sukabumiheadline.com – Poempida Hidayatulloh adalah salah seorang tokoh kelahiran Sukabumi, Jawa Barat. Meskipun tidak begitu banyak dikenal oleh warga Sukabumi, namun Poempida memiliki karier mentereng di berbagai bidang yang digelutinya.
Selain dikenal sebagai seorang pengusaha energi terbarukan dan investasi, Poempida juga aktif sebagai akademisi dengan menjadi dosen tetap di salah satu perguruan tinggi swasta.
Tak hanya itu, Poempida juga seorang profesional sekaligus politikus. Sebagai profesional ia pernah dan masih menduduki berbagai posisi penting, antara lain pernah menjadi Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan/BPJamsostek periode 2016–2021 dari unsur tokoh masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: Mini biografi Mayjen TNI Ampi Tanudjiwa, eks anggota DPR kelahiran Sukabumi hingga dikaitkan Saracen
Profil Poempida Hidayatulloh

Nama lengkapnya, Poempida Urip Priyopurnomo Hidayatulloh, B.Eng (Hon), Ph.D. Ia lahir pada 18 Maret 1972 di Sukabumi, Jawa Barat.
Poempida menikah dengan Fahrina Fahmi Idris yang juga seorang pengusaha dan pernah menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi), namun kemudian bercerai.
Poempida kembali menikah dengan Anastasia Pritasari Ilham (Prita Ilham) pada 20 Mei 2017. Pernikahan mereka telah dikaruniai lima orang anak.
Baca Juga: Mini biografi Heri Hermansyah: Peneliti BRIN dan Dekan FT UI asal Sukabumi lulusan Tohoku University
Asal-usul nama Poempida Hidayatulloh
Meskipun lahir di Sukabumi, namun Poempida berdarah Jawa.
“Banyak orang mengenalku dengan nama Poempida Hidayatulloh. Kawan-kawanku memanggilku dengan panggilan Poem atau Poempi. Mereka juga selalu bertanya apa makna nama “Poempida”, tentunya semua orang tahu makna dari Hidayatulloh,” katanya dikutip sukabumiheadline.com dari catatannya, Kamis (3/10/2024).
“Poempida berasal dari kata Poempi Muda. Poempi adalah nama panggilan bapakku, Eddy Iman Koesno, di keluarga. Kebetulan pada saat aku lahir Bapakku terinspirasi dengan nama Pompidou dari George Pompidou, Presiden Perancis pada saat itu. Jadilah namaku Poempida yang maknanya Poempi Junior,” paparnya.
Baca Juga: 5 profesor asal Sukabumi, dari pakar perbankan syariah hingga wanita lulusan Harvard
Dikisahkannya, dalam surat kelahiran dari rumah sakit, nama lengkapnya adalah Poempida Urip Priyopurnomo Hidayatulloh Djati Utomo.
“Nah, sekarang baru terlihat betapa kentalnya darah jawa yang mengalir ditubuhku. Namun entah bagaimana, di akte kelahiran namaku hanya tercatat menjadi Poempida Urip Priyopurnomo Hidayatulloh,” kata dia.
“Lalu mengapa aku selalu pakai nama belakang Poempida Hidayatulloh? Ini karena selama 9 tahun belajar di Inggris aku selalu identik dengan nama tersebut. Di sana orang hanya dipanggil dengan nama depan dan nama belakang saja. Jadi Poempida Hidayatulloh terus terbawa sampai sekarang,” ungkap Poempida.
Baca Juga: Mini Biografi Rita Tila, Wanita Sukabumi dari Terminal Nagrak, Dosen UPI hingga Sinden 4 Benua
Menjadi dosen dan pebisnis

Ia menamatkan pendidikan terakhirnya di Imperial College London, dan Universitas Bristol, Inggris. Poempida kemudian, sejak 2014 sampai saat ini aktif mengajar sebagai dosen tetap di Prodi Teknik Mesin, Universitas Mercu Buana. Ia juga telah menulis beberapa jurnal ilmiah, terutama di bidang energi terbarukan dan politik.
Sebagai pebisnis, ia pernah dan sedang menduduki berbagai jabatan penting seperti General Affair Manager di Golden Spike Energy (1998-1999), Business Development Director untuk Nusantara Energy Group (2000-2005), CEO Universal Security (2004-2007) dan CEO Viron Energy (2007-2009), dan Dewan Pengawas untuk BPJS Ketenagakerjaan (2016-2021) serta Managing Partner di RGV Business and Legal Advisory sejak 2021.
Karier politik Poempida Hidayatulloh
Poempida adalah politikus Partai Golongan Karya (Golkar). Pada Pemilu 2009, ia ikut Pemilu Legislatif dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Barat I yang mencakup Kabupaten Pesisir Selatan, Kepulauan Mentawai, Solok, Solok Selatan, Sijunjung, Tanah Datar, Dharmasraya, Kota Padang, Kota Solok, Kota Padang Panjang dan Kota Sawah Lunto. Namun, saat itu ia kekurangan sedikit suara untuk duduk di kursi DPR-RI.
Namun nasib memang menentukan ia harus tetap melenggang ke Senayan sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) periode 2009–2014 sebagai pengganti antar waktu (PAW), sejak 26 April 2012 – 1 Oktober 2014.
Poempida menggantikan Jeffrie Geovanie yang pindah ke Partai NasDem. Ia duduk di Komisi IX DPR RI yang membidangi masalah kependudukan, kesehatan, tenaga kerja dan transmigrasi dan bermitra dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Badan Pengawas Obat dan Makanan, BNP2TKI, PT Askes (Persero) dan PT Jamsostek (Persero).
Baca Juga: Mini biografi Wisjnu Mouradhy: Film, penghargaan untuk sutradara dan aktor asal Sukabumi lahir 1921
Aktivitas Poempida Hidayatulloh
Di luar karier profesionalnya, Poempida aktif dalam berbagai dialog di media sosial, terutama terkait politik dan energi terbarukan. Ia juga memiliki minat dalam F1 dan komik, serta mengagumi tokoh seperti B. J. Habibie dan Jusuf Kalla.
Poempida pun adalah Ketua Umum Organisasi Kesejahteraan Rakyat (Orkestra), sebuah ormas yang didirikan sejak 14 Februari 2014.