Petani Girijaya Sukabumi Budidaya Jeruk Dekopon, Buah Manis Tanpa Biji dari Jepang

- Redaksi

Kamis, 8 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saepudin (30 tahun) petani asal Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Sukabumi pembudidaya jeruk dekopon. | Foto: Adinda Suryahadi

Saepudin (30 tahun) petani asal Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Sukabumi pembudidaya jeruk dekopon. | Foto: Adinda Suryahadi

sukabumiheadline.com l NAGRAK – Saepudin (30 tahun) kini tengah fokus membudidayakan jeruk dekopon di Kampung Bojongkawung RT 03/01 Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Sukabumi, Jawa Barat.

Jeruk asal Jepang ini tengah menjadi primadona lantaran rasanya yang manis dan tanpa biji. Selain jeruk dekopon, Saepudin bersama adiknya, Wanda (29 tahun) juga tengah membudidayakan jambu air deli dan pembibitan tanaman hias.

Saepudin dan Wanda menanam jeruk dekopon di atas lahan milik sang paman seluas 3.000 meter persegi. Dalam waktu dua tahun saja, dua bujangan ini bisa menghasilkan panen jeruk dekopon sebanyak dua ton. Hasil panen kemudian mereka jual ke pengepul di daerah Sukaraja Kabupaten Sukabumi dengan harga Rp 40.000 per kilogram.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Awal mula tercetus budidaya jeruk dekopon ini sebetulnya dari adik saya, Wanda. Dia tujuh tahun kerja di perkebunan jeruk dekopon di kawasan Lembang, rentang 2012-2019. Wanda kemudian pulang kampung. Karena sudah menguasai tentang budidaya jeruk dekopon akhirnya diterapkan di kampung halaman,” kata Saepudin kepada sukabumiheadline.com, Rabu, 7 Juli 2021.

Kekinian, Wanda direkrut oleh salah satu CV di wilayah Parakansalak Sukabumi untuk mengurus perkebunan jeruk california seluas dua hektare dan kebun palawija seluas dua hektare dengan bayaran Rp4 juta per bulan.

Saepudin melanjutkan, ia juga mendapat bekal bercocok tanam setelah 12 tahun bekerja di kebun cabai paprika, yang lokasinya masih di kawasan Lembang.

“Dulu saat merantau, kerja di kebun cabai paprika bayaran saya di awal tahun 2001 itu sekitar Rp150.000 per bulan dan dikasih transport Rp25.000 per minggu. Sampai 2013 gaji saya naik jadi Rp700.000 per bulan. Karena merasa sudah lama bekerja, akhirnya saya dan adik saya berinisiatif mau budidaya sendiri,” imbuh Saepudin.

Saepudin juga membuka kios tanaman hias di depan kebun jeruk dekopon. Selain itu ia juga membuka jasa foto copy dan penjilidan, serta counter pulsa.

Ia mengaku ingin memfungsikan lahan sisa lahan agar bisa menambah penghasilan. Saepudin masih punya cita-cita ingin memberdayakan warga dan pemuda sekitar yang saat ini belum punya pekerjaan tetap, untuk ikut berkebun.

“Setidaknya ingin bisa mengajak pemuda ke kegiatan yang positif. Karena memang sekarang usaha sedang sulit akibat pandemi Covid-19. Penghasilan sebelum pandemi bisa Rp300.000 sampai Rp1 juta, sekarang turun drastis sampai 60 persen,” tandas Saepudin.

Berita Terkait

Sponsori Persib, SIG bangkitkan Semen Kujang
5 motor terpopuler dan terlaris di Indonesia 2026
CNG 3 kg pengganti LPG uji coba tahap akhir, digulirkan Agustus
Sukabumi juara 3, daftar kota dan kabupaten yang warganya paling kreatif
Harga plastik tak kunjung turun, pelaku UMKM Sukabumi menangis
Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, DPR: TNI/Polri bukan aparat penegak pajak
Program Kompor Listrik Gratis mulai uji coba, dibagikan tahun depan
Jumlah kursi dikurangi, naik KA Pangrango Bogor-Sukabumi makin nyaman

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:36 WIB

Sponsori Persib, SIG bangkitkan Semen Kujang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 02:47 WIB

5 motor terpopuler dan terlaris di Indonesia 2026

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:46 WIB

CNG 3 kg pengganti LPG uji coba tahap akhir, digulirkan Agustus

Senin, 3 Agustus 2026 - 23:30 WIB

Sukabumi juara 3, daftar kota dan kabupaten yang warganya paling kreatif

Jumat, 31 Juli 2026 - 06:42 WIB

Harga plastik tak kunjung turun, pelaku UMKM Sukabumi menangis

Berita Terbaru

Semen Kujang sponsori Persib Bandung - Ist

Bisnis

Sponsori Persib, SIG bangkitkan Semen Kujang

Rabu, 5 Agu 2026 - 18:36 WIB

Honda PCX 160 2026 lebih irit BBM, 1 liter untuk 45 KM, cek harganya - Honda

Bisnis

5 motor terpopuler dan terlaris di Indonesia 2026

Rabu, 5 Agu 2026 - 02:47 WIB

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi: Raperda PPT PKSDA dan evaluasi APBD 2026 - Setwan DPRD Kabupaten Sukabumi

Legislatif

DPRD Kabupaten Sukabumi bentuk Pansus perubahan Perumda TJM

Selasa, 4 Agu 2026 - 20:07 WIB