SUKABUMIHEADLINE.com l GUNUNGGURUH – Rusaknya saluran irigasi yang sudah berlangsung selama dua tahun, dikeluhkan warga Kampung Kutamaneuh, Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, saluran irigasi tersebut selama ini mengairi lahan pertanian dan perikanan di dua kedusunan.
Akibat rusaknya saluran irigasi yang terletak di Kampung Kutamaneuh RT 23/11, seluas 80 hingga 100 hektare lahan pertanian mengalami kekeringan. Hal itu diungkap salah seorang warga desa setempat, Abdul Fikri (34).
“Kami warga Desa Cikujang sudah dua tahun kekurangan air untuk lahan pertanian dan perikanan di dua kedusunan. Total lahan yang mengalami kekeringan sekira 80 hingga 100 hektar,” ungkap Fikri kepada sukabumiheadline.com, Rabu (23/3/2022) dinihari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu, sebut Fikri, disebabkan belum dibangunnya bendungan penahan aliran air. Sehingga, posisi saluran irigasi yang berada lebih tinggi dari permukaan sungai menjadi tidak teraliri air.
Fikri menambahkan, untuk menyiasatinya, warga setempat sudah berinisiatif melakukan kerja bakti. Bahkan, saking seringnya, Fikri menyebut sudah ratusan kali warga Kutamaneuh melakukan kerja bakti memperbaiki saluran irigasi rusak tersebut.
“Iya karena belum dibangun bendungannya. Sudah ratusan kali warga melakukan kerja bakti. Minggu lalu warga juga kerja bakti lagi untuk membendung air secara sederhana,” kata Fikri.
Ia menambahkan, lokasi irigasi rusak sudah ditinjau langsung oleh Kades Cikujang Heni Mulyani, pada Ahad (20/3/2022). “Sudah ditinjau sama Bu Kades. Kabarnya sudah pengajuan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU), tapi belum ada kepastian. Katanya, insha Allah akan diperbaiki,” jelas dia.
Sementara, Ketua RW 02 Mulyana berharap para pejabat untuk turun menyaksikan apa yang dialami warganya karena akibat rusak saluran irigasi tersebut telah menyebabkan petani mengalami gagal panen.
“Harapan saya kepada para pejabat, turunlah lihat kondisi warganya,” kata Mulyana.
Sementara, redaksi sedang meminta konfirmasi kepada DPU Kabupaten Sukabumi.