Satu di Sukabumi! Satgas ESDM, Danantara & Setkab finalisasi kajian 18 proyek hilirisasi

- Redaksi

Jumat, 12 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hilirisasi energi dan mineral - sukabumiheadline.com

Hilirisasi energi dan mineral - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi mengungkapkan Kementerian ESDM, BPI Danantara, dan Sekretaris Kabinet akan menggelar temuan lanjutan untuk memfinalisasi feasibility study (FS) atau studi kelayakan 18 proyek hilirisasi yang dicanangkan pemerintah.

Adapun, salah satu proyek yang sedang dalam tahap finalisasi FS adalah pembangunan kilang modular di Sukabumi, Jawa Barat. Baca selengkapnya: Pemerintah akan bangun kilang minyak Sukabumi nilai investasi Rp160 triliun, ini fungsinya

Menurut Sekretaris Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Ahmad Erani Yustika, pertemuan digelar pada Selasa (9/12/2025), membahas perkembangan FD oleh Danantara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait:

Rapat juga memutuskan proyek apa saja yang akan diprioritaskan oleh pemerintah, dari total 18 proyek yang dikaji.

“Presiden berharap agar pada bulan Desember sudah ada FS yang selesai dan segera ada keputusan proyek-proyek mana yang bisa dimulai begitu. Makanya kita akan lakukan pertemuan untuk itu Satgas Hilirisasi, Kementerian ESDM, kemudian Danantara, nanti juga ada Setkab,” kata Erani, di laman Kementerian ESDM, Jumat (5/12/2025) lalu, dikutip sukabumiheadline.com, Jumat (12/12/2025).

Berita Terkait:

Erni memastikan Kementerian ESDM akan menagih kajian yang dilakukan Danantara berdasarkan dokumen pra kajian yang sebelumnya diberikan oleh ESDM.

“Kita kan ingin tahu selama beberapa bulan terakhir ini setelah kita menyerahkan pra-FS-nya itu apa saja yang sudah dikerjakan dan sampai sejauh mana perkembangan untuk FS ini pada masing-masing proyek tadi itu,” jelas dia.

Berita Terkait:

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan kajian kelayakan atau feasibility study 18 proyek hilirisasi dan ketahanan energi yang dikerjakan BPI Danantara rampung Desember 2025. Baca selengkapnya: Feasibility study pembangunan kilang modular Sukabumi hampir rampung

Baca Juga :  Letak geografis kecamatan terendah di Kota Sukabumi dan terdekat ke ibu kota

Target disampaikan Bahlil saat menyampaikan laporan terkini ihwal kemajuan rencana pembiayaan proyek hilirisasi BPI Danantara kepada Presiden Prabowo Subianto.

Bahlil mengatakan salah satu proyek hilirisasi yang sedang dikaji Danantara berkaitan dengan ekosistem mobil listrik atau electric vehicle (EV), termasuk proyek baterai mobil listrik.

“Kami melaporkan kepada Bapak Presiden, bahwa terkait dengan proyek hilirisasi, kami sama Pak Rosan sudah menyerahkan 18 proyek yang total nilai investasinya kurang lebih Rp300 triliun,” kata Bahlil, Kamis (6/11/2025) lalu.

Adapun, proyek ekosistem mobil listrik dan baterai listrik itu sebelumnya absen dalam proposal yang diajukan Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional kepada BPI Danantara akhir Juli 2025.

Insyallah awal Desember sudah selesai. Termasuk dalamnya adalah kita akan membangun ekosistem daripada baterai mobil kemudian mobil listrik,” ungkapnya.

Sementara itu, CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani, seperti diberitakan Bloomberg, mengatakan lembagannya tengah mematangkan feasibility study sejumlah proyek yang diajukan Satgas Hilirisasi, dengan fokus pada koreksi dan penyesuaian asumsi di dalamnya.

“Itu sudah berjalan dan beberapa juga sudah duduk dengan Kementerian ESDM untuk kita fine tuning lagi, karena ada beberapa mungkin yang koreksinya kita mesti duduk bersama, asumsinya seperti apa,” kata dia.

Investasi Rp640 triliun 

Untuk informasi, nilai paket 18 proyek yang disodorkan Satgas Hilirisasi itu mencapai US$38,63 miliar atau sekitar Rp640,4 triliun (asumsi kurs Rp16.578 per dolar AS), 8 di antaranya program hilirisasi di sektor mineral dan batu bara (minerba), masing-masing 2 proyek di sektor transisi dan ketahanan energi, dan 3 proyek di sektor pertanian, kelautan dan perikanan.

18 Proyek Prioritas Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Berikut daftar 18 Proyek Prioritas Hilirisasi dan Ketahanan Energi menurut BPI Danantara.

Proyek Sektor Minerba

1. Industri Smelter Aluminium (bauksit) Mempawah, Kalimantan Barat, nilai investasi Rp60 triliun.

2. Industri DME (batu bara) di Bulungan, Kutai Timur, Kota Baru, Muara Enim, Pali, Banyuasin, Rp164 triliun.

Baca Juga :  Catatan kritis 100 Hari Kerja Bupati/Wabup Sukabumi, LKK beri nilai 2 dari 10

3. Industri aspal di Buton, Sulawesi Tenggara, Rp1,49 triliun.

4. Industri Mangan Sulfat di Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT), Rp3,05 triliun.

5. Industri Stainless Steel Slab (nikel) di Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah, Rp38,4 Triliun.

6. Industri Copper Rod, Wire & Tube (katoda tembaga) di Gresik, Jawa Timur, Rp19,2 triliun.

7. Industri Besi Baja (pasir besi) di Kabupaten Sarmi, Papua, Rp19 triliun.

8. Industri Chemical Grade Alumina (bauksit) di Kendawangan, Kalimantan Barat, Rp17,3 triliun.

Proyek Sektor Pertanian

9. Industri Oleoresin (pala), di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Rp1,8 triliun.

10. Industri Oleofood (kelapa sawit) di KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan Timur (MBTK), Rp3 triliun.

11. Industri Nata de Coco, Medium-Chain Triglycerides (MTC), Coconut Flour, Activated Carbon (kelapa) di Kawasan Industri Tenayan, Riau dengan, Rp2,3 triliun.

Proyek Sektor Kelautan dan Perikanan

12. Industri Chlor Alkali Plant (garam) di Aceh, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Riau, Banten, dan NTT, Rp16 triliun.

13. Industri Fillet Tilapia (ikan tilapia) di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, Rp1 triliun.

14. Industri Carrageenan (rumput laut) di Kupang, NTT, Rp212 miliar.

Proyek Ketahanan Energi (Kilang 1 Juta Barel)

Desain kilang modular - pau.go.ug
Desain kilang modular – pau.go.ug

15. Kilang Minyak (oil refinery) dengan nilai investasi sebesar Rp160 triliun.

16. Tangki Penyimpanan Minyak (oil storage tank), Rp72 triliun.

Seperti diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, salah satu dari 17 lokasi pembangunan kilang modular tersebut, adalah di Sukabumi, Jawa Barat. Baca selengkapnya: Pemerintah akan bangun kilang minyak Sukabumi nilai investasi Rp160 triliun, ini fungsinya

Sedangkan, daerah lainnya adalah Lhokseumawe, Sibolga, Natuna, Cilegon, Semarang, Surabaya, Sampang, Pontianak, Badung, Bima, Ende, Makassar, Donggala, Bitung, Ambon, Halmahera Utara dan Fakfak.

Oil Refinery
Oil Refinery atau kilang minyak – Ist

Proyek Transisi Energi

17. Modul Surya Terintegrasi (bauksit dan silika) di Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah, Rp24 triliun.

18. Industri Bioavtur (used cooking oil) di KBN Marunda, Kawasan Industri CIkarang dan Kawasan Industri Karawang, Rp16 triliun.

Berita Terkait

Menghitung nasib petani dan kebun Sawit di Sukabumi setelah keluar SE Gubernur Jabar
Sukabumi masuk 15 daerah dengan UMK tertinggi 2026
Daftar lengkap UMK Kota dan Kabupaten se-Jawa Barat, Sukabumi berapa?
Estimasi kenaikan UMP Jawa Barat 2026 jadi segini
Ini jadwal penetapan UMP Jawa Barat 2026
Dony Oskaria: KRL nyambung hingga Sukabumi
Dibuka pendaftaran PPPK BGN 2025 Tahap 2, cek syarat daftar online di sini
Syarat dan daftar mitra BGN untuk Program MBG di sini, warga Sukabumi minat?

Berita Terkait

Rabu, 31 Desember 2025 - 01:11 WIB

Menghitung nasib petani dan kebun Sawit di Sukabumi setelah keluar SE Gubernur Jabar

Senin, 29 Desember 2025 - 21:41 WIB

Sukabumi masuk 15 daerah dengan UMK tertinggi 2026

Rabu, 24 Desember 2025 - 22:46 WIB

Daftar lengkap UMK Kota dan Kabupaten se-Jawa Barat, Sukabumi berapa?

Jumat, 19 Desember 2025 - 08:00 WIB

Estimasi kenaikan UMP Jawa Barat 2026 jadi segini

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:06 WIB

Ini jadwal penetapan UMP Jawa Barat 2026

Berita Terbaru

Ilustrasi berwisata malam hari - sukabuniheadline.com

Wisata

Rekomendasi spot wisata malam di Sukabumi

Jumat, 2 Jan 2026 - 04:57 WIB

Pendidikan

Pelajar Sukabumi, simak yuk kalender akademik 2026 ini

Kamis, 1 Jan 2026 - 19:44 WIB