SUKABUMIHEADLINE.com l Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin marah dan memberi sindiran pedas akademisi yang juga pengamat Rocky Gerung di akun Twitter pribadinya.
Ngabalin, begitu dia disapa memprotes istilah Ngabalinisasi yang digunakan Rocky.
“Rocky, profesor abal-abal satu di antara manusia prasejarah yang tertinggal pada zaman moderen. kabarnya para pakar genetik sedang meneliti DNA makhluk berotak sungsang ini,” cuit Ngabalin dikutip sukabumiheadline.com dari akun Twitternya @AliNgabalinNew pada Kamis, 2 September 2021.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rocky Gurung dikenal sebagai seorang pengamat politik, peneliti di Perhimpunan Pendidikan Demokrasi, dan dosen di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Argumentasi pria kelahiran Manado, 20 Januari 1959, itu seringkali menjadi sorotan karena mengundang kontroversi.
Rocky meraih gelar sarjana dari Universitas Indonesia saat usianya 27 tahun. Pada tahun 2007, Rocky mendirikan lembaga SETARA Institute yang fokus pada isu kesetaraan, HAM, dan keberagaman, dan berprofesi sebagai tenaga pengajar di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.