5 stasiun KA estetik dan bersejarah versi Pemprov Jawa Barat

- Redaksi

Rabu, 24 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi stasiun kereta api arsitektur bergaya kolonial - sukabumiheadline.com

Ilustrasi stasiun kereta api arsitektur bergaya kolonial - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Jawa Barat menjadi salah satu wilayah yang memiliki peranan besar dalam sejarah perkeretaapian di Indonesia. Berbagai peninggalan masa lalu bisa ditemukan di beberapa lokasi, bahkan sejumlah di antaranya masih difungsikan dengan baik dan memberikan dampak besar untuk masyarakat.

Salah satu yang mencuri perhatian tentunya keberadaan stasiun bergaya klasik peninggalan pemerintahan Hindia Belanda. Stasiun-stasiun tersebut berada di pusat kota dan masih digunakan PT Kereta Api Indonesia sebagai sarana naik turun penumpang.

Selain menyimpan nilai sejarah, stasiun kereta peninggalan Belanda tersebut juga memiliki desain yang mengagumkan sehingga menjadi daya tarik tersendiri. Potensi tersebut kini dimaksimalkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama PT KAI untuk meluncurkan program West Java Traincation.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program tersebut merupakan jasa layanan wisata menjelajahi Jawa Barat dengan menggunakan kereta api melewati jalur-jalur yang kaya akan sejarah, serta keindahan pesona alam.

Berikut 5 stasiun estetik dan bersejarah dikutip sukabumiheadline.com dari laman resmi Dinas Pariwisata Jawa Barat, Rabu (24/6/2026).

1. Stasiun Bandung

79a11bedc5abecec0e1307ccde02babf
Stasiun KA Bandung – Ist

Stasiun yang berada di pusat Kota Bandung ini telah beroperasi sejak tahun 1884. Proses pemeliharaan hingga renovasi sudah dilakukan beberapa kali, namun masih ada bagian-bagian yang dipertahankan keasliannya dan memiliki nilai sejarah tinggi.

Stasiun ini menyediakan dua pintu masuk, utara dan selatan. Pada bagian utara, arsitektur bergaya Eropa masih dipertahankan dengan baik. Sedangkan di sisi selatan, bangunan sudah terlihat lebih modern.

Selain menjadi tempat transit kereta dalam dan luar kota, Stasiun Bandung saat ini juga menghubungkan para penumpang yang ingin melanjutkan perjalannya menggunakan Kereta Cepat Whoosh. Dari Stasiun Bandung, penumpang Whoosh bisa menggunakan kereta feeder untuk berangkat menuju Stasiun Kereta Cepat di Padalarang.

Di sekitar Stasiun Bandung, terdapat sejumlah penginapan dan tempat kuliner yang legendaris. Hal tersebut tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berlibur ke Kota Paris van Java.

2. Stasiun Cianjur

7c32bfec1e8449f139b5e1e22db7cda3
Stasiun KA Cianjur – Ist

Stasiun Cianjur merupakan salah satu bangunan bersejarah di Jawa Barat yang menjadi saksi perkembangan transportasi, perdagangan, dan perkebunan sejak masa kolonial Belanda. Stasiun ini memiliki peran penting dalam menghubungkan wilayah Priangan, khususnya jalur Sukabumi–Cianjur–Bandung.

Suasana yang tenang sangat terasa di stasiun ini. Berbeda dari Stasiun Bandung yang menjadi pusat keramaian, Stasiun Cianjur justru punya atmosfer tersendiri yang meninggalkan kesan berbeda.

Di bangunan ini terdapat beberapa jendela besar bergaya vintage yang cocok untuk dijadikan objek fotografi. Hingga kini Stasiun Cianjur masih menjadi bagian penting dalam jaringan kereta api Jawa Barat dan karenanya menjadi salah satu tujuan transit dari program Traincation.

3. Stasiun Cirebon

4735f139ce15499ba2e6fd91d75e95b4
Stasiun KA Cirebon – Ist

Stasiun yang dibangun pada 1912 silam ini menjadi saksi perkembangan Kota Cirebon, dari pusat perdagangan pesisir hingga menjelma sebagai salah satu simpul transportasi penting Jawa Barat.

Dulunya jalur kereta di Cirebon dibuat untuk memperlancar pengangkutan hasil perkebunan dan barang dagangan, menghubungkan kawasan industri dan pelabuhan, serta mempermudah mobilitas bagi pemerintahan kolonial Belanda. Sekarang Stasiun Cirebon tetap berperan penting, sebagai penghubung jalur kereta di Jawa Barat dan daerah-daerah di Provinsi Jawa Tengah.

Bangunan Stasiun Cirebon dirancang oleh arsitek kebangsaan Belanda bernama Pieter Adriaan Jacobus Moojen. Desainnya memadukan gaya Art Nouveau, Art Deco, dan gaya arsitektur Hindia Baru (New Indies Style) yang disesuaikan dengan iklim tropis.

Ciri khas bangunan ini antara lain bentuknya yang simetris, atap tinggi, serta menara dengan tulisan ‘Cirebon’. Seiring meningkatnya jumlah perjalanan kereta api, Stasiun Cirebon mengalami beberapa renovasi, termasuk peningkatan fasilitas dan perbaikan area peron. Namun, karakter utama bangunan bersejarahnya tetap dipertahankan.

4. Stasiun Garut

e8c8de12a2824660d8dd67d099d293f4
Stasiun KA Garut – Ist

Stasiun Garut merupakan salah satu bangunan bersejarah di wilayah Priangan. Stasiun ini menjadi bagian penting dari perkembangan Garut pada masa kolonial Belanda, terutama dalam membuka akses transportasi, perdagangan, dan pariwisata di daerah pegunungan Jawa Barat.

Stasiun Garut mulai beroperasi pada 14 Agustus 1889 bersamaan dengan dibukanya jalur kereta api Cicalengka–Garut sepanjang 51 Km. Pembangunan jalur ini dilakukan karena pusat Kota Garut cukup jauh dari jalur utama kereta api. Oleh karena itu, dibuat jalur percabangan dari Stasiun Cibatu agar kota Garut memiliki akses langsung ke jaringan kereta api.

Stasiun Garut sempat tidak berfungsi selama beberapa tahun sampai akhirnya diaktivasi kembali pada 24 Maret 2022. Menariknya, dalam proses reaktivasi, bangunan lama Stasiun Garut tetap dipertahankan sebagai bagian dari pelestarian sejarah. Sementara fasilitasnya diperbarui agar sesuai dengan kebutuhan penumpang modern.

5. Stasiun Purwakarta

5568f7aeae43a64439fb186802c68e30
Stasiun KA Purwakarta – Ist

Stasiun Purwakarta mulai beroperasi pada 27 Desember 1902 bersamaan dengan dibukanya jalur kereta api Karawang–Purwakarta. Pembangunan jalur ini bertujuan membuat perjalanan Jakarta–Bandung lebih cepat dibanding jalur lama melalui Bogor–Sukabumi–Cianjur.

Stasiun Purwakarta juga mengadopsi gaya arsitektur kolonial yang disesuaikan dengan iklim tropis Indonesia. Ciri utamanya terlihat pada bentuk bangunan yang sederhana namun kokoh, dinding tebal, jendela besar, langit-langit tinggi, dan atap lebar yang membantu mengurangi panas maupun hujan.

Desain seperti ini merupakan ciri umum bangunan Staatsspoorwegen (SS), yaitu perusahaan kereta api pemerintah Hindia Belanda yang banyak membangun stasiun di Pulau Jawa. Lokasinya yang ada di jantung Kota Purwakarta menjadikan stasiun ini selalu ramai dikunjungi penumpang serta wisatawan.

Berita Terkait

Menikmati keunikan dan eksotisme Pantai Cempaka Ratu Sukabumi
Railway & Plantations: Buitenzorg-Soekaboemi, kolaborasi KAI Wisata-Jaswita-ITB
Mudik nyaman & on time, ini 5 shuttle bus Jakarta-Sukabumi plus tarif dan jadwal
Surga tersembunyi di Tegalbuleud Sukabumi, lupakan Palabuhanratu dan Ujunggenteng
Biker luar daerah ungkap spot misterius menuju tempat wisata di Sukabumi
Yuk saksikan Cimaja Boardriders Open Pro Surf Competition di Sukabumi full sebulan, cek jadwal
Lupakan KA Jaka Lalana Jakarta-Sukabumi, Nusantara Explorer Sleeper Train meluncur
Syarat mendaki Gunung Gede-Pangrango: Wajib daftar daring tanpa kecuali

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:06 WIB

Menikmati keunikan dan eksotisme Pantai Cempaka Ratu Sukabumi

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Railway & Plantations: Buitenzorg-Soekaboemi, kolaborasi KAI Wisata-Jaswita-ITB

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 02:47 WIB

Mudik nyaman & on time, ini 5 shuttle bus Jakarta-Sukabumi plus tarif dan jadwal

Jumat, 14 Agustus 2026 - 02:27 WIB

Surga tersembunyi di Tegalbuleud Sukabumi, lupakan Palabuhanratu dan Ujunggenteng

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:18 WIB

Biker luar daerah ungkap spot misterius menuju tempat wisata di Sukabumi

Berita Terbaru

Surili, fauna endemik Gunung Halimun Salak

Lingkungan

5 fakta Surili, hewan endemik Gunung Halimun Salak Sukabumi

Jumat, 28 Agu 2026 - 20:16 WIB

Ilustrasi aktivitas pemadam kebakaran hutan - sukabumiheadline.com

Sukabumi

Kebakaran hutan dan lahan di Sukabumi, 4 hektare hangus

Jumat, 28 Agu 2026 - 14:28 WIB