Profil dan filmografi Dedi Setiadi, sutradara terbaik Indonesia asal Sukabumi jadi idola Nikita Willy

- Redaksi

Kamis, 1 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dedi Setiadi, sutradara terbaik Indonesia asal Sukabumi - Istimewa

Dedi Setiadi, sutradara terbaik Indonesia asal Sukabumi - Istimewa

sukabumiheadline.com – Kalangan Gen z Sukabumi, mungkin tidak banyak yang mengenal sosok ini. Padahal, pria kelahiran 26 Oktober 1952 di Sukabumi, Jawa Barat ini dikenal sebagai salah satu sutradara besar di Tanah Air.

Pria yang dikenal sederhana ini punya hobi gowes sepeda, di kalangan artis, populer dipanggil dengan nama Sutradara DS.

Rekomendasi Redaksi: Mini biografi Wisjnu Mouradhy: Film, penghargaan untuk sutradara dan aktor asal Sukabumi lahir 1921

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dedi Setiadi dikenal tegas

Kesibukan Dedi Setiadi di masa keemasannya, bukan hanya di Jakarta tetapi ke berbagai pelosok di Indonesia. Namun demikian, di sela kesibukan dia sebagai sutradara, Dedi selalu menyempatkan diri berkumpul atau jalan-jalan bersama keluarga.

Hal itu diakui Daniel Bond salah seorang artis sinetron yang pernah bekerjasama dengan Dedi dalam sinetron Poltron. Menurutnya, prestasi Sutradara DS memang tidak di ragukan lagi, ketegasan kepada pemain tidak pandang bulu kalau ada kesalahan pasti langsung ditegur.

“Ketegasan Sutradara DS membuat para pemain cepat memahami bagaimana cara bermain yang baik dan benar,” kata Daniel yang sudah lima kali main di FTV yang disutradarai DS.

Rekomendasi Redaksi: 5 Fakta Ratna Asmara, Sutradara Wanita Pertama Indonesia Syuting di Selabintana Sukabumi

Jalan karier Dedi Setiadi 

Pendidikan yang ditempuh Dedi Setiadi memang sangat beralasan dan pantas untuk berkarier seperti saat ini. Informasi dihimpun sukabumiheadline.com, DS pernah mengikuti Sekolah Televisi (TVRI) sebagai Perencara Program (1979), dan Sekolah Televisi Bidang Penyutradaraan Lanjutan (1982).

Selain itu, ia juga mengikuti Sekolah Asia Fasific Institut For Broadcasting Development (AIBD)Kuala Lumpur Malaysia Bidang TV Spot dan Pendidikan (1983), pernah kuliah di STIA LAN RI (1987-1991), Pelatihan Asesor Kompetensi Sektor Prioritas (APBN-P) Angkatan XXII Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Rekomendasi Redaksi: Kiprah Tan Boen Soan, jurnalis dan penulis novel asal Sukabumi pertama, lahir 1905

Mengintip aktivitas Dedi Setiadi di usia senja

Dedi Setiadi masih sebagai sutradara FTV di beberapa stasiun televisi seperti Indosiar, Trans7 dan yang lainnya. Ia mengaku masih akan menggarap miniseri tayang di TVRI seperti Remake Mini Seri Siti Nurbaya dan karya sastra lain terbitan Balai Pustaka. Dedi juga akan menyutradarai Diponegoro versi tulisan Diponegoro sendiri.

Pada 26 Oktober 2024 nanti, usianya genap 72 tahun. Usia yang terbilang sudah tak muda lagi. Sutradara film melegenda Siti Nurbaya ini, pernah bicara soal usia yang sudah senja itu, masih sarat semangat, optimisme dan juga harapan.

“Saya memang kepingin seperti Akira Kurosawa yang tetap berkarya meski usianya delapan puluh delapan tahun,” kata Dedi.

Baca Juga :  Sutradara Dyan Sunu ungkap beratnya syuting film Satu Untuk Selamanya di Sukabumi

Sebegitu inginnya bisa menjadi seperti sutradara film asal Jepang itu. Akira sendiri wafat di usia 88 tahun setelah menyutradarai sedikitnya 30 judul film.

Di usianya yang senja, saat 69 tahun pada 2021 lalu, Dedi masih dipercayakan oleh seorang pengusaha pemilik Rumah Produksi Sinta Perkasa Film (SPF), Haidar Alwi untuk menukangi film kebangsaan dan drama keluarga berjudul Jangan Berhenti Menyayangi Aku: Janji Untuk Negeri.

