Ngeri, Rumah Janda Tua di Parakansalak Sukabumi Roboh

- Redaksi

Jumat, 5 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi rumah roboh I istimewa

Kondisi rumah roboh I istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com I PARAKANSALAK – Cuaca ekstrem terus terjang Sukabumi dan sekitarnya, akibatnya satu rumah di Kampung Bojonggaling RT 03/02, Desa Sukatani, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi roboh, Jum’at (5/11/2021).

Rumah milik Komariah (50) roboh hingga rata dengan tanah setelah sebelumnya diterjang hujan deras disertai angin, musibah sendiri terjadi pada pukul 01.00 WIB dini hari.

“Pada saat kejadian posisi saya sedang tertidur, karena kejadiannya dini hari saat semua orang tertidur,” ungkap Komariah janda tua kepada sukabumiheadline.com di lokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, sesaat akan roboh terdengar suara gaduh dirinya pun berlari ke luar rumah menghindar takut tertimpa atap rumah.

“Suara gaduhnya kencang sekali, saya pun sontak bangun lalu berlari ke luar rumah takut tertimpa atap, di luar rumah saya melihat bangunan rumah roboh,” terangnya.

Sementara itu, menurut Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Parakansalak, Jujun Juaeni menuturkan pihaknya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Parakansalak setelah mendapatkan laporan langsung turun ke lokasi kejadian.

“Kami langsung turun ke lokasi meninjau langsung bersama Forkopimcam Parakansalak dan melakukan assessment,” ujarnya.

Lanjut Jujun, hujan deras di sertai angin mengakibatkan kondisi rumah rusak parah membuat pemilik rumah yang seorang diri harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

“Pemilik rumah sudah mengungsi ke kediaman anaknya, untuk kerugian di taksir mencapai Rp70 juta. Saya pun menghimbau kepada warga sekitar untuk selalu waspada karena cuaca ekstrem akhir-akhir ini,” pungkasnya.

Berita Terkait

Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu
Kurun September-Oktober 2026 ada 86 kebakaran hutan di Sukabumi, sebagian karena iseng
DPRD Kabupaten Sukabumi minta DPTR naik kelas jadi A, tapi jangan sekadar berubah
Jual jaket ojol kurang Rp30 ribu, dua pria Sukabumi saling bacok
Penjual ratusan botol miras di Cibadak, Parungkuda, Nagrak, dan Cikembar disikat Polres Sukabumi
5 wisatawan asal Bekasi tenggelam di Pantai Cibuaya Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi minta Perumda AMTJM setor PAD Rp20 miliar

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:36 WIB

Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 01:30 WIB

Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Kurun September-Oktober 2026 ada 86 kebakaran hutan di Sukabumi, sebagian karena iseng

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:00 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi minta DPTR naik kelas jadi A, tapi jangan sekadar berubah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Jual jaket ojol kurang Rp30 ribu, dua pria Sukabumi saling bacok

Berita Terbaru

Luhut Binsar Pandjaitan - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Regulasi

Prabowo setujui usulan Luhut ubah definisi korupsi

Selasa, 20 Okt 2026 - 22:30 WIB