Teknologi dan otomatisasi picu kiamat 10 profesi dalam 5 tahun ke depan, apa saja?

- Redaksi

Rabu, 26 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pegawai bagian teller di bank - sukabumiheadline.com

Ilustrasi pegawai bagian teller di bank - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Teknologi dan otomatisasi benar-benar akan membunuh banyak profesi yang saat ini masih eksis, meskipun jumlahnya terus berkurang. Kondisi tersebut tentu saja memicu kekhawatiran besar di dunia kerja.

Future of Jobs Report 2025, World Economic Forum (WEF), Senin (17/11/2025) lalu, menyebut sedikitnya ada 8 persen pekerjaan global berisiko hilang dalam 5 tahun ke depan.

WEF mengungkap kecerdasan buatan (AI) dan pemrosesan data tidak hanya menciptakan sekitar 11 juta peran baru, namun sekaligus membunuh 9 juta pekerjaan lama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini menunjukkan bahwa perubahan di pasar kerja global tidak hanya soal pertumbuhan, tetapi juga transformasi besar-besaran, sehingga kemampuan adaptasi dan peningkatan keterampilan menjadi sangat penting.

Baca Juga :  Hilang Digantikan Robot, Sri Mulyani Prediksi Kiamat Jutaan Teller Bank

WEF juga memproyeksikan bahwa robot dan otomatisasi akan membuat tambahan lima juta pekerjaan hilang lebih banyak dari yang tercipta di sektor tersebut.

Pergeseran ini akan berdampak pada berbagai peran tradisional, sebagian besar pekerjaan administratif dan clerical, akibat adopsi teknologi swalayan, pembayaran digital, dan otomatisasi proses bisnis.

Ilustrasi tukang pos keliling menggunakan sepeda sedang mengantar surat - sukabumiheadline.com
Ilustrasi tukang pos keliling menggunakan sepeda sedang mengantar surat – sukabumiheadline.com

10 pekerjaan yang diprediksi paling rentan hilang

  1. Petugas pos
  2. Teller bank dan petugas terkait
  3. Petugas entri data
  4. Kasir dan petugas tiket
  5. Asisten administrasi dan sekretaris eksekutif
  6. Pekerja percetakan dan pekerjaan terkait
  7. Petugas akuntansi, pembukuan, dan penggajian
  8. Petugas pencatatan material dan penyimpanan stok
  9. Petugas transportasi dan kondektur
  10. Pekerja penjualan keliling dan pedagang kaki lima
Baca Juga :  Daftar 14 profesi akan punah dalam 5 tahun

Sementara itu, diberitakan Gulf News, sebanyak 39 persen dari keterampilan pekerja diperkirakan berubah hingga 2030. Kondisi ini menuntut pekerja untuk meningkatkan kemampuan atau upskilling (peningkatan keterampilan) dan reskilling (pelatihan ulang).

Dalam laporannya, disebutkan bahwa meluasnya akses digital menjadi salah satu tren makro yang berpengaruh besar. Tren ini diperkirakan mampu menciptakan 19 juta lapangan kerja baru pada 2030, namun sekaligus menghilangkan sekitar 9 juta pekerjaan.

Berita Terkait

Top 10 kabupaten dan kota punya kedai kopi terbanyak di Jawa Barat, juaranya bukan Bandung
Alpukat Sukabumi dihasilkan 42 kecamatan ini, kenali kandungan gizi dan manfaatnya
Menghitung naik turun jumlah kafe di Kota Sukabumi 5 tahun terakhir dan anomali masa pandemi
Deal! Unilever sponsori Persib, ada Rinso Beckham Special Edition
Strategi Mahorahora, UMKM asal Sukabumi lonjakkan omzet hingga raih penghargaan
Mengenal khasiat dan harga fantastis biji pala, kecamatan penghasil di Sukabumi?
Danantara segera groundbreaking 18 proyek flagship, satu di Sukabumi butuh 6,9 ribu pegawai
Ini pemilik Hotel Santika Premiere Hills Resort Cibadak Sukabumi, lahir dari pembredelan media

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 17:34 WIB

Top 10 kabupaten dan kota punya kedai kopi terbanyak di Jawa Barat, juaranya bukan Bandung

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:46 WIB

Alpukat Sukabumi dihasilkan 42 kecamatan ini, kenali kandungan gizi dan manfaatnya

Sabtu, 31 Januari 2026 - 01:01 WIB

Menghitung naik turun jumlah kafe di Kota Sukabumi 5 tahun terakhir dan anomali masa pandemi

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:36 WIB

Deal! Unilever sponsori Persib, ada Rinso Beckham Special Edition

Rabu, 28 Januari 2026 - 00:16 WIB

Strategi Mahorahora, UMKM asal Sukabumi lonjakkan omzet hingga raih penghargaan

Berita Terbaru