Siap-siap Warga Sukabumi, akan Ada Razia Besar Selama Dua Pekan

- Redaksi

Sabtu, 1 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi razia kendaraan di Sukabumi | Foto: Humas Polres Sukabumi Kota

Ilustrasi razia kendaraan di Sukabumi | Foto: Humas Polres Sukabumi Kota

SUKABUMIHEADLINE.com l Warga Sukabumi yang biasa bepergian dengan kendaraan pribadi, pastikan kelengkapan dokumen dan alat keselamatan kendaraan Anda. Pasalnya, polisi bakal menggelar razia lalu lintas besar-besaran selama dua pekan, dari 3-16 Oktober 2022 mendatang.

Tanpa pandang bulu, sasarannya mobil dan motor. Kesiapan razia bertajuk Operasi Zebra 2022 ini pun sedang disiapkan dan akan dilaksanakan serentak selama 14 hari.

Saat ini polisi tengah melakukan Gelar Latihan Pra Operasi persiapan jelang Operasi Zebra 2022 dari 3-16 Oktober 2022.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun, sasaran razia adalah para pengendara yang sering melanggar lalu lintas dan etika berlalu lintas kurang baik.

Karenanya, Kakorlantas Polri Irjen. Pol. Firman Shantyabudi mengingatkan masyarakat untuk tertib berlalu lintas.

“Menilang atau tidak menilang, itu ada dalam kewenangan anggota berdasarkan undang-undang yakni diskresi. Jadi kita tidak harus menilang orang, cukup bilang, ‘Mbak, jangan melanggar lagi ya?’, boleh,” kata Firman, Jumat (30/9), dikutip sukabumiheadline.com dari laman resmi Polri.

Dalam razia tersebut, polisi mengedepankan sarana ETLE atau tilang elektronik sebagai penindakan secara statis maupun mobile, dengan sasaran mulai dari pengendara motor dan mobil yang menggunakan ponsel saat berkendara.

Selain itu, pengendara yang belum memiliki SIM di bawah umur, tidak menggunakan helm, tidak memakai safety belt, melawan arus, melebihi batas kecepatan dan pengemudi dalam kondisi mabuk alkohol.

Operasi Zebra 2022 ini untuk menyambut perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023. Dengan adanya razia, diharapkan tidak ada lagi pengendara atau masyarakat yang meninggal dunia sia-sia dijalan.

Selain itu, polisi juga mengaku berupaya meningkatkan skill petugas, knowledge petugas maupun attitude petugas.

Hal itu agar petugas memahami bagaimana seharusnya ketika melaksanakan langkah-langkah penegakan hukum, baik penegakan hukum mulai paling soft sampai dengan paling tegas yaitu dengan tindakan tilang.

Dalam menggelar razia, polisi juga akan melibatkan petugas Dinas Perhubungan (Dishub), Jasa Raharja, Dinas PUPR dan lainnya, agar bisa menurunkan angka lakalantas selama tiga bulan ke depan.

Razia dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan disiplin dalam berlalu lintas sehingga dapat tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran di jalan yang akhirnya dapat mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas di jalan.

Berita Terkait

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB