sukabumiheadline.com – Tidak semua keluarga itu sempurna dan harmonis. Banyak di antara kita yang hidup di tengah keluarga yang penuh masalah. Akarnya tentu dari orangtua selaku pihak yang sudah dewasa dan punya kontrol penuh atas anak-anak yang mereka lahirkan.
Gak heran, kedewasaan mereka jadi penentu keharmonisan sebuah keluarga. Kalau tidak, alhasil rumah bisa jadi momok buat penghuninya. Seperti yang digambarkan dalam film berikut, genrenya drama keluarga, tetapi rasanya seperti nonton film horor.
Tak ada yang pernah berharap lahir dari orangtua yang tak bisa diandalkan, tetapi nyatanya ini yang terjadi pada sebagian orang. Ini potret cobaan dari orang terdekat yang bikin keluarga justru jadi tempat paling horor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penasaran apa saja film keluarga rasa horor tersebut?
1. Rosetta (1999)
- Genre: coming of age, neorealisme
- Pemain: Émilie Dequenne, Anne Yernaux
- Sutradara: Jean-Pierre Dardenne, Luc Dardenne

Rosetta adalah film drama keluarga rasa horor yang bisa membuatmu termenung setelah nonton. Film lawas ini mengikuti kehidupan sulit seorang remaja perempuan di Prancis. Ia besar bersama ibu yang kecanduan alkohol dan tak bisa berfungsi layaknya orangtua yang seharusnya.
Sejak belia, Rosetta harus bertahan hidup sendiri. Setiap hari, ia harus berjibaku dengan kemiskinan dan ketidakpastian yang membuatnya selalu dalam kondisi rentan. Rentan dieksploitasi, rentan kelaparan, rentan dimanipulasi, dan lain sebagainya.
2. The Return (2003)
- Genre: drama, thriller-psikologi
- Pemain: Konstantin Lavronenko, Vladimir Garin
- Sutradara: Andrey Zvyagintsev

Dua kakak beradik tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan ayah yang sudah belasan tahun tak pernah pulang, apalagi menengok dan menanyakan kondisi mereka. Tiba-tiba pula ia jadi sosok yang seolah punya kuasa penuh di rumah.
Tak puas dengan cara didik ibu mereka, ia pun menginisiasi sebuah liburan eksklusif dengan dua anak laki-laki itu. Di sana berbagai momen tak menyenangkan dan mengganggu terjadi, dan tiap kali pula sang ayah berdalih bahwa ini dilakukan agar mereka bisa jadi pria sejati.
Pada akhirnya, didikan sang ayah bak senjata makan tuan baginya. Bagaimana bisa?
3. Nobody Knows (2004)
- Genre: drama
- Pemain: You, Yuya Yagira
- Sutradara: Hirokazu Koreeda

Nobody Knows diawali dengan adegan menghangatkan hati, yakni momen seorang ibu memperkenalkan dirinya dan putranya yang bernama Akira kepada penjaga apartemen. Mereka baru saja pindah ke apartemen itu dan barang-barang pun diturunkan dari truk.
Tak butuh waktu lama, momen horor pun tiba ketika beberapa koper tersebut ternyata berisi dua bocah kecil yang ternyata adik-adik Akira. Mengapa mereka “disimpan” dalam koper dan tak diperkenalkan ke publik? Perlahan semua akan terjawab dan baiknya kamu menyiapkan mental untuk melihat perjalanan mereka.
4. American Honey (2016)
- Genre: drama, coming of age
- Pemain: Sasha Lane, Shia LaBeouf
- Sutradara: Andrea Arnold

Pemeran utama dalam American Honey adalah remaja yang juga besar dibesarkan orangtua yang tak bisa diandalkan. Ayahnya sering melakukan pelecehan seksual hingga membuat kita sadar betapa muaknya Star dengan hidupnya.
Saat seorang pemuda menawarkan “kebebasan” kepadanya, ia tak sanggup menolak. Untuk pertama kalinya, ia bebas dari tanggung jawab membesarkan adik-adiknya dan ayahnya yang tak waras.
Namun, kehidupan keras Star di usianya yang amat belia membuatnya rentan dimanipulasi dan dieksploitasi. Kebebasan yang ditawarkan pemuda tadi jadi demonstrasi kerentanan yang dimaksud dan sontak bikin film drama keluarga ini terasa seperti film horor.
5. The Florida Project (2017)
- Genre: drama, neorealisme
- Pemain: Brooklyn Prince, Bria Vinaite
- Sutradara: Sean Baker

Jangan tertipu oleh warna cerah dan ceria The Florida Project karena banyak elemen horor di dalamnya. Film berorbit pada Moonee, bocah 6 tahun yang dibesarkan oleh seorang ibu tunggal. Mereka hidup di sebuah motel murah dengan pekerjaan ibu yang tak jelas.
Kadang Moonee diajak ibunya berjualan parfum, berharap pengunjung sebuah taman bermain besar bakal tertarik membeli dagangan mereka. Namun, kebanyakan waktu Moonee pada liburan musim panas itu dihabiskan bermain bersama dua teman sebayanya tanpa pengawasan orang dewasa.
Sampai pada sepertiga akhir cerita, sebuah insiden terjadi dan memaksa Moonee berpisah dari ibunya yang dianggap lalai.









