Warga Sukabumi dan 11 Korban Dibunuh Dukun Pengganda Uang di Banjarnegara

- Redaksi

Rabu, 5 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Evakuasi jasad korban pembunuhan dukun pengganda uang di Banjarnegara. l Istimewa

Evakuasi jasad korban pembunuhan dukun pengganda uang di Banjarnegara. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Sungguh sadis perbuatan Mbah Slamet, dukun pengganda uang di Banjarnegara. Diketahui, pelaku membunuh korbannya ketika ditagih, lalu kelabakan karena mahar uang digunakan buat bayar utang.

Belakangan terungkap jika dukun ini merenggut nyawa 12 orang, bahkan saat Polres Banjarnegara melakukan penggalian di lahan milik Mbah Slamet ditemukan mayat yang sudah menjadi tulang belulang.

Penyelidikan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh TH alias Mbah Slamet sang dukun pengganda uang masih terus dilakukan. Viral di media sosial, video penggalian mayat korban yang dilakukan pada hari ini Selasa, 4 Maret 2023.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam video yang salah satunya diunggah akun @infobanjarnegaraterkini nampak puluhan masyarakat berkerumun untuk menyaksikan proses penggalian korban Mbah Slamet sang dukun sadis.

Nampak juga proses penggalian yang dilakukan Polres Banjarnegara dan sejumlah relawan di perkebunan hutan Desa Balun Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara. Lokasi ini menjadi tempat Mbah Slamet kubur korban-korbannya.

Di lokasi dengan topografi miring itu, tim penggalian menemukan sejumlah tulang belulang. Bahkan dalam satu lubang ditemukan beberapa mayat.

Cari Mangsa Melalui Facebook 

Informasi diperoleh, Mbah Slamet mencari mangsanya melalui media sosial Facebook. Ia rupanya bekerja bersama dengan BS yang mengunggah di Facebook dan menarik korbannya.

Dalam postingan Facebook, BS menyebutkan Mbah Slamet adalah orang pintar yang bisa menggandakan uang.

Korban yang tergoda dengan hal tersebut kemudian tertarik dan berhubungan dengan Slamet atau TH.

Kasus pembunuhan dukun pengganda uang ini terungkap karena laporan GE anak dari Paryanto (53) warga Sukabumi, Jawa Barat yang jadi klien Mbah Slamet. GE melapor ke polisi setelah ayahnya PO yang datang ke Banjarnegara sendirian.

Diketahui, Paryanto pernah tinggal di Kampung Pasar RT 01/03, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Paryanto yang tidak bisa dihubungi lagi sudah sempat berpesan pada anaknya untuk datang membawa aparat. Penyelidikan dilakukan Polres Banjarnegara dan menemukan bahwa Paryanto telah tewas di tangan TH karena diracun dengan potas.

Sementara, masyarakat menduga kejahatan yang dilakukan oleh Mbah Slamet sudah dilakukan selama bertahun-tahun dan baru sekarang terungkap semua.

Sebagian mengutuk tindak kejahatan yang dilakukan Mbah Slamet dukun pengganda uang yang juga tukang jagal di Banjarnegara tersebut.

Proses penyelidikan masih dilakukan Polres Banjarnegara dan fakta baru terungkap bahwa uang yang diberikan Paryanto justru digunakan Mbah Slamet untuk melunasi hutang.

Informasi terbaru dari BPBD Banjarnegara Andri Sulistyo mengatakan jumlah korban yang tadinya 10 bertambah menjadi 12 orang.

Berita Terkait

Kronologi tukang cermin Bambang Setiyawan tewas dikeroyok pascademo 27 Agustus
Viral Wakil Bupati Sumedang dituduh lakukan kekerasan seksual
Siap mundur, Wakil Ketua DPR RI janji UU Perampasan Aset tuntas 15 Desember
Korban bencana di Bantargadung Sukabumi akan dibuatkan rumah ala Kampung KDM
2,28 juta hektare potensi bahaya karhutla, Sukabumi paling riskan
Ini alasan 120 korban bencana Cidadap belum tertangani, KDM rinci aliran dana ke Sukabumi
Ketua Umum Projo: Untuk rakyat, untuk rakyat, tapi maling juga
Menteri PAN-RB buka pendaftaran PNS bagi PPPK, cek jadwalnya

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 02:36 WIB

Kronologi tukang cermin Bambang Setiyawan tewas dikeroyok pascademo 27 Agustus

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Viral Wakil Bupati Sumedang dituduh lakukan kekerasan seksual

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:30 WIB

Siap mundur, Wakil Ketua DPR RI janji UU Perampasan Aset tuntas 15 Desember

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:45 WIB

Korban bencana di Bantargadung Sukabumi akan dibuatkan rumah ala Kampung KDM

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:42 WIB

2,28 juta hektare potensi bahaya karhutla, Sukabumi paling riskan

Berita Terbaru

Ilustrasi guru sedang mengajar di kelas - sukabumiheadline.com

Sukabumi

PPPK Kabupaten Sukabumi tolak tes ulang dan batas usia 35 tahun

Minggu, 30 Agu 2026 - 19:02 WIB

Ilustrasi perempuan sedang duduk di dalam bus - sukabumiheadline.com

Tak Berkategori

Armada dan rute Sukabumi – Bandara Husein Sastranegara Bandung

Minggu, 30 Agu 2026 - 04:42 WIB