Tumbuhan Ini Bisa Menyerap Logam Berat dalam Tanah, Termasuk Emas

- Redaksi

Minggu, 13 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakar Biologi Tumbuhan Prof. Hamim. l Istimewa

Pakar Biologi Tumbuhan Prof. Hamim. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Sebuah penelitian mengungkap hasil mencengangkan ternyata ada tumbuhan yang benar-benar bisa menghasilkan emas. Seorang profesor Institut Pertanian Bogor (IPB) mengungkap hasil penelitian ada beberapa jenis tanaman yang tumbuh di Indonesia mampu menghasilkan emas.

Diberitakan detik.com, meski tidak bisa langsung menghasilkan emas yang bisa dipetik, tapi tumbuhan ini bisa menyerap logam berat yang ada di tanah sekitar mereka hidup. Logam mulia juga termasuk logam berat yang bisa diserap oleh tumbuhan-tumbuhan itu. Seperti platina, nikel perak, talium, bahkan emas. Tumbuhan yang dapat menyerap logam berat itu biasa disebut tanaman hiperakumulator.

Baca Juga :  Eka Komariah Kuncoro, Wanita Sukabumi Bersinar Sebagai Politikus dan Akademisi di Kalimantan

Pakar Biologi Tumbuhan IPB Prof. Hamim menyebut, tanaman hiperakumulator dapat menyerap logam berat melalui rantai makanan. Sehingga logam yang bisa tertimbun hingga ratusan tahun di dalam tahan, dapat perlahan-lahan terserap.

Tanaman hiperakumulator kata Hamim, tak hanya bisa menguntungkan karena mampu menyerap logam mulia, tapi juga bisa membersihkan lingkungan sekitar karena daya serap yang tinggi.

Meski bisa sangat menguntungkan, sayangnya penggunaan tanaman hiperakumulator belum maksimal. Banyak hal yang harus diperhatikan agar potensi luar biasa tumbuhan ini bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Berita Terkait

Infografis: Peta elektrifikasi jalur commuter line Tanjung Priok – Sukabumi dan Cikampek
Kisah Azis, pejuang tangguh asal Cisaat, 16 tahun jualan bubur Sukabumi di Kalimantan
IMF minta pajak penghasilan karyawan di Indonesia naik
21 kecamatan penghasil bawang daun di Sukabumi
AHY ancam bakal kejar pemilik dan sopir truk ODOL
Daftar kecamatan penghasil melon Sukabumi
Bukan hanya butuh label, Menkeu Purbaya: Jerman lebih syariah dari Indonesia
Harga bibit Lele Sangkuriang: Varietas unggul asli Sukabumi solusi cepat untung

Berita Terkait

Minggu, 22 Februari 2026 - 01:32 WIB

Infografis: Peta elektrifikasi jalur commuter line Tanjung Priok – Sukabumi dan Cikampek

Sabtu, 21 Februari 2026 - 01:18 WIB

Kisah Azis, pejuang tangguh asal Cisaat, 16 tahun jualan bubur Sukabumi di Kalimantan

Jumat, 20 Februari 2026 - 21:45 WIB

IMF minta pajak penghasilan karyawan di Indonesia naik

Rabu, 18 Februari 2026 - 10:00 WIB

21 kecamatan penghasil bawang daun di Sukabumi

Rabu, 18 Februari 2026 - 08:00 WIB

AHY ancam bakal kejar pemilik dan sopir truk ODOL

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131