sukabumiheadline.com – Mudik sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia. Terlebih menjelang hari besar seperti Idul Fitri. Tahun ini, Idul Fitri jatuh pada 31 Maret dan 1 April 2025.
Tak heran jika setiap peristiwa mudik Lebaran selalu menjadi momok bagi warga Sukabumi, Jawa Barat. Pasalnya, masalah laten soal kemacetan lalu lintas selalu membayangi.
Seperti diketahui, sekira dua tahun terakhir, salah satu titik kemacetan adalah Exit Toll Bocimi Seksi 2 yang terletak di Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Titik tersebut seakan menggenapi sejumlah titik kemacetan pada mudik Lebaran tahun-tahun sebelumnya, ketika Jalan Tol Bocimi Seksi 2 belum selesai dibangun. Dari mulai Pasar Cicurug, pertigaan arah Cidahu, pertigaan Stasiun KA Parungkuda, pertigaan Cikarang dan Cibadak arah Palabuhanratu hingga Karang Tengah dan Cisaat.
Sementara, Jalan Tol Bocimi Seksi 3 ruas Cibadak-Sukabumi Barat belum bisa digunakan untuk mudik dan balik Lebaran tahun ini. Baca selengkapnya: Sebentar lagi Lebaran, Jalan Tol Bocimi Seksi 3 kapan dibuka?
Siaga di Exit Toll Bocimi Seksi 2
Meskipun petugas dari kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi hingga dari Pramuka selalu siaga, namun tidak ada salahnya jika warga juga menahan diri untuk tidak ikut menjadikan arus lalu lintas kian padat.
Untuk itu, penting menyimak prediksi PT Jasa Marga. Perusahaan pemilik Jalan Tol Jagorawi itu telah memprediksi puncak arus mudik dan balik Lebaran 2025.
Dilansir situs resmi Jasa Marga, puncak arus mudik atau keluar Jakarta diperkirakan terjadi pada H-3 periode libur Idul Fitri 1446 H/2025 atau tepatnya pada Jumat, 28 Maret 2025.
Pada tanggal tersebut, Jasa Marga memprediksi jumlah kendaraan yang melintas mencapai 232.401 unit, atau naik 50% dibandingkan lalu lintas normal. Dan tentu saja, sebagian dari kendaraan yang melintas di Jagorawi akan melanjutkan perjalanan melalui Jalan Tol Bocimi.
Kemudian, puncak arus balik atau kembali menuju Jakarta diprediksi akan terjadi pada H+5 Lebaran 2025 atau pada Minggu, 6 April 2025 dengan jumlah 276.006 kendaraan atau naik 62% dibanding lalu lintas normal.
Karenanya, Jasa Marga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik dan balik melalui jalan tol untuk memastikan kesiapan perjalanan seperti memenuhi persyaratan perjalanan, dan memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima dan laik jalan.
Kemudian, mempersiapkan perbekalan, memastikan kecukupan bahan bakar minyak (BBM), hingga memastikan saldo uang elektronik untuk pembayaran di gerbang tol mencukupi.
Jasa Marga juga mengimbau para pengendara untuk mengunduh aplikasi Travoy untuk mendapatkan informasi lalu lintas terkini di jalan tol milik Jasa Marga Group.
Baca Juga: 5 foto siang malam mengintip pengerjaan Jalan Tol Bocimi Seksi 3, mustahil selesai tahun ini
Jadwal libur Lebaran 2025
Untuk informasi, tanggal libur Lebaran Idul Fitri 2025 tertuang dalam SKB 3 Menteri Nomor 1017 Tahun 2024, Nomor 2 Tahun 2024, dan Nomor 2 Tahun 2024 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025. Berikut rinciannya:
- Senin, 31 Maret 2025: Libur nasional Idul Fitri 1446 Hijriah
- Selasa, 1 April 2025: Libur nasional Idul Fitri 1446 Hijriah
- Rabu, 2 April 2025 hingga Senin, 7 April 2025: Cuti bersama Idul Fitri 1446 Hijriah.
Perlu diketahui, libur Lebaran Idul Fitri 2025 berdekatan dengan akhir pekan dan libur peringatan Nyepi sehingga libur Idul Fitri 2025 bertambah menjadi:
- Jumat, 28 Maret 2025: Cuti bersama Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1947)
- Sabtu, 29 Maret 2025: Libur akhir pekan/Libur nasional Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1947)
- Ahad, 30 Maret 2025: Libur akhir pekan
- Senin, 31 Maret 2025: Libur nasional Idul Fitri 1446 Hijriah
- Selasa, 1 April 2025: Libur nasional Idul Fitri 1446 Hijriah
- Rabu, 2 April 2025 hingga Senin, 7 April 2025: Cuti bersama Idul Fitri 1446 Hijriah.