Pembangunan Tol Bocimi Seksi 2 Cigombong-Cibadak Tak Jadi Prioritas 2022

- Redaksi

Kamis, 17 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembangunan Tol Bocimi Seksi 2. l Fery Heryadi

Pembangunan Tol Bocimi Seksi 2. l Fery Heryadi

SUKABUMIHEADLINE.com l Jalan Tol Bocimi Seksi 2 tidak menjadi prioritas Pemerintah Pusat. Pemerintah Pusat sendiri sudah melakukan pengerjaan jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), Jawa Barat sejak 2011.

Mulai dari Seksi 1 Ciawi-Cigombong dengan panjang 15,35 Km yang sudah diresmikan terlebih dulu pada 2018 lalu. Kemudian ada Seksi 2 Cigombong-Cibadak sejauh 11,9 Km yang pengerjaan fisiknya seharusnya sebentar lagi selesai.

Setelah molor sekian lama, sekarang pengerjaanya fisiknya sudah sampai di Seksi 2 Cigombong-Cibadak, tepatnya di Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kendati demikian, ternyata tol Bocimi Seksi 2 tidak termasuk dalam daftar tol yang dipastikan beroperasi pada akhir 2021 lalu. Tak hanya itu, proyek tol ini khususnya di Seksi 2, tidak jadi prioritas pembangunan Pemerintah Pusat pada 2022.

Tol Bocimi hilang dari daftar terbaru 11 tol di Indonesia yang dipastikan mulai beroperasi di akhir tahun 2021, yang dikeluarkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau (PUPR).

Mengutip laman resmi Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR mengatakan, tercatat dari Januari hingga Agustus 2021 sudah ada 13 ruas tol baru yang tuntas konstruksi fisiknya sepanjang 96,16 km, dimana 10 ruas telah beroperasi.

“Kementerian PUPR optimis 11 ruas lagi sepanjang 189,36 km bisa dituntaskan konstruksi fisiknya hingga akhir tahun 2021, melengkapi 13 ruas yg sudah dituntaskan konstruksi fisiknya tersebut. Sehingga total sebanyak 24 ruas dengan total panjang 312,02 km di tahun 2021 ditargetkan bisa selesai,” kata Endra.

Berdasarkan data, 10 ruas tol yang telah beroperasi yakni Banda Aceh-Sigli seksi 3 (16 km), Medan-Binjai seksi 1A (3,5 km), Bekasi-Cawang-Kampung Melayu seksi 1A (2,1 km), Serpong-Cinere seksi 1 (6,5 km), Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran (14,19 km), Serpong – Cinere seksi 1 (6,5 km), Depok-Antasari on/off ramp Rawajati (1,75 km), Solo-Ngawi simpang susun Sragen Timur (1,04 km), Pemalang-Batang simpang susun Pekalongan dan exit Pekalongan (3,84 km), tol Kelapa Gading-Pulo Gebang (9,3 km), dan Balikpapan-Samarinda Seksi 1 dan 5 (32,39 km).

Selanjutnya sebanyak 11 ruas tol yang tuntas akhir 2021 terdiri dari ruas Trans Sumatera yakni Jalan tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat seksi 1, Tebing Tinggi-Indrapura dan junction Tebing Tinggi (20,4 km), Sigli-Banda Aceh seksi 2 Seulimeum-Jantho (6,3 km), Padang-Pekanbaru ruas Pekanbaru-Bangkinang (40 km), Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu ruas Bengkulu-Taba Penanjung (17,6 km), dan Binjai-Langsa ruas Binjai-Stabat (12,3 km).

Selanjutnya yang tuntas hingga akhir tahun 2021 adalah Cileunyi-Sumedang-Dawuan seksi 1,2,3, dan 6 (38,62 km), Cibitung-Cilincing seksi 2 dan 3 (24,45 km), Serpong-Cinere seksi 2 (3,64 km), BIJB Kertajati (3,38 km), Semarang-Batang simpang susun Kawasan Industri Batang (3,10 km), dan Manado-Bitung seksi 2B Danowudu-Bitung (13,5 km).

Padahal, sebelumnya Endra S Atmawidjaja menjelaskan target pemerintah merampungkan 14 proyek jalan tol nasional dalam tahun 2021, salah satunya ruas Bogor-Ciawi-Sukabumi atau Bocimi. Jika dijumlah, ke-14 proyek itu akan memiliki total panjang 373 kilometer.

Endra mengatakan seluruh proyek tersebut secara umum dapat dibagi mejadi tiga kelompok: Jalan tol Trans Sumatera atau JTTS, Jalan tol Jabodetabek, dan Jalan tol Non Trans. Dikutip dari data Badan Pengatur Jalan Tol, penyelesaian konstruksi berjalan di JTTS yang ditargetkan rampung pada akhir tahun ini akan menambah panjang jalan tol nasional sepanjang 172,9 kilometer.

Perlu diketahui, jalan tol Bocimi membentang sejauh 54 Km dan dibagi menjadi empat seksi.Selanjutnya ada Seksi 3 Cibadak-Sukabumi dengan bentang 13,7 Km dan Seksi 4 Sukabumi-Sukabumi Timur sepanjang 13,05 Km.

Berita Terkait

Berapa pesangon korban PHK masa kerja 1-9 tahun menurut UU Pelindungan Ketenagakerjaan?
Cikakak bukan juaranya, ini 32 kecamatan penghasil durian Sukabumi, cek kandungan gizinya
Sempat melemah, harga saham BEEF naik usai akuisisi aset di Sukabumi
Geber bisnis susu sapi perah dalam kemasan, Estika Tata Tiara beli lahan 30 ha di Sukabumi
BEEF akuisisi aset bisnis sapi perah kemasan seluas 30 hektare di Sukabumi
Pemkot Sukabumi paksa pemilik usaha pasang tapping box
Top 5 merek smartphone paling laris di dunia 2026, didominasi produk HP China
Suka belanja di HERO Supermarket? Ternyata pemiliknya mualaf asal Sukabumi

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 13:12 WIB

Cikakak bukan juaranya, ini 32 kecamatan penghasil durian Sukabumi, cek kandungan gizinya

Jumat, 6 November 2026 - 10:59 WIB

Sempat melemah, harga saham BEEF naik usai akuisisi aset di Sukabumi

Selasa, 3 November 2026 - 16:00 WIB

Geber bisnis susu sapi perah dalam kemasan, Estika Tata Tiara beli lahan 30 ha di Sukabumi

Senin, 2 November 2026 - 22:30 WIB

BEEF akuisisi aset bisnis sapi perah kemasan seluas 30 hektare di Sukabumi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:26 WIB

Pemkot Sukabumi paksa pemilik usaha pasang tapping box

Berita Terbaru

Limbah ban bekas diubah jadi hiasan keren. l Istimewa

Lingkungan

Inspirasi ban bekas jadi mahakarya yang ramah lingkungan

Sabtu, 7 Nov 2026 - 23:05 WIB