sukabumiheadline.com – Dalam lima tahun terakhir angka partisipasi sekolah atau APS di Kabupaten Sukabumi mengalami fluktuasi yang beragam.
Dikutip sukabumiheadline.com dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat yang diperbarui 25 Juni 2025, atau satu tahun kepemimpinan Bupati/Wakil Bupati Sukabumi Asep Japar dan Andreas, APS di Kabupaten Sukabumi jenjang SD untuk tahun ajaran 2024/2025 mencapai hampir 100%.
Data yang sama menunjukkan bahwa hampir semua anak usia 7–12 tahun di Sukabumi bersekolah di jenjang SD, yakni sebanyak 99,99%.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Sedangkan memasuki usia 13-15 tahun, atau jenjang SMP, hanya menyisakan 93,83%. Dengan demikian, sebanyak 6,16% siswa di antaranya tidak melanjutkan ke SMP, atau hanya tamat SD.
Sementara anak usia 16-18 tahun, atau jenjang SMA, tersisa 71,24% siswa saja. Artinya, 22,59% lulusan SMP di Kabupaten Sukabumi tidak sekolah ke tingkat SMA untuk tahun ajaran 2025/2026.
Dengan demikian, hanya 71,24% anak usia sekolah menyelesaikan Wajib Belajar 12 tahun pada tahun ajaran 2024/2025. Jumlah tersebut tidak termasuk data tahun sebelumnya dan tahun ajaran 2025/2026.
Fakta tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 28,76 persen anak di Kabupaten Sukabumi hanya berijazah SMP. Jumlah tersebut tidak termasuk tahun sebelumnya dan tahun ajaran 2025/2026.
Untuk informasi, berdasarkan data resmi dari BPS Kabupaten Sukabumi, jumlah peserta didik di Kabupaten Sukabumi yang menyelesaikan jenjang SMP mencapai 125.138 siswa pada tahun ajaran 2024/2025. Data tersebut terbagi ke dalam kategori SMP Negeri dengan jumlah siswa mencapai 67.635 anak, dan SMP Swasta sebanyak 57.503 anak.
Dengan demikian, sekira 35.989 anak lulusan SMP (28,76%) memilih tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, SMA/SMK/MA. Jumlah tersebut tidak termasuk tahun sebelumnya dan tahun ajaran 2025/2026.
Adapun, dari total lulusan SMA sederajat, atau usia 19-23 tahun, hanya 22,82% yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Namun, BPS tidak menjelaskan persentase anak Sukabumi yang menyelesaikan kuliahnya.









