sukabumiheadline.com l Pebulutangkis ganda putra Indonesia, Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, membuat pengakuan di balik berakhirnya kebersamaan dengan atlet bulu tangkis asal Sukabumi, Jawa Barat, Pramudya Kusumawardana.
Perpisahan itu harus terjadi usai Yeremia berduet dengan Pramudya berpasangan selama empat tahun. Baca lengkap: Pramudya Kusumawardana, Atlet asal Sukabumi Mundur dari Pelatnas PBSI karena Pilih ke Australia
Pasangan Pramudya/Yeremia- resmi berakhir, setelah Pramudya memutuskan mundur dari Pelatnas PBSI pada akhir 2023.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemain berusia 24 tahun itu mengungkap hal-hal yang ia rasakan di balik akhir dari duet The Prayer, termasuk move on menatap masa depan bersama partner baru yakni Rahmat Hidayat.
Dalam pengakuannya dilansir sindonews.com, Yeremia mengaku kaget dengan keputusan Pramudya Kusumawardana mundur dari Pelatnas.
“Ya, pasti ngerasa kaget saja, kenapa dia mau berhenti. Kaget saja, kaget pokoknya,” kata Yeremia.
Menurutnya, ketika usai berlaga di Hong Kong Open 2023, pasangan tersebut kalah dari Keiichiro Matsui/Yoshinori Takeuchi (Jepang) di babak 16 besar. Namun, Yeremia mengaku kekalahan tersebut masih bisa diperbaiki ke depannya.
“Tapi tiba-tiba pas selesai tanding itu, dia (Pramudya) langsung pulang ke hotel dan enggak ada ngomong apa-apa. Lalu, enggak lama kemudian, koh Ar (Aryono Miranat, pelatih ganda putra) sama koh Rudy (Bambang Roedyanto, Kabid Hubungan Luar Negeri PBSI) ngomong kalau Pram -sapaan akrab Pramudya- ingin berhenti,” ungkap Yeremia.
“Di situ saya shock. Kenapa dia enggak ngomong aja ke saya dulu? Kita bisa ngobrol berdua kayak ada masalah apa? Setidaknya ngomong sama saya baru kita ngomong ke pelatih,” imbuhnya.
Ditambahkan Yeremia, Pramudya Kusumawardana sama sekali tidak melakukan pembicaraan dengan dirinya sebelum memutuskan mundur dari Pelatnas.
“Dia saat itu enggak bicara sama saya. Ya, saya berpikir itu cuma omongan doang kali. Saya merasa mungkin dia masih bisa berubah pikiran. Mungkin dia cerita ke koh Ar doang karena merasa sedih, karena kita tanding belum juara-juara, jadi dia merasa sedih. Mungkin ada pikiran sementara dari dia kayak gitu, jadi ya saya berpikirnya seperti itu. Soalnya dia kan enggak cerita ke saya secara langsung berdua,” paparnya.
“Pasti sedih. Saya merasa sedih karena partner-an sama dia sudah lama. Kayak ibaratnya kita berjuang bareng-bareng, pencapaiannya bagus kita pernah juara Asia, terus berhenti tiba-tiba, saya sedih banget,” tambah Yeremia.
Baca Juga: Kepergian Pebulutangkis asal Sukabumi dari Pelatnas PBSI Disorot Media China
Pramudya Kusumawardana
Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, Pramudya Kusumawardana dikenal juga sebagai sosok pria yang hobi membaca buku. Pebulutangkis yang sangat mementingkan pendidikan itu belakangan menjadi perhatian netizen dan para pecinta badminton tanah air.

Pasalnya, Pramudya Kusumawardhana yang menjadi salah satu atlet tervaforit di ajang SEA Games 2021, digelar pada 2022 lalu di Vietnam, pilihan netizen ini terbilang memiliki paras rupawan.
Pramudya Kusumawardhana yang dipanggil Pram menempati atlet terfavorit ketiga dalam SEA Games 2022 hingga Senin, 23 mei 2022 pukul 13.44 WIB. Baca lengkap: Biodata dan Prestasi Pramudya Kusumawardana, Atlet asal Sukabumi Terfavorit se-Asia Tenggara