Pujian antropolog Belanda Martin Van Bruinessen terhadap pemikiran ulama asal Sukabumi KH Ahmad Sanusi

- Redaksi

Sabtu, 31 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Silsilah ulama dan Pahlawan Nasional asal Sukabumi, KH Ahmad Sanusi hingga ke Rasulullah SAW - Istimewa

Silsilah ulama dan Pahlawan Nasional asal Sukabumi, KH Ahmad Sanusi hingga ke Rasulullah SAW - Istimewa

sukabumiheadline.com – Buku-buku dan kitab karya dan pemikiran ulama asal Sukabumi, Jawa Barat, Kyai Haji Ahmad Sanusi atau biasa disebut KHAS, banyak diteliti dan diulas berbagai kalangan. Dari mulai antropolog hingga mahasiswa S1, S2 hingga S3 yang tengah menyusun skripsi, tesis dan disertasi.

Salah satu kelebihan tulisan ulama pejuang yang kini telah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah tersebut, adalah fokus karyanya dalam bidang Tasawwuf.

Selain ulama Sukabumi abad ke-18 yang cukup terkenal, KH Ahmad Sanusi juga seorang pemikir sekaligus penulis yang sangat produktif dalam karya-karya keagamaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan, termasuk salah seorang tokoh yang berpengaruh dalam arsip pendaftaran Orang Indonesia Jang Terkemoeka jang ada di Djawa pada tahun 1942.

H. Anwar, Maslani Maslani, dan Ratu Suntiah, misalnya, dalam disertasinya berjudul Kyai Haji Ahmad Sanusi (1888-1950): Karya-karya dan Pemikiran Ulama Sukabumi menyebut KH Ahmad Sanusi sebagai penulis yang telah menerbitkan ratusan judul buku dan kitab.

Dalam penelitiannya, mahasiswa Pasca Sarjana UIN Sunan Gunung Djati, Bandung itu mengungkap bahwa KHAS merupakan salah seorang tokoh ulama produktif dalam tulis menulis karena keluasan pemikiran dan wawasannya dalam berbagai keilmuan khususnya ilmu keagamaan Islam.

“Tercatat sudah lebih dari 400 an judul kitab yang pernah ia tulis baik itu yang menggunakan bahasa Sunda maupun Indonesia atau Melayu,” tulis mereka dalam pembukaan disertasinya, dikutip sukabumiheadline.com, Sabtu (31/8/2024).

“Karya-karya kitab tersebut mencakup berbagai bidang disiplin ilmu keislaman seperti akidah, fiqih, tasawwuf akhlaq, tata bahasa arab, bahkan politik, ekonomi Islam,” lanjutnya.

“Adapun pemikiran keagamaan KH. Ahmad Sanusi yang terungkap antara lain mengenai pentingnya mendalami dan mempelajari tentang hakikat, syariat dan toriqot bagi semua Muslim khususnya yang akan mendalami dunia tasawwuf,” jelas mereka.

Seperti diketahui, ulama yang juga populer dipanggil Ajengan Cantayan atau Ajengan Genteng atau Ajengan Gunungpuyuh tersebut merupakan salah satu ulama pejuang sekaligus intelektual Muslim berdarah Sunda yang dimiliki bangsa ini, berperan penting dalam penyebaran Hadis-hadis Nabi Muhammad SAW.

Hal itu bisa dilihat dari banyak karya tulisnya. Pemikirannya yang brilian dengan dialektika yang tidak rumit dalam menjelaskan permasalahan berdasarkan spirit Hadits dan Sunnah Rasulullah SAW, membuat dirinya mudah dikenal dan terima banyak kalangan. Baca lengkap: Keturunan Rasulullah SAW, 5 Fakta KH Ahmad Sanusi Pahlawan Nasional asal Sukabumi

Baca Juga :  Profil Martin van Bruinessen, antropolog Belanda peneliti kitab-kitab karya ulama asal Sukabumi, KH Ahmad Sanusi

Menulis 500 lebih buku dan kitab

Mengutip dari tulisan H. Istikhori, Dosen Hadis & Ulumul Hadits STAI Sukabumi, KH Ahmad Sanusi tidak hanya dikenal di Tatar Pasundan, namun juga Bengkulu dan Johor, Malaysia.