Dedi Setiadi saat menggarap film Jangan Berhenti Menyayangi Aku: Janji Untuk Negeri - Istimewa
Dedi Setiadi saat menggarap film Jangan Berhenti Menyayangi Aku: Janji Untuk Negeri – Istimewa

Film ini menampilkan pemeran utamanya artis Nikita Willy. Akting istri Indra Priawan itu didukung oleh deretan artis ternama seperti, Muhammad Rifky Alhabsyi, Steffi Zamora, Senk Lotta, Adhi Pawitra, Yati Surachman, Oka Sugawa, Bedu dan lainnya.

Bisa dibayangkan, betapa Dedi Setiadi harus banyak mengeluarkan energi dan pikirannya untuk mengarahkan para pemain, khususnya pendatang baru yang belum ‘melek’ benar dengan dunia akting.

Tugas berat Dedi Setiadi di film yang diproduseri oleh Dhany Rahman ini memang ada. Dedi harus bisa membuat pemindahan waktu dari era tahun 1990-an ke era saat ini. Karena film ini diflot bergerak waktunya, dengan sejumlah pemainnya yang juga berubah secara fisik, dari anak-anak ke dewasa. Dari bangku SD hingga SMA. Dari lajang menjadi berumah tangga, dan seterusnya.

Tentunya tak mudah bagi Dedi membuat film ini bisa seperti itu. Ditambah film ini mengetengahkan keberagaman suku, Dedi Setiadi tentunya harus bisa membingkai segenap perbedaan yang ada menjadi sebuah harmonisasi secara visual.

Salah satu adegan di film ini yang disebutkan di atas seperti saat Dedi Setiadi harus mengikuti skenario mengenai perbedaan ras Cina dengan pribumi.

Kejelian Dedi disini betul-betul harus bisa membuat adegan tersebut mengalir. Tak menyudutkan, menyinggung apalagi memojokan etnis Cina.

Disitulah Dedi harus bisa mengetengahkan sebuah visual keberagaman itu, tentunya dengan seadil-adilnya.

“Gambaran mengenai keberagaman ini saya buat seperti adegan orang pribumi harus berbelanja di toko Cina. Ini kan sensitif. Kenapa Cina? Kan itu berakibat tertentu. Bagaimana toko milik orang Cina? Tidak bisa tidak, kita harus beli disitu. Karena toko milik orang Cina selalu ada dan gampang dicapai. Jadi ada alasannya kenapa harus berbelanja ke toko Cina. Harus ada alasan yang masuk akal.” tutur Dedi Setiadi.

Sementara, artis Nikita Willy mengaku langsung tertarik terlibat dalam film tersebut karena sangat mengagumi sutradara asal Sukabumi itu.

“Pertama kalinya aku diberi kesempatan buat main film kebangsaan dan kenapa aku terima film ini, karena jujur saya ngefans sama mas Dedi Setiadi,” kata Nikita Willy ketika itu.

Sejak dulu Nikita mengakui sangat menyukai karya-karya dari Dedi Setiadi. Karenanya , tanpa pikir panjang, ia pun langsung menerima tawaran film ini.

Baca Juga :  Mini biografi Wisjnu Mouradhy: Film, penghargaan untuk sutradara dan aktor asal Sukabumi lahir 1921

“Dari kecil saya selalu nonton film Keluarga Cemara jadi pas tau director-nya mas Dedi Setiadi saya langsung terima,” sambung Nikita yang memerankan sosok Miranti dalam film Jangan Berhenti Menyayangi Aku: Janji Untuk Negeri.

Rekomendasi Redaksi: Sutradara Dyan Sunu ungkap beratnya syuting film Satu Untuk Selamanya di Sukabumi

Keluarga Cemara arahan sutradara Dedi Setiadi - Istimewa
Keluarga Cemara arahan sutradara Dedi Setiadi – Istimewa

Prestasi dan flmografi Dedi Setiadi 

Dedi Setiadi menyutradarai beberapa Sinetron dan FTV atau Drama Series yang mendapat penghargaan di antaranya adalah:

Sinetron

  1. Sinetron Terbaik di FFI th 1987 ” Karina
  2. Sinetron Terbaik di FFI th 1989 ” Pemahat Borobudur
  3. Miniseri Terbaik FSI Tahun 1991 ” Siti Nurbaya
  4. Piala Vidya Utama FSI Tahun 1996 ” Vonis Kepagian
  5. Piala Vidya Utama Penulis Cerita Asli Sinetron Drama Terbaik FSI Tahun 1996 ” Vonis Kepagian
  6. Piala Vidya Utama Penulis Teleplay Sinetron Drama Terbaik FSI Tahun 1996 ” Vonis Kepagian
  7. Sinetron Terbaik Versi Majalah Vista Tahun 1996 ” Vonis Kepagian

