Was-was Bencana Pergerakan Tanah, Warga Pasir Suren Tunggu Sikap Pemkab Sukabumi

- Redaksi

Senin, 6 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi rumah warga di Kampung Nyalindung, Desa Pasir Suren, Palabuhanratu, Sukabumi - sukabumiheadline.com

Kondisi rumah warga di Kampung Nyalindung, Desa Pasir Suren, Palabuhanratu, Sukabumi - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Warga kampung Nyalindung, Desa Pasir Suren, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, merasa was-was, akibat bencana pergerakan tanah yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Hal tersebut dikemukakan salah seorang warga setempat, Siti Mayangsari (28). Menurutnya, awal mula terjadi bencana pergerakan tanah yakni melihat kondisi rumahnya terjadi retakan di beberapa bagian dinding rumahnya tidak lama setelah Idul Fitri 2021 lalu.

“Sejak awal Lebaran aja, mulai ada retakan kecil di lantai dan kamar belakang. Awalnya saya kira pergerakan tanah biasa. Namun, semakin hari makin membesar. Bahkan, satu bulan terakhir lebih parah. Mungkin karena musim hujan jadi pergerakan tanahnya makin cepat,” ujarnya kepada sukabumiheadline.com, Senin (6/12/2021).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Siti menambahkan, selama tiga bulan terakhir jika sedang aktif, suara pergerakan tanah mengeluarkan suara mirip patahan.

“Sekarang musim hujan pergerakannya makin cepat. Awalnya gak ada suara getaran, cuma kedengar kayak suara patahan. Itu dapur saya ambruk, berarti parah kondisinya sekarang,” sambungnya.

Meski begitu, Siti mengaku belum ingin mengosongkan rumah atau mengungsi karena masih bingung, serta menunggu keputusan pemerintah daerah.

“Gak ngungsi, lagian mau ngungsi ke mana? Nanti aja menunggu sikap pemerintah. Kalau misal masih bisa ditempati ya tegap di sini,” jelasnya.

Kondisi rumah warga di Kampung Nyalindung, Desa Pasir Suren, Palabuhanratu, Sukabumi - sukabumiheadline.com
Kondisi rumah warga di Kampung Nyalindung, Desa Pasir Suren, Palabuhanratu, Sukabumi – sukabumiheadline.com

Masih kata Siti, saat terjadi hujan keluarganya kerap was-was. Terlebih, jika hujan turun deras dan intensitas lama.

“Sempat kemarin hujan dari pagi sampai sore, itu bikin kita takut juga. Kalau tidak hujan gak kedengaran bunyi krek-krek, kalau lagi hujan, baru terdengar,” terangnya.

“Mudah mudahan pemerintah cepat ngasih solusi. Kalau memang berbahaya dan disuruh mengungsi ya ngungsi. Kalau kata pemerintah masih bisa ditempati, saya dan warga berharap mendapat bantuan perbaikan rumah,” harapnya

Sementara itu, kepala Desa Pasir Suren M. Enyang Zaelani, mengungkapkan, ada sekira 30 rumah warga terdampak bencana pergerakan tanah di Kampung Nyalindung RT 03/05 Desa Pasirsuren.

“Kemaren waktu sosialisasi dengan pihak pemda bersama warga di Aula Desa, alhamdulillah kita dari pihak desa sudah berusaha menyampaikan permasalahan terkait musibah tersebut. Korban terdampak kurang lebih 30 rumah di satu kedusunan,” ungkapnya.

Ditambahkan Enyang, ia belum mendapat kabar dari pemerintah kecamatan atau BPBD Kabupaten Sukabumi, terkait langkah yang akan diambil Pemda Kabupaten Sukabumi untuk merelokasi warga terdampak pergerakan tanah tersebut.

“Itu belum ada kabar lagi tempat relokasinya ke mana. Kejadiannya sih udah lama, jadi itu pergeserannya itu pelan-pelan,” tandas Enyang.

Berita Terkait

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu
Kurun September-Oktober 2026 ada 86 kebakaran hutan di Sukabumi, sebagian karena iseng
DPRD Kabupaten Sukabumi minta DPTR naik kelas jadi A, tapi jangan sekadar berubah

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:26 WIB

Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:36 WIB

Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok

Berita Terbaru

Asisten pelatih Persib Bandung Igor Tolic - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Venue

Besok Garudayaksa FC vs Persib, Igor Tolic putar otak

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:19 WIB