Sosoknya dikenal luas sebagai seorang mufassir (fakar Tafsir) dan faqīh (fakar fikih) ternama dengan karya-karya yang telah dibaca berbagai kalangan, meski dirinya juga memiliki kapasitas keilmuan yang memadai dalam bidang ilmu akidah, fikih, bahasa Arab berikut gramatikal dan sastranya, mantiq, termasuk kedalamannya dalam bidang Hadits Nabi SAW.

Kecintaan ulama pendiri Pondok Pesantren Syamsul ‘Ulum, Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Jawa Barat itu kepada ajaran yang dibawa leluhur biologisnya, Nabi Muhammad SAW, membuatnya disegani sekaligus menjadi rujukan banyak kalangan umat Islam kala itu. Baca lengkap: Semangat Melawan Penjajahan dan Perjalanan Panjang Syamsul ‘Ulum Sukabumi

Bahkan, sang ulama juga mendapatkan pujian dari salah seorang peneliti asal Belanda, Martin Van Bruinessen. Dalam pujiannya itu, Martin menyebut KH Ahmad Sanusi sebagai penulis original.

Neni Fauzia mengenakan kerudung di Istana Negara didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil - Istimewa
Neni Fauzia mengenakan kerudung di Istana Negara didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil – Istimewa

Rekomendasi Redaksi: Pemerintah Beri Anugerah 5 Pahlawan Nasional, Salah Satunya Ulama asal Sukabumi

Karya-karya tulis KH Ahmad Sanusi 

Karya-karya tulis KH Ahmad Sanusi merupakan warisan intelektual
berharga yang mengupas berbagai persoalan keagamaan pada masanya, sehingga dapat dijadikan sebagai ‘ibrah (pelajaran) bagi generasi saat ini dan mendatang, di mana sebagian dari karya-karyanya menjadi tulisan yang debateable dan dikaji dalam forum-forum diskusi ilmiah.

Sebagai ‘ibrah bagi generasi penerus, karya-karya KH Ahmad Sanusi yang syarat dengan pelajaran nilai historis di dalamnya, dapat digali dan dimanfaatkan seoptimal mungkin, sebagaimana pesan Allah SWT. dalam AlQuran kepada orang-orang yang berakal agar mereka senantiasa mengambil pelajaran dari setiap peristiwa yang terjadi, dan hanya mereka yang mampu mengambil pelajaranlah yang akan beruntung (Q.S. Al-Ḥashr:59).

Di antara karya-karya intelektual KH Ahmad Sanusi yang dapat dikaji secara mendalam berjumlah 125 judul kitab, termasuk di antaranya 80 judul kitab yang berhasil ditemukan penulis dalam pelacakannya dari orang perorang berdasarkan petunjuk dari Prof. Dr. KH Deddy Ismatullah Mahdi, SH, M.Hum sebagai pihak keluarga KH Ahmad Sanusi.

Baca Juga :  Mengenal Jl. Pahlawan di Nagrak Sukabumi, 5 Fakta Aksi Heroik R Bantamer

Mengingat sejumlah karya-karya tersebut, menurut Istikhori, telah lama tersebar ke tangan perorangan, sementara perguruan Gunungpuyuh, terutama pesantren Gunungpuyuh rintisan KH Ahmad Sanusi, tidak memiliki dokumentasi (koleksi)
karya-karya tulisnya.

Sumber utama informasi tentang jumlah 125 judul kitab KH Ahmad Sanusi adalah pernyataan tertulisnya saat pendataan oleh pihak Jepang, yang di antaranya masih berupa manuskrip dan belum naik cetak.

Terdapat sedikitnya 101 judul kitab darinya ditulis menggunakan Bahasa Sunda, dan 24 judul lainnya menggunakan Bahasa Melayu, yang hampir seluruhnya menggunakan aksara Arab Pegon.

Hanya saja, Istikhori mengaku kesulitan menemukan 125 judul kitab yang dimaksud secara keseluruhan, dan hanya berhasil menemukan 80 judul kitab setelah melalui penelusuran panjang, mengingat minimnya informasi yang diperoleh penulis dari pihak keluarga KH Ahmad Sanusi sendiri.

