Ubah Sampah Jadi Cuan, Pria Citamiang Sukabumi Target Ekspor Arang Briket

- Redaksi

Rabu, 21 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jimi Ajimah dan produk arang briket batok kelapa. l Jimi Ajimah

Jimi Ajimah dan produk arang briket batok kelapa. l Jimi Ajimah

sukabumiheadline.com – Seorang pria asal Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Jawa Barat, berhasil mengubah sampah menjadi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang menjanjikan cuan. Upayanya tersebut tidak sia-sia karena ia kini sudah mulai memasarkan produknya meskipun masih dalam skala kecil.

Jimi Ajimah, pria berusia 26 tahun warga Babakan Bandung RT 06/03, Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan citamiang, berhasil mengubah batok kelapa menjadi arang briket berdasarkan ilmu yang ia peroleh dari YouTube.

Menurut Jimi, arang batok kelapa memiliki keunggulan dalam daya tahan bara api lebih lama dibandingkan arang jenis lain dan minim asap pembakaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Keunggulan briket batok kelapa, itu daya nyala bara api lebih tahan lama, bisa sampai 120 menit. Selain itu, minim asap saat menyala, ramah lingkungan dan tentunya lebih hemat,” kata Jimi kepada sukabumiheadline.com, Rabu (21/9/2022).

Omzet Usaha

Jimi mengaku usahanya tersebut baru ia jalankan beberapa hari ini. Namun, dalam seminggu ia mampu menjual arang briket batok kelapanya sekira 20 kilogram, atau sekira 80 kg per bulan.

Menurut Jimi, sebelum kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) ia menjual arang briketnya seharga Rp10 ribu per kilogram.

“Sebelum harga BBM naik saya jual sepuluh ribu per kilogram, tapi setelah harga BBM naik, menyesuaikan, jadi 12 ribu per kilogram,” kata Jimi.

Meskipun dalam beberapa hari ini penjualannya masih terbilang rendah, tapi Jimi optimis mampu meningkatkan penjualannya. Ia beralasan, kemampuannya menjual 20 kg per pekan lebih disebabkan hasil produksinya yang masih terbatas.

“Target saya terdekat ya meningkatkan produksi arang briket ini karena kalau pasarnya sangat terbuka,” kata Jimi.

Alasan memilih usaha arang briket

Jimi yang pernah membuka usaha sembako itu beralasan, dirinya membuka usaha arang briket karena melihat bahan baku yang melimpah. Namun, selama ini, lebih banyak hanya menjadi sampah.

“Pertama, memanfaatkan sumber yang ada, mengubah batok kelapa menjadi memiliki nilai jual lebih tinggi. Tadinya kan memang dianggap sampah, makanya minim risiko kerugian,” jelasnya.

Jimi juga beralasan, arang briket tersebut memiliki pasar yang jelas. Terlebih, kata dia, jika produksinya sudah meningkat, ia menargetkan produk arang briket ya untuk tujuan ekspor.

“Market sudah jelas, apalagi pasar luar negeri, makanya lebih lanjut ingin ekspor ke luar negeri karena briket batok kelapa banyak diminati,” pungkas Jimi.

Bagi peminat arang briket dari batok kelapa bisa menghubungi 085863234485

Berita Terkait

CNG 3 kg pengganti LPG uji coba tahap akhir, digulirkan Agustus
Sukabumi juara 3, daftar kota dan kabupaten yang warganya paling kreatif
Harga plastik tak kunjung turun, pelaku UMKM Sukabumi menangis
Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, DPR: TNI/Polri bukan aparat penegak pajak
Program Kompor Listrik Gratis mulai uji coba, dibagikan tahun depan
Jumlah kursi dikurangi, naik KA Pangrango Bogor-Sukabumi makin nyaman
KAI bangun KRL Sukabumi untuk dukung pembangunan Disneyland
Nomor 5 mualaf asal Sukabumi, ini daftar raja minimarket Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:46 WIB

CNG 3 kg pengganti LPG uji coba tahap akhir, digulirkan Agustus

Senin, 3 Agustus 2026 - 23:30 WIB

Sukabumi juara 3, daftar kota dan kabupaten yang warganya paling kreatif

Jumat, 31 Juli 2026 - 06:42 WIB

Harga plastik tak kunjung turun, pelaku UMKM Sukabumi menangis

Jumat, 31 Juli 2026 - 03:32 WIB

Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, DPR: TNI/Polri bukan aparat penegak pajak

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:08 WIB

Program Kompor Listrik Gratis mulai uji coba, dibagikan tahun depan

Berita Terbaru

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi: Raperda PPT PKSDA dan evaluasi APBD 2026 - Setwan DPRD Kabupaten Sukabumi

Legislatif

DPRD Kabupaten Sukabumi bentuk Pansus perubahan Perumda TJM

Selasa, 4 Agu 2026 - 20:07 WIB