Pasutri asal Cireunghas Sukabumi terlibat perdagangan manusia

- Redaksi

Rabu, 6 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Y dan SK, pasutri asal Cireunghas Sukabumi terlibat perdagangan manusia - Istimewa

Y dan SK, pasutri asal Cireunghas Sukabumi terlibat perdagangan manusia - Istimewa

sukabumiheadline.com – Dua orang warga Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diringkus jajaran Satreskrim Polres Sukabumi Kota. Kedua orang tersebut berstatus pasangan suami-istri atau pasutri ditangkap karene diduga terlibat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Adapun, kedua terduga pelaku TPPO tersebut adalah, wanita berinisial Y (51) yang merupakan sponsor atau yang melakukan penerimaan terhadap calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Sedangkan suaminya, berinisial SK (61) yang berperan ikut membantu dalam perekrutan dan melakukan penerimaan terhadap calon PMI yang akan diberangkatkan ke Timur Tengah. Keduanya ditangkap pada Selasa (5/11/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Keduanya diamankan berdasarkan laporan lp/b/368/ix/2024/spkt/polres sukabumi kota/polda jabar, tanggal 4 september 2024 atas nama pelapor SH,” ungkap Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rita Suwadi.

Rita menjelaskan, kejadian bermula saat para pelaku merekrut dan menerima calon PMI yang akan diberangkatkan ke Timur Tengah khususnya Uni Emirat Arab seperti, Dubai, Abu Dhabi dan Qatar untuk dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga dengan gaji 1.200 real atau setara Rp4.000.000. Namun, setelah sampai di negara tujuan yaitu Abu Dhabi kemudian bekerja selama tiga bulan tetapi hanya digaji satu bulan saja.

Baca Juga :  10 Warga Sukabumi Edarkan Obat Terlarang dan Sabu Modus COD

“Pelaku ini, merupakan sepasang suami istri dan menikah sejak tahun 2021 dan telah melakukan perekrutan dan penerimaan calon PMI di wilayah sekitar Kota dan Kabupaten Sukabumi,” jelasnya.

Ia menerangkan, pelaku telah melakukan perekrutan sejak 2021 silam sampai dengan saat ini dan mendapatkan keuntungan sebesar Rp1.500.000 per orang yang diberangkatan.

“Setelah melakukan perekrutan pelaku mengirim korban ke sponsor perusahaan berinisial RQ yang masih DPO (Daftar Pencarian Orang),” terangnya.

Dari tangan para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti yaitu, satu buah Paspor Republik Indonesia dengan nomor e6920832 atas nama korban SH, satu buah tiket pesawat Maskapai Cathay Pasific dengan nomor penerbangan CX738 31 Agustus 2024 atas nama Haryati atau Siti MRS dengan rute dxb > hkg, satu buah tiket pesawat Maskapai Cathay Pasific dengan nomor penerbangan CX719 pada 1 September 2024 atas nama Haryati atau Siti MRS dengan rute hkg > cgk.

Baca Juga :  Soal spanduk "Teu Cukup Ngopi", PDIP respons positif jika kecamatan satelit gabung Kota Sukabumi

“Selain itu, kami juga mengamankan satu lembar pembatalan tempat tinggal Residence Cancellation atas nama SH yang dikeluarkan Federal Authority for Identity, Citizenship, Custom and Port Securty,” bebernya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 4 UU RI nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman pidana minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara dan pasal 69 jo pasal 81 UU RI nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman pidana 10 tahun penjara.

“Saat ini pelaku telah dilakukan proses penyidikan lebih lanjut di Satreskrim Polres Sukabumi Kota,” tukasnya.

Berita Terkait

Nelayan Palabuhanratu Sukabumi hilang misterius di Cidaun
Sekretariat DPRD Kabupaten Sukabumi gelar Ansyithoh, Ramadhan Maslahat Berdampak
Bencana pergerakan tanah Sukabumi: Puluhan rumah rusak, ratusan jiwa terusir
Hasil forensik NS Sukabumi: Hantaman benda tumpul dan trauma panas organ dalam
DPRD Kabupaten Sukabumi: PT PCI dan PT KKB di Cicurug tak punya Izin
Temuan KPAI di Sukabumi, Diyah: Ayah kandung dan ibu tiri terlibat penyiksaan Nizam
DPR RI minta polisi periksa ayah kandung bocah Sukabumi tewas dianiaya
Kronologi bujuk rayu dai kondang di Sukabumi diduga lakukan pelecehan terhadap santriwati

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 03:29 WIB

Nelayan Palabuhanratu Sukabumi hilang misterius di Cidaun

Rabu, 4 Maret 2026 - 23:44 WIB

Sekretariat DPRD Kabupaten Sukabumi gelar Ansyithoh, Ramadhan Maslahat Berdampak

Selasa, 3 Maret 2026 - 23:59 WIB

Bencana pergerakan tanah Sukabumi: Puluhan rumah rusak, ratusan jiwa terusir

Selasa, 3 Maret 2026 - 23:34 WIB

Hasil forensik NS Sukabumi: Hantaman benda tumpul dan trauma panas organ dalam

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:58 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi: PT PCI dan PT KKB di Cicurug tak punya Izin

Berita Terbaru

Ilustrasi gaji atau tunjangan hari raya (THR) - sukabumiheadline.com

Regulasi

Ini isi SE Menaker RI tentang BHR/THR karyawan swasta 2026

Kamis, 5 Mar 2026 - 06:19 WIB

Ilustrasi nelayan tenggelam di laut - sukabumiheadline.com

Peristiwa

Nelayan Palabuhanratu Sukabumi hilang misterius di Cidaun

Kamis, 5 Mar 2026 - 03:29 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131