23.4 C
Sukabumi
Minggu, Juli 14, 2024

Terobosan skuter matik murah tapi memikat Yamaha Jog 125, cek speknya

sukabumiheadline.com - Yamaha, produsen kendaraan roda dua...

Yakin Wanita Sukabumi Tak Minat Beli Yamaha QBIX 125? Intip Spesifikasi dan Harganya

sukabumiheadline.com l Yamaha QBIX 125 telah mengaspal...

Yamaha Zuma 125 meluncur, intip harga dan penampakan detail motor matic trail

sukabumiheadline.com - Yamaha resmi memperkenalkan Zuma 125...

Profil Habib Luthfi, Masuk Radar PDIP untuk Cawapres Ganjar Pranowo

PolitikProfil Habib Luthfi, Masuk Radar PDIP untuk Cawapres Ganjar Pranowo

sukabumiheadline.com l Selain sosok Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Nasaruddin Umar, nama Muhammad Luthfi bin Yahya atau Habib Luthfi juga digadang-gadang masuk dalam bursa bakal calon wakil presiden (cawapres) pendamping Ganjar Pranowo yang diusung PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

Menurut Ketua Majelis Pertimbangan Partai PPP Romahurmuziy, tokoh NU yang digadang-gadang sebagai calon wakil presiden (cawapres) Ganjar Pranowo yakni Muhammad Luthfi bin Yahya atau Habib Luthfi.

“Maka ada nama lain misalnya Habib Luthfi. Beliau ketua ahli Jam’iyah Thoriqoh al Mu’tabaroh. Karena tujuan kami ini menggandeng tokoh NU, itu kan berharap dukungan gerbong NU,” kata pria yang akrab dipanggil Rommy itu.

Profil Habib Luthfi

Informasi dihimpun, Habib Luthfi merupakan anak dari pasangan Al Habib Al Hafidz ‘Ali Al Ghalib bin Hasyim bin Yahya dan Sayidah Al Karimah As Syarifah Nur bin Muhsin.

Berdasarkan garis keturunannya, baik dari ayah maupun ibundanya, pria kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah pada 10 November 1947 atau 27 Rajab 1367 Hijriah itu, merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW dari nasab Sayidatina Fatimah az-Zahra dan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib.

Selanjutnya, Habib Luthfi menikah dengan syarifah Salma bin Hasyim bin Yahya dan memiliki lima orang anak. Antara lain Syarif Muhammad Bahauddin, Syarifah Zaenab, Syarifah Fathimah, Syarifah Ummi Hanik, dan Sayyid Muhammad Husain Syarif Hidayatullah.

Pria dengan nama lengkap Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya tersebut merupakan tokoh tariqah di Indonesia. Keilmuannya di bidang agama diperoleh langsung ayahandanya tercinta, Habib Ali al Ghalib.

Pada 1959 Habib Luthfi memperdalam agama Islam di Pondok Pesantren Benda Kerep, Cirebon, Jawa Barat. Kemudian, dia melanjutkan pendidikan agamanya dengan mondok di Kiai Said Tegal, kemudian Kiai Muhammad Abdul Malik bin Muhammad Ilyas bin Ali, Purwokerto, Jawa Tengah. Dia juga pernah mendapatkan beasiswa melanjutkan belajar di Hadramaut Yaman selama 3 tahun.

Kemudian pada 1963, Habib Luthfi memperoleh talqin tariqah dari Syekh Muhammad Abdul Malik, seorang mursyid ţariqah Naqsyabandiyah Khalidiyah Syazaliyah asal Purwokerto, Jawa Tengah, yang bermukim di Mekah, Arab Saudi.

Dari mereka, Habib Luthfi mendapat ijazah khas atau khusus dan ‘am atau umum dalam bidang dakwah dan nasyru syari’ah, thariqah, tasawuf, kitab-kitab hadis, tafsir, sanad, riwayat, dirayat, nahwu, tauhid, bacaan-bacaan aurad, hizib-hizib, kitab-kitab shalawat, kitab thariqah, sanad-sanadnya, nasab, kitab-kitab kedokteran. Habib Luthfi juga mendapat ijazah untuk membaiat. Tarekat dalam bahasa Arab disebut Tariqah merupakan intipati pelajaran Ilmu Tasawuf.

Tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah berhulu pada diri Nabi Muhammad SAW melalui Abu Bakar as-Siddiq ra, khalifah pertama yang juga salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW.

Dalam bidang organisasi, selain menjabat sebagai Rois Aam Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (Jatman), Habib Luthfi saat ini merupakan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode 2019–2024. Termasuk anggota The Royal Aal al-Bayt Institute for Islamic Thought, Yordania, 2019-sekarang.

Habib Luthfi juga termasuk Ketua Forum Sufi Internasional dan pendiri serta pembina Majelis Ta’lim Kanzus Sholawat. Tidak hanya itu, dia juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah 2006-2011.

Habib Luthfi juga banyak membuat buku. Di antaranya, buku berjudul Jihad Ekonomi dalam Bingkai NKRI: Belajar Nasionalisme dan Ekonomi kepada Maulana Habib Al-Habib Luthfi bin Yahya, Penerbit Ladang Kata, 2019; Sejarah Maulid Nabi: Meneguhkan Semangat Kesilaman dan Kebangsaan, Penerbit Menara Publishing, 2015; ketiga, Umat Bertanya Habib Luthfi Menjawab, Penerbit Majelis Khoir, 2015.

Selain itu, buku berjudul Jalan Vertikal, Sebuah Tinjauan Integratif Ahlussunah Wal Jama’ah, Penerbit Habib Luţfi Foundation, 2009; kemudian buku Nasihat Spiritual, Mengenal Thariqat ala Habib Muhammad Luţfi bin Yahya, Penerbit Menara Publisher, 2007. Termasuk buku berjudul Secercah Tinta: Jalinan Cinta Seorang Hamba dengan Sang Pencipta, Penerbit Menara Publisher, 2012; dan sebagainya.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer