Sebulan Dibangun, Tanggul Irigasi di Parungkuda Sukabumi Jebol, Rumah Terendam

- Redaksi

Selasa, 14 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanggul Irigasi Jebol di Bojong Girang I Anry Wijaya

Tanggul Irigasi Jebol di Bojong Girang I Anry Wijaya

SUKABUMIHEADLINES.com I PARUNGKUDA – Tanggul saluran irigasi yang berada di Kampung Bojong Girang RT 02/05, Desa Langensari, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, jebol hingga mengakibatkan satu rumah dan pabrik sagu aren terendam, Selasa (14/9/2021).

Jebolnya tanggul irigasi diduga akibat hujan deras yang mengguyur wilayah utara Sukabumi dan sekitarnya sehingga air meluap, Senin (13/9/2021) malam hingga Selasa siang.

Baca Juga :  Rajin Adzan dan Mengaji, Pelajar Tewas Korban Tawuran di Parungkuda Sukabumi

“Hujan mengguyur wilayah kami dari tadi malam, diduga akibat curah hujan tinggi yang terus menerus mengguyur wilayah Parungkuda dan sekitarnya, mengakibatkan tanggul jebol,” ungkap Ketua RT Andi Kuswandi di lokasi kepada sukabumiheadlines.com, Selasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Andi menambahkan, sebab kejadian tersebut, luapan air menerjang masuk ke dalam rumah warga. Selain itu, pabrik sagu aren yang berada di dekat saluran irigasi pun ikut terendam.

Baca Juga :  Gelombang Tinggi Kembali Terjang Pantai Istiqomah Sukabumi, Bale dan Warung Warga Rusak

“Tanggul tersebut baru selesai pembangunannya sebulan lalu, namun sepertinya tidak dapat menampung debit air hingga temboknya jebol dan menerjang rumah serta pabrik sagu,” pungkasnya.

Sementara itu, belum ada informasi resmi dari pihak berwenang terkait jumlah kerugian akibat jebolnya tanggul irigasi tersebut.

Berita Terkait

Data terbaru 10 kecamatan terluas dan tersempit di Kabupaten Sukabumi
Pesan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi di Kegiatan TMMD ke-127
Pria pemilik senapan angin di Sukabumi diamankan polisi
Pasien melahirkan di Jampang Tengah Sukabumi harus ditandu, bayi keburu meninggal dunia
DPRD Kabupaten Sukabumi minta pemkab serius urus ekonomi, kesehatan, sampah, infrastruktur
Kecamatan MDPL tertinggi di Sukabumi, bukan Parakansalak, Kabandungan, Kadudampit
Ribuan orang dijebloskan ke sel Polres Sukabumi Kota? Dipicu pengangguran?
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi minta agroindustri dan pariwisata bersinergi

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 04:15 WIB

Data terbaru 10 kecamatan terluas dan tersempit di Kabupaten Sukabumi

Rabu, 11 Februari 2026 - 22:57 WIB

Pesan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi di Kegiatan TMMD ke-127

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:14 WIB

Pria pemilik senapan angin di Sukabumi diamankan polisi

Jumat, 6 Februari 2026 - 04:12 WIB

Pasien melahirkan di Jampang Tengah Sukabumi harus ditandu, bayi keburu meninggal dunia

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:54 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi minta pemkab serius urus ekonomi, kesehatan, sampah, infrastruktur

Berita Terbaru

Ilustrasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi - sukabumiheadline.com

Wisata

KDM: Wisata alam harusnya gratis

Kamis, 12 Feb 2026 - 07:00 WIB

Regulasi

Kementerian Pertanian kawal swasembada pangan di Sukabumi

Kamis, 12 Feb 2026 - 00:19 WIB

Pesan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi di Kegiatan TMMD ke-127 - Ist

Legislatif

Pesan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi di Kegiatan TMMD ke-127

Rabu, 11 Feb 2026 - 22:57 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131