,” ujarnya.
Sheryl pun akhirnya menyadari bahwa ayahnya menginginkan yang terbaik untuknya, dan bahwa sikap keras tersebut adalah bentuk kasih sayang yang ingin membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih kuat.
Ayah Sheryl mengajarkan untuk terus belajar, mencoba hal baru, dan beradaptasi.
Perbedaan pendapat antara Sheryl dan ayahnya sering terjadi karena pandangan hidup yang berbeda, namun ia kini semakin memahaminya.
Profil Sheryl Sheinafia

Sheryl lahir di Jakarta pada tanggal 4 Desember 1996. Ia merupakan anak bungsu dari 5 bersaudara putri pasangan Chris Tjokro dan Irta C. Tjokro.
Alat musik pertama yang di pelajari dari umur 5 tahun hingga 11 tahun adalah piano. Sheryl tertarik untuk belajar bermain gitar karena melihat penjaga lingkungan sekitar rumah sering memainkan gitar.
Melalui YouTube, Sheryl belajar teknik bermain gitar dari beberapa penyanyi. Sheryl mengaku sangat terinspirasi dengan teknik permainan gitar milik John Mayer.
Sheryl memasuki dunia perkuliahan di Universitas Bina Nusantara melalui jurusan Desain Komunikasi Visual pada tahun 2013. Namun, kegiatan perkuliahan Sheryl terhenti, karena terbentur dengan kariernya. Ia kembali berkuliah pada tahun 2018 di universitas yang sama dalam jurusan Manajemen.
Karier musik dan seni peran
Hingga kini, Sheryl aktif di dunia hiburan sebagai aktris, model, presenter, penyanyi sekaligus penulis lagu bernaung di bawah label Musica Studio’s.
Sheryl merilis album debutnya, Sheryl Sheinafia (2013). Lalu merilis album keduanya, II (2017), dan album ketiganya dirilis pada 2021 dengan judul Jennovine. Hingga saat ini, Sheryl telah memenangkan 3 penghargaan Anugerah Musik Indonesia.
Sheryl tampil berakting pertama kali sebagai kameo dalam film arahan Raditya Dika yang berjudul Marmut Merah Jambu (2014). Sedangkan debut sebagai pemeran utama dimulainya pada tahun 2016 melalui film Koala Kumal yang juga diarahkan oleh Raditya Dika.
Berkat perannya di film tersebut, Sheryl mendapatkan penghargaan Aktris Pendatang Baru Terpilih pada Piala Maya 2016.
Selanjutnya, ia membintangi beberapa film lain, seperti Galih dan Ratna (2017), The Underdogs (2017), dan Bebas (2019). Sheryl pernah dinominasikan Piala Citra dalam Festival Film Indonesia 2017 untuk kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik.
Sheryl tercatat berperan dalam banyak film dan serial televisi, serta berhasil mengumpulkan puluhan penghargaan di dunia yang digelutinya.









