Raja Langkat Sutan Muhammad Syekh dimakamkan di Palabuhanratu Sukabumi

- Redaksi

Minggu, 19 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com – Generasi X, Y dan Z kota ini, mungkin belum banyak yang mengetahui bahwa betapa pentingnya Sukabumi, Jawa Barat, pada masa kelam masa silam saat para pejuang bertaruh nyawa pada masa kolonial.

Selain memiliki hawa sejuk dan alamnya yang indah, kota ini juga menjadi tempat pembuangan para pahlawan dan pejuang yang dianggap membahayakan penjajah Belanda.

Mungkin sebagian sudah tahu bahwa Muhammad Hatta dan Sutan Sjahrir dibuang ke kompleks Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Sukabumi. Ternyata masih ada pahlawan dan pejuang lainnya yang dibuang ke Sukabumi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Siapa saja mereka?

Berita Terkait: Kota Produsen Tuak dan Pelabuhan Internasional, Menyingkap Asal-usul Palabuhanratu Sukabumi

Mengutip dari jejaring sukabumiheadline.com, yakni sukabumixyz.com, sosok tersebut adalah Raja Langkat, Sumatera Utara, yang bernama Sutan Muhammad Syekh.

Alkisah, sekitra tahun 1862-1865 pernah terjadi perlawanan terhadap Belanda oleh Raja Langkat bernama Sutan Muhammad Syekh atau disebut juga Tan Matsyekh, ia menjadi raja menggantikan ayahandanya Tuanku Wan Sopan.

Mereka berjuang tidak sendirian, dibantu persenjataan dari Aceh oleh Tuanku Hasyim dan suku-suku lainnya. Sehingga tidak heran jika dalam pasukan Matsyeh terdiri dari banyak suku seperti Aceh, Gayo, Alas, dan Karo.

Pasukan Matsyeh terkenal dengan sebutan pasukan Selimin (asal kata dari Muslimin). Perjuangan perlawanan yang dipimpin oleh Matsyeh memberikan efek domino sehingga di daerah lainnya timbul pergolakan di Bohorok, Sunggal, Kampai hingga Serdang.

Perjuangan selama 3 tahun akhirnya berhasil dilumpuhkan dengan tipu muslihat pada Oktober 1865 (Said:1981). Tan Matsyekh ditangkap oleh Belanda di Hamparan saat menghadiri undangan adat perkawinan sahabatnya tanpa membawa pasukan.

Kemudian pada 27 Mei 1866, Tan Matsyekh dibawa oleh Belanda menggunakana Kapal Dassoon ke Batavia, lalu ke Sukabumi.

Berita Terkait: Mengungkap konsesi jalur rel KA Cibadak-Pelalabuhanratu Sukabumi milik RA Eekhout

Raja Langkat dibuang ke Sukabumi

Dari Sukabumi Tan Matsyekh dikirim ke wilayah selatan yaitu Pelabuhanratu, dan meninggal pada 1885. Ia dikebumikan di pingir Pantai Pelabuhanratu berdekatan dengan lokasi yang kemudian menjadi Samudera Beach Hotel (SBH) dengan batu nisan bertuliskan “RAJA LANGKAT OCTOBER 1885”.

Kuburannya kemudian dipindahkan ke Karanghawu, karena di lokasi tersebut dibangun SBH sekitar tahun 1960-an.

Berita Terkait

Daftar Muslimah perawat korban perang, public health nurse dan social worker era Nabi SAW
Menelusuri silsilah KH Ahmad Sanusi: Dari Sukabumi ke Sunan Giri hingga Nabi SAW
Suami dipenjara, tiga madzhab melarang istri gugat cerai
Daftar prangko bertema Sukabumi, dari Geopark Ciletuh hingga KH Ahmad Sanusi
Masjid Al Munawaroh Kadudampit, mengintip detail bangunan bersejarah di Sukabumi
Kisah Umar bin Khattab pecat panglima perang Khalid bin Walid karena tak pernah salah
Tinjauan fiqih memungut uang untuk peringatan HUT RI setiap 17 Agustus
Mengenal penguasa Kesultanan Cirebon keturunan Prabu Siliwangi

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 03:12 WIB

Daftar Muslimah perawat korban perang, public health nurse dan social worker era Nabi SAW

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:15 WIB

Menelusuri silsilah KH Ahmad Sanusi: Dari Sukabumi ke Sunan Giri hingga Nabi SAW

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:38 WIB

Suami dipenjara, tiga madzhab melarang istri gugat cerai

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Daftar prangko bertema Sukabumi, dari Geopark Ciletuh hingga KH Ahmad Sanusi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Masjid Al Munawaroh Kadudampit, mengintip detail bangunan bersejarah di Sukabumi

Berita Terbaru

Vespa GTV 278 CC - Vespa

Otomotif

Vespa GTV 278 CC: Sporty dengan racing look, cek harganya

Senin, 24 Agu 2026 - 16:53 WIB