Panen Ubi Cilembu di Pawenang Anjlok Akibat Serangan Lanas

- Redaksi

Rabu, 30 Juni 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ubi cilembu hasil panen di kebun Bah Usuf di Pawenang, Nagrak, Sukabumi. | Foto: Andika Putra

Ubi cilembu hasil panen di kebun Bah Usuf di Pawenang, Nagrak, Sukabumi. | Foto: Andika Putra

SUKABUMIHEADLINES.com – Bah Usuf (65 tahun) petani Ubi Cilembu di Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat cuma bisa elus dada.

Tahun ini Bah Usuf tak bisa ambil untung dari hasil panennya. Cuaca tak menentu dan serangan hama boleng atau orang sunda menyebut Lanas, membuat hasil panen ubi cilembu anjlok.

Padahal ia sudah mengeluarkan modal di kisaran Rp 2 juta. “Panen sekarang bisa dibilang rugi. Tapi Alhamdulillah masih bisa balik modal,” kata Bah Usuf saat ditemui sukabumiheadlines.com, Selasa, 29 Juni 2021.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menanam ubi cilembu di atas empat petak lahan. Tidak luas, namun Bah Usuf sudah puluhan tahun menanam ubi cilembu di lahan tersebut. Setiap 2,5 bulan, ubi cilembu bisa dipanen.

Bahkan hasil kebun yang ia jual ke tengkulak di kisaran Rp 1.000-2.000 per kilogram, tak jarang sampai diekspor.

“Biasanya kalau panen itu bisa sampai empat ton lebih. Sekarang anjlok cuma tujuh kuintal. Bahkan sekarang mah enggak sampai satu ton,” pungkas Bah Usuf.

Berita Terkait

BBM subsidi berdasarkan jenis kendaraan, Bahlil: Pertalite untuk motor tak dibatasi
Dampak Program MBG terhadap produksi 22 jenis sayuran di Sukabumi
Cek keuntungannya, pemerintah: Status driver ojol adalah UMKM, bukan pegawai
Ratusan ton daun cincau diekspor ke China dan ASEAN, peluang untuk petani Sukabumi
Sponsori Persib, SIG bangkitkan Semen Kujang
5 motor terpopuler dan terlaris di Indonesia 2026
CNG 3 kg pengganti LPG uji coba tahap akhir, digulirkan Agustus
Sukabumi juara 3, daftar kota dan kabupaten yang warganya paling kreatif

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 02:57 WIB

BBM subsidi berdasarkan jenis kendaraan, Bahlil: Pertalite untuk motor tak dibatasi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 01:13 WIB

Dampak Program MBG terhadap produksi 22 jenis sayuran di Sukabumi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Cek keuntungannya, pemerintah: Status driver ojol adalah UMKM, bukan pegawai

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:55 WIB

Ratusan ton daun cincau diekspor ke China dan ASEAN, peluang untuk petani Sukabumi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:36 WIB

Sponsori Persib, SIG bangkitkan Semen Kujang

Berita Terbaru