Universitas Negeri di Afghanistan Kembali Dibuka, Meski Diizinkan Kuliah, Mahasiswi Tetap Cemas

- Redaksi

Kamis, 3 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Universitas negeri di Afghanistan. l Istimewa

Universitas negeri di Afghanistan. l Istimewa

sukabumiheadline.com I Sejumlah universitas negeri di Afghanistan dibuka untuk pertama kalinya sejak Taliban merebut kekuasaan pertengahan Agustus tahun lalu, Rabu (2/2/2022).

Kendati demikian, masih sedikit mahasiswa, terutama wanita, yang berpartisipasi dalam perkuliahan. Para pejabat Taliban mengungkapkan, universitas negeri yang berada di provinsi Laghman, Nangarhar, Kandahar, Nimroz, Farah, dan Helmand dibuka serentak pada Rabu. Jumlahnya pun disebut akan semakin banyak yang dibuka pada akhir Februari nanti.

Di kampus-kampus yang telah dibuka, anggota Taliban menjaga pintu gerbang dengan senapan mesin. Proses belajar mengajar akan dipisah antara perempuan dan laki-laki. Kelas untuk wanita dijadwalkan pagi hari, sementara pria pada sore hari. Taliban, setelah berhasil menguasai Afghanistan, memang mengatakan bahwa mereka tidak keberatan jika perempuan Afghanistan menuntut hak dasarnya di bidang pendidikan, meskipun dengan syarat kelas antara pria dan wanita dipisah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang saksi, dilaporkan laman Al Araby, mengungkapkan, di Universitas Laghman, pada sesi pagi, hanya terlihat enam wanita berbusana burqa memasuki area kampus.
Kendati demikian, wanita Afghanistan sangat menyambut dibukanya kembali universitas.

“Ini adalah momen kegembiraan bagi kami bahwa kelas kami telah dimulai,” kata Zarlashta Haqmal, seorang mahasiswi hukum dan ilmu politik di Universitas Nangarhar.

Namun, dia tak menampik masih ada perasaan cemas bahwa Taliban bisa saja tiba-tiba melarang lagi kaum wanita bersekolah. “Kami masih khawatir Taliban mungkin menghentikan mereka,” ucapnya.
Pembukaan sejumlah universitas negeri Afghanistan terjadi sepekan setelah delegasi Taliban melakukan pertemuan dengan perwakilan pejabat-pejabat Barat di Oslo, Norwegia. Pada kesempatan itu, Taliban ditekan untuk meningkatkan pemenuhan hak-hak perempuan Afghanistan.

Hal itu mesti dilakukan jika Taliban ingin aset Afghanistan yang dibekukan bisa dicairkan. Setelah Taliban menguasai lagi Afghanistan pada Agustus tahun lalu, Amerika Serikat (AS) memutuskan membekukan aset bank sentral Afghanistan senilai hampir 10 miliar dolar AS.

Pemerintah rezim Taliban telah berulang kali menyerukan Washington mencairkan aset tersebut. Sebab dana itu dibutuhkan untuk menangani krisis kemanusiaan yang kian memburuk di negaranya.

Berita Terkait

Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat
Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia
Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv
Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada
Mengenang serangan menara WTC 9/11, dan trend mualaf yang meningkat
Ajakan boikot Adidas meluas, eks tentara Israel jadi bintang iklan kaki palsu
Ini Blueberry, sniper cantik Rusia pemburu tentara Ukraina
Presenter TV Sarah Khalifa dihukum mati atas tuduhan jadi gembong narkoba

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada

Jumat, 11 September 2026 - 23:30 WIB

Mengenang serangan menara WTC 9/11, dan trend mualaf yang meningkat

Berita Terbaru