sukabumiheadline.com – Ikon Alun-Alun Gadobangkong, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berupa patung penyu, mengalami kerusakan. Padahal, alun-alun tersebut baru selesai dibangun pada 2024 lalu.
Fakta mengejutkan terungkap bahwa patung tersebut terbuat dari kardus dan potongan bambu. Padahal, total biaya pembangunan alun-alun tersebut menghabiskan anggaran Rp17,4 miliar dari APBD Provinsi Jawa Barat tahun 2023.
Diketahui, proyek pembangunan Alun-alun Gadobangkong Palabuhanratu dimulai dengan anggaran Rp 17,4 Millar. Dalam pengumuman tender oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, pembangunan alun-alun laut ini terbagi atas pengerjaan 3 segmen, spot selfie, tugu dan gerbang unik termasuk bangunan atau gedung kuliner.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penataan kawasan pesisir Palabuhanratu ini dibiayai oleh APBD Provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2022. Dengan nama tender Penataan Alun-alun Gadobangkong Kabupaten Sukabumi, pagu untuk proyek ini adalah Rp17.562.500.000,00 dengan nilai HPS paket Rp17.421.952.000,00.
Dalam LPSE Pemprov Jabar, proses tender untuk proyek pengerjaan kontruksi diperkirakan 180 (Seratus Delapan Puluh) hari kalender terhitung sejak terbit SPMK. Proses tender yang dibuat 28 November 2022, hingga saat ini proyek tersebut belum diresmikan dan masih dalam tahapan evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis, dan harga.
Informasi ini diketahui dari unggahan video akun Facebook Dede Eko, Rabu (6/3/2025), terlihat patung penyu yang berada di bibir pantai mengalami kerusakan di beberapa bagian.
Warganet yang melihat bagian dalam patung tersebut pun terkejut karena materialnya bukan dari semen atau batu, melainkan kardus yang ditopang dengan rangka bambu alakadarnya.
“Masya Allah, ini pembuatan penyu Gadobangkong, ini, seperti ini. Bukan coran ini. Lihat itu pak, lihat,” ucap perekam video mengomentari kondisi patung itu.
Temuan ini sontak menjadi sorotan di media sosial. Banyak warganet yang mempertanyakan transparansi dan kualitas pengerjaan proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah ini.
“Anggaran milyaran Tina kardus??? Mantapp,” komentar salah seorang warganet.
“@dedimulyadi71 usut mang. Anggaran milyaran tapi dibikin dari kardus sama kayu,” tulis warganet.
“Ini kenapa orang banyak yg mau jadi pejabat, sampe rela ngeluarin miliyaran buat kampanye, berani utang miliyaran, ini baru 1 penyu belum penyu lain dan hewan lainnya,” timpal warganet.
“Jaman Ridwan Kamil tea atuhhh… mesjid ge aljabar ge ngahutang,” celetuk warganet.
Warganet berharap pihak-pihak terkait, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Sukabumi dapat memberikan klarifikasi lebih lanjut terkait patung penyu tersebut.