Ternyata, Pesisir Pantai Tegalbuleud Sukabumi Penghasil Garam Premium

- Redaksi

Rabu, 29 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garam petani lokal Tegalbuleud. l Istimewa

Garam petani lokal Tegalbuleud. l Istimewa

sukabumiheadline.com l TEGALBULEUD – Garam merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, yang tidak bisa dihilangkan. Makanan tanpa garam ibarat langit tanpa bintang, begitu bunyi pepatahnya.

Menurut para ahli, manfaat garam untuk kesehatan sangat banyak, sehingga tidak bisa diabaikan, selain sebagai penyedap rasa.

Seperti kita ketahui negara kita masih impor garam karena kualitas garam di dalam negeri kadar kemurnian NACI tidak sampai 80% dan masih banyak partikel-partikel logam-logam berat di dalamnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, ada mutiara terpendam di pesisir pantai Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, yaitu tambak garam yang terletak di Desa Buniasih.

Kepada sukabumiheadline.com, salah satu pionir tambak garam Edward (65) menerangkan, potensi garam di pesisir Pantai Tegalbuleud, Rabu (29/12/21)

“Kita harus bersyukur bahwa Kabupaten Sukabumi memiliki garam premium, yakni garam yang dihasilkan di pesisir Tegalbuleud, ini tanpa sedikitpun ada campuran kimia,” ujarnya.

Edward mengajak kepada masyarakat Tegalbuleud untuk bekerjasama bertani garam. Bukan hanya itu, garam yang dihasilkan di Tegalbuleud ini tanpa bahan kimia lainnya.

Masih menurut dia, kadar kemurnian garam yang dihasilkan dari pesisir pantai Tegalbuleud 97,75%, sehingga wajar jika menarik perhatian pengusaha asal Jepang dan lainnya, dengan permintaan 300-400 ton per bulan.

Baca Juga :  Menganiaya Pria yang Menyerangnya, Pria Bantargadung Sukabumi Jadi Tersangka

“Pembuatan garam di sini semua dilakukan secara alamiah, dari awal proses hingga memanen, ini adalah anugrah alam,” tambah Edward.

Ia mengaku sudah melakukan riset dan penelitian selama dua tahun, “Mungkin kita hanya mengetahui penghasil garam di Indonesia ini adalah Madura dan pantai utara lainnya. Hal itu seperti membangun opini bahwa yang bisa membuat garam itu hanya orang madura dan pantai utara saja. Padahal, ternyata di pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi ini juga bisa dan mampu menghasilkan garam alami tanpa kimia sedikitpun,” terangnya.

Ia berharap, masyarakat sekitar mau bergabung bertambak atau bertani garam, dan pemerintah daerah agar memberikan dukungan penuh terhadap tambak garam ini karena garam yang dihasilkan berkualitas premium, yakni garam tanpa 4 timbal kimia limbah, mercury, sianida, serta muatan logam lainnya.

“Pesisir pantai di sini masih alami, sehingga garam yang dihasilkan memiliki cita rasa berbeda dengan garam di daerah lain,” ungkapnya.

Saat ini, Edward mengaku, memiliki kurang lebih setengah hektar lokasi tambak garam, dan berencana ke akan menambah luasan tambaknya. “Dukungan dari pemerintah setempat sangat welcome,” katanya.

Baca Juga :  Kabar Baik Buat Penyuka Durian, Ada Festival Buah Berduri di Kalapanunggal Sukabumi

Masih menurut dia, dari sekitar setengah hektar tambak garamnya, bisa menghasilkan 20-30 ton garam per bulannya. Sehingga ia berencana memperluas green house, tempat pengolahan, atau yang biasa disebut rumah garamnya. Saat ini, dari satu rumah garam saja, ia bisa menggaji atau menghasilkan upah di atas UMR.

“Karenanya saya mengajak untuk bersama-sama menggali potensi daerah Tegalbuleud ini, salah satunya bertambak garam karena pesisir pantai Buniasih ini sangat mendukung. Ini anugrah alam dari Sang Pencipta,” cetusnya.

Disinggung mengenai brand garam Tegalbuleud, Edward mengatakan, masih memikirkan terbaik. “Mungkin ke depannya untuk merek atau brand kita pikirkan, namanya yang tepat,” kata dia.

Edward juga mengajak semua pihak untuk menggali potensi daerah untuk dimanfaatkan dan dirasakan hasilnya, khususnya oleh warga sekitar, agar dapat meningkatkan perekonomian, khususnya di Kecamatan Tegalbuleud.

“Mari lestarikan dan jaga alam kita karena dari alam bisa menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi.”pungkasnya.

Berita Terkait

Kisah Azis, pejuang tangguh asal Cisaat, 16 tahun jualan bubur Sukabumi di Kalimantan
IMF minta pajak penghasilan karyawan di Indonesia naik
21 kecamatan penghasil bawang daun di Sukabumi
AHY ancam bakal kejar pemilik dan sopir truk ODOL
Daftar kecamatan penghasil melon Sukabumi
Bukan hanya butuh label, Menkeu Purbaya: Jerman lebih syariah dari Indonesia
Harga bibit Lele Sangkuriang: Varietas unggul asli Sukabumi solusi cepat untung
Syarat, cara dan kuota tukar uang baru 2026 online via Pintar BI untuk Lebaran

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 01:18 WIB

Kisah Azis, pejuang tangguh asal Cisaat, 16 tahun jualan bubur Sukabumi di Kalimantan

Rabu, 18 Februari 2026 - 10:00 WIB

21 kecamatan penghasil bawang daun di Sukabumi

Rabu, 18 Februari 2026 - 08:00 WIB

AHY ancam bakal kejar pemilik dan sopir truk ODOL

Rabu, 18 Februari 2026 - 03:38 WIB

Daftar kecamatan penghasil melon Sukabumi

Selasa, 17 Februari 2026 - 19:17 WIB

Bukan hanya butuh label, Menkeu Purbaya: Jerman lebih syariah dari Indonesia

Berita Terbaru

Ilustrasi angkot, ojek pangkalan dan tukang becak - sukabumiheadline.com

Jawa Barat

KDM: Lebaran opang, becak, angkot libur dua pekan

Sabtu, 21 Feb 2026 - 03:43 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131