Selegram asal Sukabumi jadi korban pencabulan dokter Persada Hospital

- Redaksi

Sabtu, 26 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RS Persada Hospital - Istimewa

RS Persada Hospital - Istimewa

sukabumiheadline.com – Seorang wanita asal Sukabumi, Jawa Barat, mengaku telah menjadi korban pencabulan dokter yang berpraktik di Persada Hospital Malang, Jawa Timur.

Dengan demikian jumlah korban pencabulan yang dilakukan dokter AYO. bertambah jadi delapan orang, di mana dua orang di antaranya diduga mantan calon dokter.

Korban berinisial Q, diketahui merupakan selebgram asal Sukabumi yang tinggal di Bandung. Q melaporkan dokter AYP ke Markas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota pada Jumat (25/4/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui penasihat hukumnya, Q mengaku dicabuli oleh AYP di Ruang Naratama (VIP) Alamanda Persada Hospital pada 27 September 2022 lalu. Belakangan, setelah ada korban mengaku.

Seluruh korban diduga dicabuli oleh dokter yang sama, dengan modus dan tempat kejadian yang sama, hanya beda hari, tanggal, dan waktu kejadian. Modus yang dipakai dokter AYP, adalah dengan cara memeriksa pasien, tapi juga sengaja menyentuh area-area sensitif perempuan.

Pada awalnya, Q membuat pengakuan dengan cara mengunggah pengalaman pahitnya melalui akun Instagram, Selasa (15/4/2025) malam.

“Kami sudah konfirmasi pada klien kami bahwa ada tambahan 6 orang perempuan yang diduga jadi korban dokter AYP dan yang baru bisa kami jangkau 2 orang, yakni Q dan A,” kata Satria Manda Adi Marwan, penasihat hukum Q dari Firma Hukum Satria Marwan & Partners Malang, Rabu (23/4/2025).

Baca Juga :  Resign Kerja, Laba Usaha Wanita Sukabumi Ini Lebih Besar dari Gaji

Menurut Satria, tim penasihat hukum masih kesulitan menghubungi keenam orang terduga korban baru karena mereka hanya menghubungi Q melalui akun media sosial Instagram. Namun tidak semua korban yang dihubungi merespons, malah ada yang terkesan langsung menghindar maupun “menghilangkan” diri.

“Kesulitan kami, banyak orang yang mengaku sebagai korban. Tapi yang enam orang itu memang mengakunya pada klien kami dan saat ini kami sedang melakukan pendekatan agar mereka berani buat laporan dengan didampingi kami,” ujar Satria.

Untuk informasi, selain Q, 7 mantan pasien Persada Hospital juga melaporkan dokter AYP ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Malang. Pelapor atas nama A, dengan pendamping dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Pos Malang atau LBH Pos Malang.

Dugaan kasus pencabulan dokter AYP melibatkan dua firma hukum berbeda, yakni Satria Marwan & Partners dan YLBHI Pos Malang.

Baca Juga :  Cowok Kurang Ajar, Bisa Dibanting Atlet Muay Thai asal Bojonggenteng Sukabumi

Informasi bertambahnya enam korban juga dibenarkan Tri Eva Oktaviani dari LBH Pos Malang. Informasi tersebut memang bersumber dari korban Q. Namun, Eva bersama rekannya, Marita Dwi Ratnawati, mendampingi korban A melaporkan dokter AYP ke Unit PPA Polresta Malang.

“Kami juga berkoordinasi untuk menelusuri keenam korban baru untuk dibantu jika mereka berkenan supaya kasusnya makin terbuka dan jelas,” kata Eva.

Namun, penyidik Unit PPA Polresta Malang belum memberikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan atau SP2HP kepada Satria Manda Adi Marwan selaku penasihat hukum korban Q.

“Kami sudah laporkan dokter AYP pada 18 April. Tapi kami belum menerima SP2HP dari penyidik mengenai perkara ini,” ujar Satria. Satria berharap polisi tidak menunda pemberian SP2HP kepada pelapor.

“Kami menganggap kasus ini perlu untuk segera terungkap, selain demi rasa keadilan bagi korban, juga dapat dijadikan contoh bagi masyarakat luas bahwa tidak ada tempat untuk bersembunyi bagi para pelaku kekerasan seksual,” ujar Satria.

Berita Terkait

Mencermati pergeseran tren tindak kriminal remaja 2026, orang tua wajib waspada
ASN di Sukabumi diculik pengusaha, cemburu atau proyek? Kuasa hukum ungkap kronologisnya
Kisah Alvaro: Anak hilang dicari hingga Sukabumi, ditemukan sudah tulang belulang
Sakit hati, wanita Sukaraja ini ngaku puas sayat kemaluan pacar pakai cutter
Kronologis kasir Alfamart Dina Oktaviani dibunuh dan diperkosa Kepala Toko
Berantem dengan calon suami, Risa asal Sukabumi telepon polisi malah dibawa ke THM
Kronologi Wanita Sukabumi minta perlindungan ke polisi, malah dibawa ke penginapan
Polisi berpangkat Aiptu 3 kali perkosa tahanan wanita di sel Mapolres

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 21:13 WIB

Mencermati pergeseran tren tindak kriminal remaja 2026, orang tua wajib waspada

Sabtu, 13 Desember 2025 - 21:29 WIB

ASN di Sukabumi diculik pengusaha, cemburu atau proyek? Kuasa hukum ungkap kronologisnya

Senin, 24 November 2025 - 03:04 WIB

Kisah Alvaro: Anak hilang dicari hingga Sukabumi, ditemukan sudah tulang belulang

Rabu, 22 Oktober 2025 - 18:24 WIB

Sakit hati, wanita Sukaraja ini ngaku puas sayat kemaluan pacar pakai cutter

Kamis, 9 Oktober 2025 - 16:03 WIB

Kronologis kasir Alfamart Dina Oktaviani dibunuh dan diperkosa Kepala Toko

Berita Terbaru

Ilustrasi wartawan sedang wawancara narasumber - sukabumiheadline.com

Regulasi

Bolehkah wartawan dituntut pidana? Ini putusan terbaru MK

Senin, 19 Jan 2026 - 22:39 WIB