Baca Juga:

Drama mini seri

  1. Drama Seri Terbaik FSI Tahun 1998 ” Cermin
  2. Sinetron Drama Terpuji FFB Tahun 2001 ” Keluarga Cemara
  3. Panasonic Award Tahun 2001 & 2002 ” Keluarga Cemara
  4. Sinetron Drama Terpuji FFB Tahun 2003 ” Apa Kabar Bangsamu
  5. Film Televisi Terbaik FSI Tahun 2004 FTV Sendal Bolong Untuk Hamdani
  6. Sinetron Komedi Terpuji FFB Tahun 2006 Ngaca Dong
  7. Film Televisi Terbaik di Internasional Seoul Drama Award Tahun 2006 FTV Sendal Bolong Untuk Hamdani
  8. FTV Terbaik di FFB Tahun 2010 Menggapai Harapan
  9. FTV Terbaik Komisi Penyiaran Indonesia KPI Tahun 2011 Wagina Bicara
  10. FTV Terbaik di Festival Film Indonesia FFI Tahun 2015 Hati Hati dengan Hati
  11. Film Televisi Terpuji FFB Tahun 2016 “Dalang

Sutradara Terbaik 

Dedi Setiadi menyandang predikat sebagai Sutradara Terbaik di sejumlah acara award terkait.

  1. Sutradara Terbaik Piala Monitron 1989 dalam film Pemahat Borobudur
  2. Prix Jeunesse Festival di Munchen Jerman Barat 1990, film Pemahat Borobudur
  3. Sutradara Sinetron Cerita Drama Seri Terbaik FSI 1998 dalam judul Cermin
  4. Pelopor Sutradara Sinetron di Anugerah Prestasi Bulletin Sinetron 2000
  5. Sutradara Terpuji 2003 dalam judul Apa Kabar Bangsamu
  6. Sutradara Terbaik FSI Tahun 2004 FTV dalam judul Sendal Bolong Untuk Hamdani
  7. Sutradara Terbaik di Forum Film Bandung untuk Drama TV Series Th 2008, dalam judul Rinduku Cintamu
  8. Penghargaan dari Institut Kesenian Jakarta/Teater Kategori Penyutradaraan Tahun 2004
  9. Sutradara Terpuji di Festival Film Bandung FFB Tahun 2014 dalam film Manusia Gerobak

Berita Terkait

Reinwardt pendaki pertama Gunung Gede, sekarang ditutup karena aktivitas vulkanik meningkat
Fatimah Al-Fihri, pendiri universitas tertua di dunia dan pengaruhnya di bidang pendidikan
Alasan Ruben Onsu mualaf, Shalat Ied bareng Igun dan bangun mushala di Sukabumi
Muslim Sukabumi mau puasa Syawal? Ini tanggal, fadhilah dan panduan lengkapnya
Mengenang Gatot Taroenamihardja, Jaksa Agung RI pertama tokoh antikorupsi dari Sukabumi
Hasil rukyatul hilal di Sukabumi, 1 Syawal 1446 H jatuh pada Senin 31 Maret 2025
Mengenang kiprah Wisjnu Mouradhy, jurnalis dan tokoh film nasional asal Sukabumi era 1940
Masih binggung? Jangan abaikan aturan qadha dan fidyah bagi yang batal puasa Ramadhan ini

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 00:01 WIB

Reinwardt pendaki pertama Gunung Gede, sekarang ditutup karena aktivitas vulkanik meningkat

Selasa, 1 April 2025 - 20:44 WIB

Fatimah Al-Fihri, pendiri universitas tertua di dunia dan pengaruhnya di bidang pendidikan

Senin, 31 Maret 2025 - 21:56 WIB

Alasan Ruben Onsu mualaf, Shalat Ied bareng Igun dan bangun mushala di Sukabumi

Senin, 31 Maret 2025 - 10:00 WIB

Muslim Sukabumi mau puasa Syawal? Ini tanggal, fadhilah dan panduan lengkapnya

Minggu, 30 Maret 2025 - 00:01 WIB

Mengenang Gatot Taroenamihardja, Jaksa Agung RI pertama tokoh antikorupsi dari Sukabumi

Berita Terbaru