Berdasarkan informasi yang juga diterima penulis dari pihak keluarga KH Ahmad Sanusi yang berdomisili di Kota Sukabumi, bahwa karya tulis KH Ahmad Sanusi melebihi 400 judul kitab, mengingat dirinya terus menulis pasca pendataan yang dilakukan pihak Jepang, sebagaimana sebelum pendataan itu dilakukan.

Maka sekurang-kurangnya, jumlah kitab yang telah ditulisnya sebanyak 525 judul kitab, di mana 400 judul kitab darinya tersusun rapih di perpustakaan Leiden Belanda.

Berdasarkan data-data sementara dapat dikatakan bahwa KH Ahmad Sanusi adalah ulama yang produktif dalam menulis berbagai bidang ilmu, yang dinilai oleh para peneliti sebagai karya orisinil ulama Nusantara yang bukan merupakan hasil terjemah dari kitab tertentu, khususnya dalam bidang kajian ilmu-ilmu agama.

Pujian dari antropolog Belanda 

KH Ahmad Sanusi juga dikenal sebagai ulama multitalenta, di mana dirinya menguasai setiap bidang ilmu yang dibahasnya, sehingga memberikan pencerahan dan solusi bagi masyarakat agar dapat memahami dan menguasainya dengan lebih mudah.

Di samping itu, sebagai ciri khasnya, ulama yang lahir pada 18 September 1889 dan wafat 31 Juli 1950, dikenal mudah diterima publik karena selalu menggunakan bahasa yang biasa digunakan masyarakat pada umumnya.

Rekomendasi Redaksi: Profil Martin van Bruinessen, antropolog Belanda peneliti kitab-kitab karya ulama asal Sukabumi, KH Ahmad Sanusi

Martin van Bruinessen, antropolog Belanda peneliti kitab-kitab karya ulama asal Sukabumi, KH Ahmad Sanusi - NU Online
Martin van Bruinessen, antropolog Belanda peneliti kitab-kitab karya ulama asal Sukabumi, KH Ahmad Sanusi – NU Online

Martin Van Bruinessen menyebutkan dalam hasil penelitiannya, bahwa sosok KH Ahmad Sanusi Sukabumi, Raden Ma’mun Nawawi bin Raden Anwar, dan Abdullah bin Nuh Bogor, adalah penulis karya asli dan bukan karya terjemahan dengan gaya penulisan yang khas pada kitab-kitab keislaman, yang biasa dilakukan ulama Indonesia abad XIX.

Berita Terkait

Reinwardt pendaki pertama Gunung Gede, sekarang ditutup karena aktivitas vulkanik meningkat
Fatimah Al-Fihri, pendiri universitas tertua di dunia dan pengaruhnya di bidang pendidikan
Alasan Ruben Onsu mualaf, Shalat Ied bareng Igun dan bangun mushala di Sukabumi
Muslim Sukabumi mau puasa Syawal? Ini tanggal, fadhilah dan panduan lengkapnya
Mengenang Gatot Taroenamihardja, Jaksa Agung RI pertama tokoh antikorupsi dari Sukabumi
Hasil rukyatul hilal di Sukabumi, 1 Syawal 1446 H jatuh pada Senin 31 Maret 2025
Mengenang kiprah Wisjnu Mouradhy, jurnalis dan tokoh film nasional asal Sukabumi era 1940
Masih binggung? Jangan abaikan aturan qadha dan fidyah bagi yang batal puasa Ramadhan ini

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 00:01 WIB

Reinwardt pendaki pertama Gunung Gede, sekarang ditutup karena aktivitas vulkanik meningkat

Selasa, 1 April 2025 - 20:44 WIB

Fatimah Al-Fihri, pendiri universitas tertua di dunia dan pengaruhnya di bidang pendidikan

Senin, 31 Maret 2025 - 21:56 WIB

Alasan Ruben Onsu mualaf, Shalat Ied bareng Igun dan bangun mushala di Sukabumi

Senin, 31 Maret 2025 - 10:00 WIB

Muslim Sukabumi mau puasa Syawal? Ini tanggal, fadhilah dan panduan lengkapnya

Minggu, 30 Maret 2025 - 00:01 WIB

Mengenang Gatot Taroenamihardja, Jaksa Agung RI pertama tokoh antikorupsi dari Sukabumi

Berita Terbaru